![]() |
| Samsat Boyolali |
-
This is Sarimind's Blog
Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )
-
This is Sarimind's Blog
Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...
-
This is Sarimind's Blog
Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.
Tampilkan postingan dengan label Alonrider. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alonrider. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Maret 2018
Posted by ashidqy hayun on 10.02 in Alonrider, Tips dan Trik, yang penting nulis adjah... | No comments
Berhubung sudah limit time buat pajak + pergantian
plat nomor + rencana saya sekalian mau balik nama, maka hari ini cusss kota
susu, Boyolali. Agak males juga sebenarnya. Karena terus terang lumayan jauh
juga dari rumah. Di Google Maps tertera kalau Samsat Boyolali sekitar 22
kilometer, tapi saya yakin realnya pasti lebih jauh dari itu. Ya you know
sendiri lah…. Dan lagi, terus terang saya agak kurang mengenal daerah Boyolali.
Kalo Karanganyar jelas itu daerah tempat tinggal saya, Wonogiri dan Sukoharjo
seringlah main-main ke rumah teman ke sana. Kalo daerah Sragen, ada catatan tentang mantan di sini ~hehehehehe….
Jadi, dengan berbagai alasan yang ujungnya punya
kesimpulan ‘males’ tadi, sempat terpikir untuk pake jasa calo saja, lebih
praktis sepertinya. Kita tinggal tunggu di rumah segala urusan beres.
Tetapi saya pikir lagi mungkin ada baiknya saya urus
saja sendiri. Sekalian dolan-dolan, sekalian juga ijin dari tempat kerja, idep
idep liburanlah.
Maka, saya siapkanlah syarat-syarat balik nama
kendaraan. Tanya-tanya mbah Google, syaratnya Cuma KTP asli ( untuk yang mau
dibalik namakan )+Fotocopy, STNK asli+Fotocopy, BPKB asli+fotocopy ditambah
kwitansi jual beli bermaterai Rp. 6000,-.
Berhubung saya bukan penduduk Boyolali, saya
pinjamlah KTP kakak ipar STNK dan BPKB tinggal ambil di lemari. Lha untuk
kwitansi, saya sih pede saja ndak bawa… hehehehe…
Oke, semua siap, saya tinggal jalan. Dan benar dugaan
saya jangan terlalu mengandalkan Maps dari google tetep harus tanya orang di
tepi jalan juga ternyata.
Singkat kata sampai juga di Samsat Boyolali dengan
selamat. Tanya ke pak Satpam yang duduk di bagian informasi. Oleh beliau
diarahkan untuk fotocopy dulu. Karena tidak ada kwitansi pembelian kendaraan,
oleh mas mas yang fotocopy dibantulah untuk membuat kwitansi, oke fix. Habis itu
langsung saja ke loket pendaftaran, di sini berkas berkas kita tadi akan di cek.
Dari loket pendaftaran saya diarahkan ke loket 2, posisinya ada di dalam
gedung. Berkas yang dari loket pendaftran tadi tinggal diantrikan dan kita
duduk manis saja menunggu panggilan. Sesudah dari loket 2 kita ke bagian gesek
no rangka dan no mesin dulu, cepet juga petugas geseknya. Sesudah itu masuk
gedung lagi, berkas dimasukkan ke bagian mutasi. Sampai di sini bisa kita
anggap bereslah urusan balik nama di STNK.
~Oh ya, sebagai catatan bagi anda yang tidak membawa
uang tunai, sebaiknya sebelum masuk area samsat sempatkan dulu mampir ke ATM untuk
ambil uang ya. Ini pengalaman saya, saya kira di area samsat akan ada Anjungan
Tunai, ternyata di Samsat Boyolali tidak tersedia. ATM terdekat jaraknya
sekitar beberapa kilometer, jadi saya terpaksa keluar dulu, untuk proses tarik
tunai buat pembayaran biaya balik nama. ~
Oke balik lagi ke proses. Sesudah balik nama STNK
selesai kita tinggal ke bagian pembuatan nomor plat baru di bagian belakang gedung,
dan dalam 10 menitan dah beres. Urusan di samsat selesai.
Setelah urusan balik nama di Samsat Boyolali selesai,
sekarang kita jalan lagi ke Satlantas Boyolali untuk mengganti nama BPKB. Berkasnya
apa saja saya kurang tahu, sudah di fotocopy sekalian sama mas yang jaga. Jadi saran
saya, lebih baik fotocopynya di samsat sekalian saja, nanti berkas sudah beres
di tata sama yang jaga fotocopy pokoknya.
Sampai di Satlantas Boyolali, langsung saja masuk
bagian BPKB, dari arah pintu masuk ke kanan. Sama mas yang bagian pendaftaran
diminta bayar dulu ke Bank BRI ( ada di sebelah kiri pintu masuk ), dan sesudah
itu beres. Tinggal nunggu proses BPKB dengan nama baru selesai. Sekitar tiga
bulanan prosesnya.
Dari seluruh proses baik di Samsat sampai Satlantas
Boyolali, kalau saya hitung, paling waktu yang terpakai untuk seluruh proses kurang
dari 2 jam. Itupun saya sudah bolak-balik nyari ATM karena tidak membawa dana
tunai untuk membayar administrasi di samsat. Jadi, kalo ada urusan dengan pajak
kendaraan, urus saja sendiri, saya jamin tidak ribet, dan tidak perlu lagi
pakai calo… CMIIW
Senin, 10 April 2017
Lama juga rupanya saya tidak
menulis di blog ini. Bukan dikarenakan sibuknya saya sampai tidak ada waktu,
tetapi lebih dikarenakan saya beberapa waktu yang lalu mengalami musibah
kecelakaan. Ya apa mau dikata, kehati-hatian ketika berkendara terkadang tidak
menjamin kita selamat sampai tujuan selagi masih ada pengguna jalan lain yang
bertingkah seenaknya. Ditambah lagi mungkin karena terlalu lama tidak
digunakan, laptop yang biasa saya gunakan juga ikut-ikutan sakit dan akhirnya
mati total :’-:
Back to the topic; mungkin
sekitar satu bulan kemarin, waktu itu kaki saya yang patah belum normal 100% (
sekarang pun juga belum 100% sih, tapi sudah jauh lebih baik sih) istri
tercinta bilang kalau SIM-nya bulan itu sudah habis masa berlakunya. Sebenarnya
tidak ada yang urgent dengan urusan SIM ini, tinggal diperpanjang juga beres.
Tetapi masalahnya, ( istri saya seperti kebanyakan wanita yang lain mungkin)
kalau mau ke Karanganyar dia mengeluh terlalu jauh. Saya suruh online di Solo
saja, toh sekarang sudah ada fasilitas mobile untuk perpanjangan SIM secara
online. Jadi seluruh warga di eks Karesidenan Surakarta, baik itu Wonogiri,
Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, juga Solo sendiri bisa
memperpanjang SIM fasilitas mobile perpanjangan SIM secara online ini. Tapi....
“Kulo mboten apal dalane, Bi...”,
kata Istri saya #gubbbraaggg....
Akhirnya, hari itu, selasa
entah tanggal berapa saya juga lupa, saya bonceng dan antar istri untuk
memperpanjang SIM. Padahal untuk jalan saja saya masih harus pake tongkat
elbow, tapi yo wis lah, nawaitu, slamet sampe tujuan...
Dari rumah di sebelah utara
kota Solo, kami langsung menuju sekitar kawasan Manahan. Lha kenapa ke sana,
karena dari yang saya baca-baca di google jadwal SIM online kalau hari selasa
ya di seputar Stadion Manahan itu. Sekitar jam setengah sembilan kami sudah
sampai di Manahan, pede saja muter di jalan sekitar Manahan, sekali putaran kok
lokasi SIM online tidak kelihatan, mosok yo di tengah Stadion? Hehehee...
Turun tanya sama tukang parkir,
“biasanya ada di dekat wedangan itu mas, yang dekat gereja...”
Hmmm... perasaan sudah lewat
sana tadi, dan tidak ada. Akhirnya kami balik lagi ke tempat yang disebutkan
mas mas tukang parkir. Celingak celinguk tetep saja tidak ada. Kebetulan ada
bapak bapak tukang becak yang sedang mangkal, “ooo... sudah pindah mas, ke
kelurahan Serengan...”
Halllah...
Cuzzz, kami pun segera meluncur
ke Serengan. Benar saja di sana sudah banyak yang antri meski mobil layanan SIM
belum datang. Tapi tenang saja, buku antrian untuk pendaftar sudah ada kita
tinggal ngisi saja, jadi yang datang duluan tidak bakal terselip pokoknya. Oh
ya tips dari pak Hansip yang jaga, kalau datang yang agak pagian karena jumlah
antrian terbatas. Biasanya hanya sekitar 40an yang dilayani. Kalau datangnya
sudah agak siang, mungkin jam 10an ke atas, biasanya bagian Bank dan KIR
dokternya sudah pergi.
Untuk pelayanan perpanjangan
SIM ini kalau menurut saya malah jauh lebih praktis. Kita tinggal antri,
kemudian dipanggil satu persatu untuk mengambil formulir, KIR dokter, bayar
biaya perpanjangan SIM via Bank, semua dilakukan di satu lokasi, bahkan saling
berdempetan... hehehee...
Dan yang jelas, prosesnya jauh
lebih cepat. Ketika itu kami datang sekitar jam 9 pagi. Jam 11 lebih sedikit,
SIM yang baru sudah ada di tangan dan siap dipakai. Tinggal naik kendaraan dan
muter muter lagi nyari warung makan. Maklum, tadi pagi belum sempat sarapan...
hehehehe....
Ini jadwal yang baru. saya dapat dari Bapake yang biasa nglaminating sim
Senin, 07 Maret 2016
Ceritanya
beberapa bulan yang lalu istri saya merengek minta supaya sepeda motor
yang biasa tiap hari dipakai buat
nganter anak ke sekolah diganti dengan yang motor yang matic. Biar lebih praktis
katanya. Ya sudahlah, akhirnya karena menyesuaikan budget juga, akhirnya
ditukarlah motor yang biasa dipakai sehari-hari itu dengan salah satu matic
keluaran perusahaan sayap terbang. Second tentunya hehehe…
Ketika itu ndak
kepikiran sama sekali tentang pajak atau tetek bengek lainnya. Yang penting
dapat motor dengan kondisi mesin bagus, tahunnya masih muda, harganya masuk
kantong eh masuk akal ya sudah, bayar.
Tapi bulan ini,
maret, ketika masanya pajak lagi baru mikir, la gimana tidak, kebetulan saya
tinggal di Gondangrejo masuknya kabupaten Karanganyar. Motor yang dibeli
kemarin itu plat nomornya yang mengeluarkan dari Boyolali. Lumayan repot juga
kalau musti bayar pajak sampai ke kota susu itu.
Ya sudah,
akhirnya kepikiran bagaimana kalau bayar pajaknya di Solo saja. Lebih dekat
pastinya. Dengar-dengar sekarang juga sudah bisa bayar pajak untuk kendaraan
bermotor dari luar daerah. Cuma prosedurnya itu yang masih kurang tahu.
Akhirnya ya modal nekat saja, tanya-tanya sama orang pasti juga ntar beres.
Berangkat juga
akhirnya ke samsat Solo. Setelah sehari sebelumnya mencari pemilik lama si
motor buat pinjam KTP. Alhamdulillah,
Sekali lagi kebetulannya, pemilik motor sebelumnya ternyata dulu adalah
tetangga dari tetangga saya. Tahunya juga pas pinjam itu. jadi lebih mudah
urusannya…
Oke, ceritanya
sudah berangkat.
Pas sampai di
Kantor Samsat Solo, pede saja langsung masuk ke dalam. Di dalam kantor
diberitahu oleh seorang bapak kalo tempat pendaftaran sekaligus mengambil nomor
antrian ada di sebelah kanan pintu masuk. Tepatnya loket yang paling kiri. Di
situ sudah ada dua petugas yang sekaligus akan memeriksa kelengkapan syarat
pendaftaran. Ya udah, daftar. Dapat nomor antrian 95, lumayan… padahal masih
pagi lho, jam 9 juga belum ada…
Sempat tanya ke
mas mas yang jaga, syarat perpanjangan STNK ternyata cukup STNK dan KTP.
Dua-duanya yang asli, tidak perlu pake fotocopy. Cukup dua itu saja.
Setelah duduk
antri di depan loket PELAYANAN SAMSAT KHUSUS sekitar setengah jam ( lebih dikit
) nomor antrian saya dipanggil. STNK dan KTP asli saya serahkan ke petugas.
Kemudian bergeser ke petugas yang di sampingnya untuk bayar, trus bukti
pembayaran di print, plus di tambahi stempel di STNK-nya. Sudah selesai.
Prosesnya tidak lama, paling sekitar 2 menit barangkali. Yang lama itu cuma
antrinya. Tapi dibandingkan kalau harus pergi ke samsat di mana STNK kendaraan
saya diterbitkan antrian yang hanya setengah jam tersebut jelas tidak ada
artinya.
Jadi kalau
semisal ada yang saat ini sedang kost atau mukim di kota Solo dan jatah pajak
perpanjangan STNK tahunan kendaraan sudah jatuh tempo, barangkali pajak
perpanjangan STNK di Samsat Solo ini bisa menjadi pertimbangan. Daripada musti
mudik pulang kampong atau mungkin mengirimkan surat-surat kendaraan dan KTP ke
orang rumah untuk diuruskan perpanjangannya, lebih baik bayar pajak
perpanjangannya di Samsat Solo saja. Suwun…
*semoga
bermanfaat
Entah nasib
memang sedang apes atau mungkin hanya kebetulan saja, dalam setengah tahunan
ini saya sudah ganti hape tiga kali. Yang pertama dulu ganti dari hape Samsung
kesayangan ( maklum hape android pertama saya, seandainya dukungan update dari
beberapa aplikasi masih ada hape yang satu ini pasti masih saya pakai. Tapi
yang itu tadi, setelah sekian lama mencoba ngeyel bertahan dengan yang cuma
ber-spek roti jahe, akhirnya saya harus mengalah dengan perkembangan teknologi…..
x_x ). Si Samsung yang sudah bertahun-tahun kemana-mana bersama saya itu saya
ganti dengan hape bekas istri saya. Lumayan tinggi juga spek-nya ( ngirit
dikitlah, daripada beli yang baru… hehehe… ). Namun malang tak dapat ditolak,
untung juga kagak kayaknya. Waktu itu saya mau ke warnet untuk men-download
aplikasi untuk pendataan yang dikirim seorang kolega via email, dhilalah kok
yah hape tadi pas ketinggalan, pas posisinya di atas kasur lagi. Nah, pulang
dari warnet si hape sudah hitam semua layarnya karena terinjak anak laki-laki
tersayang yang masih hobby main
loncat-loncat itu.
Terpaksa juga akhirnya
keluar modal, kali ini nyari hape sekalian yang agak mumpuni ( pikir saya ).
Nyari yang RAM dan internalnya agak gedean lah. Biar kalo browsing, bbm, dan
lain-lain bisa sedikit ngebut. Tapi ternyata si hape baru hanya seumur jagung.
Salah saya kali ini, kebetulan cuaca di Solo raya bulan-bulan ini memang agak
sulit diprediksi. Nah dalam kondisi cuaca yang agak grimis-grimis syahdu
tersebut, saya nekat saja naik motor dan si hape di saku depan. Ndak apa-apa
juga sih waktu itu, tapi pas sorenya ketika sedang digunakan terasa si hape
panasnya nambah dengan cepat, trus tercium juga bau seperti ada yang gosong
terbakar, dan…. Mak pettt…. Matilah itu gadget setelapak tangan tanpa bisa
diapa-apakan lagi. Kan masih garansi? Males ngurusnya, takut kelamaan…
Terpaksa musti keluar
modal lagi kayaknya. Tetapi berhubung saya sedang agak sibuk, istri saya yang
esoknya pergi belanja hape buat saya ( makasih cinta…). Alhamdulillah,
dibelikan hape yang bagus, cakep, layarnya jernih, kameranya wowww, ram standar
tapi internal gede juga sih… tapi… slot untuk kartu sim ternyata hanya
kompatibel untuk ukuran yang mikro…
Waduh, padahal
kartu sim yang saya pegang saat ini ukuran standar. Maklum dah jadul, sudah
berapa belas tahun saya pakai… musti ngurus ganti kartu sim ini… mana lagi
sibuk lagi…
Akhirnya setelah
3 hari hape baru nganggur, saya sempatkan untuk mampir ke Grapari. Kebetulan
juga hari Jum’at, barangkali sehabis jumatan Graparinya sepi, jadi ndak usah
pake antri… hehehe…
Awalnya saya
meluncur ke arah Purwosari, setau saya Grapari memang ada di kawasan itu.
tetapi ternyata di pagar depan kantor ada papan tergantung yang menerangan kalo
kantor Grapari sudah pindah ke depan Solo GrandMall. Welleh, tahu begini saya
harusnya bisa lebih hemat bensin tadi…
Yo wislah, balik
ke timur lagi, ngarah ke pusat kota…
Sampai di
Grapari parkiran terlihat sepi, sip berarti ndang rampung iki…
Saya masuk
kantornya, disambut sama mbak yang berjaga di dekat pintu. Ketika ditanya saya
jawab keperluannya untuk menganti kartu sim. Sama si em-mbak-nya diambilah
nomor antrian sesuai dengan keperluan sepertinya. Dapat nomor 6074 seingat
saya.
Masuk ke Grapari
ini terasa sekali kalau kantor ini memang disetting senyaman mungkin. Kursi
tunggu yang sangat sangat uempuk, pendingin ruangan dengan suhu yang lumayan
membuat saya agak menggigil, plus tayangan musicnya itu yang bikin saya jadi
ngantuk. Rasanya jadi kepengen ngambil bantal dan tidur sekalian di situ…
hehehe…
Nunggu gliran,
lumayan lama juga sih, ada barangkali 1 jam. Akhirnya nomor saya dipanggil.
Saya dilayani sama mas costumer servisnya. Ditanya keperluannya, terus KTP saya
dipinjam sebentar ( untuk mencocokan data barangkali ), lalu srett… kartu yang
ukuran mikro jadi. Kartu yang lama kemudian diminta, untuk dicopykan data
kontak yang tersimpan dalam kartu tersebut. Lalu kartu lama dikembalikan lagi
ke saya, tapi kata si mas-nya sudah tidak ada sinyalnya lagi. Lumayan, bisa
buat kenang-kenangan ;)
Terakhir, saya
disuruh untuk tanda tangan secara elektronik di sebuah tablet. Hanya itu saja,
dan selesai. Kartu sim dengan ukuran mikro sudah jadi dan siap digunakan. Tidak
perlu repot-repot ngisi formulir atau mungkin harus menulis 10 nomor kontak
yang pernah dihubungi. Pokoknya simple lah, hanya saja mungkin perlu waktu agak
luang untuk antri. Tapi sekali lagi tenang saja, tempatnya nyaman sekali kok.
Bakalan betah pokoknya… hehehe….
*suwun…
Jumat, 20 November 2015
Posted by ashidqy hayun on 08.32 in Alonrider, Tips dan Trik, yang penting nulis adjah... | No comments
Seperti janji saya tempo hari, pada postingan kali
ini saya sertakan contoh surat permohonan ketika mengajukan permohonan ganti
nama di Pengadilan Negeri Sragen. Bagi yang ingin tahu alasan pergantian
namanya, mungkin bisa dilihat dipostingan saya yang kemarin tentang ProsesPembetulan / Ganti Nama di Pengadilan Negeri Sragen ( Part 1 ).
Sebetulnya seperti rencana awal kemarin, saya
harusnya datang ke Pengadilan Negeri Sragen untuk menyerahkan berkas permohonan
ganti nama. Tetapi kebetulan juga mendadak saya ada costumer yang memesan
dagangan yang saya lapak. Jumlahnya pun lumayan. ( apa sih dagangannya? Ceksaja di mari…) Jadi terpaksa rencana ke PN Sragen saya batalkan. Tapi tenang
saja, insyaallah segala berkas dan persyaratan sudah saya siapkan dari rumah.
Jadi orangtua dari si anak yang ingin dibetulkan namanya tetap meluncur ke
Sragen untuk mendaftarkan gugatan, eh mendaftarkan permohonan.
1. Surat Permohonan ganti/perbaikan nama ( rangkap 5
, salah satu bermaterai Rp. 6000,- )
2. Fotocopy akta kelahiran yang ingin
diganti/perbaiki namanya ( 1 lbr )
3. Fotocopy Akta nikah ( 1 lbr )
4. Fotocopy KTP orangtua ( masing-masing 1 lbr )
5. Fotocopy Kartu Keluarga ( 1 lbr )
6. Fotocopy Surat keterangan lahir dari dokter ( 1
lbr – jika masih punya )
7. Fotocopy Surat keterangan lahir dari kelurahan ( 1
lbr )
Untuk
persyaratan no 2 s/d 7 semuanya dilegalisirkan ke Kantor Pos dan diterakan
materai Rp. 6000,/lembarnya…
Oiya hampir lupa, untuk syarat no 1, selain ada
hardcopy sebanyak rangkap 5, juga disertakan softcopy dalam bentuk piringan
padat aka CD. Dan ditambah lagi 1 CD kosong ( jadi CD yang diserahkan ke
panitera ketika mendaftar ada 2 keping, yang satu berisi surat permohonan, yang
satunya lagi kosong ).
Mungkin ini tentang persyaratannya, dan bisa jadi di
setiap wilayah akan berbeda.
Terus, kira-kira berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk proses
perbaikan/pergantian nama ini. Terus terang saya juga masih kurang tahu. Tetapi
kemarin sempat dibisiki oleh petugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Sragen dengan perincian seperti ini :
1. BRI Rp.
350.000,-
2. Leges Rp.
75.000,-
3. Sumpah Rp.
20.000,-
4. Penetapan Rp.
200.000,-
Dan
catatan tambahan dari Bapak di Dinas Kependudukan tadi, “itu biaya kalau tidak
pake calo lo mas…”
Nah, tunggu laporan berikutnya tentang proses
perbaikan/ganti namanya ya....
Semoga bermanfaat.
Eh, maaf lupa lagi, ini link download suratpermohonan ganti namanya. Via mediafire.
Selasa, 10 November 2015
Posted by ashidqy hayun on 09.10 in Alonrider, cerita kecil, yang penting nulis adjah... | No comments
Tadi pagi pas ngajar di kelas, kebetulan sekali
materi ajarnya yang untuk kelas Sembilan ( maklum, kurikulumnya masih KTSP )
adalah tentang akikah. Yang mana menjadi salah satu kewajiban orangtua ketika
kelahiran anaknya adalah mengakikahi si anak tersebut. Bila laki-laki dengan 2
ekor kambing/domba, bila perempuan cukup dengan 1 ekor kambing/domba saja.
Namun ternyata masih ada kewajiban yang mmusti ditanggung oleh orangtua, yaitu
memberi anaknya tersebut dengan nama yang sebaik-baiknya ~ kalau ini relatif
sebetulnya~ nama yang bisa jadi harapan, doa, mungkin juga cita-cita.
Nah, ketika membahas tentang materi tersebut,
tiba-tiba saja jadi teringat kegiatan beberapa waktu ini. Membetulkan nama
‘cucu’ saya –padahal saya masih muda lho, tiba-tiba saja jadi kerasa kalo sudah
tua – anak pertama dari anak pertama kakak pertama saya –hehehe… bahasane
mbulet ya? –
( ya sudahlah sebut saja ‘cucu’ saya )
kebetulan saja si cucu saya tadi salah penulisan nama
di akte lahir. Orangtuanya menurut saya sudah bermaksud baik dengan memberi
nama yang baik, “KHAIRA” ( untuk lanjutan namanya off the record mawon njeh… ),
tetapi yang tertulis di akte lahir tersebut “KHIRA”. Sebenarnya kalau hanya
masalah salah atau kurang huruf, setau saya bisa di betulkan langsung di Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Tapi ya itu tadi, orangtua si anak
tadi sama persis dengan warga Negara Indonesia kita tercinta ini. Asal tau
saja, Warga Negara Indonesia ini kan paling alergi kalau urusan tetek bengek
administrasi dan hal-hal yang sejenis itu, ya mengendaplah acara pembetulan
nama tersebut sampai 2 tahun lebih.
Nah, yang ketiban sampur buat repot akhirnya ya saya
juga. Saya yang tidak tau apa-apa ini, ndilalah pada suatu malam, mak bedunduk
keponakan saya dan Bapaknya –kakak ipar saya- datang ke rumah. intinya, sama
seperti judul di atas, minta tolong ngurus ganti/pembetulan nama si ‘cucu’
cantik. x_x
Padahal jujur, sama sekali saya buta segala urusan
tentang Kabupaten Sragen, tempat akta yang salah tersebut terbit. Belum lagi
saya sebenarnya ada janji dengan kolega bisnis… ( mau gabung bisnis saya, klik
saja di sini ) Tapi ya sudahlah, namanya juga saudara, menolong mereka juga
pasti dapat pahala…
Dan proses dimulai.
PERTAMA, berdasarkan pengalaman saya di Kabupaten
Karanganyar tercinta – cie cie cie -,
kalau ada yang salah dengan akte bisa dibetulkan di Disdukcapil setempat. Ada
loket pembetulan akte biasanya. Nah ( lagi ) target pertama saya ya ke
Disdukcapil Sragen, siapa tahu bisa dibereskan di tempat tersebut. Saya
jadwalkan Rabu ( 4-11-’15) kemarin. Kebetulan jadwal saya sendiri kosong.
Harapan saya besar sebenarnya urusan memperbaiki nama ini bisa selesai di dinas
ini. Kira-kira Jam 10.30anlah saya tiba di Disdukcapil Sragen. Bener juga,
ternyata ada loket perbaikan akte. Ya udah ambil dulu nomor antrian. Sesudah nunggu
beberapa saat dipanggil juga untuk mendekat ke loket. Tanya-Jawab sebentar,
akhirnya bendelan berkas ketika pengajuan akta dahulu dicari. Dan……. Inilah
yang tidak saya sukai ketika memakai jasa calo. Ada yang bilang supaya urusan
lancar, siapa bilang lancar. Ada yang bilang cepat beres, siapa bilang beres,
malah repot kayak gini….. Di berkas pengajuan tersebut tidak ada sama sekali
kata “KHAIRA”, cuma ada “KHIRA”. Mulai dari surat kenal lahir dari kelurahan
sampai blangko pengajuan akte, semuanya sama. Jadi memang sudah sejak awal,
nama yang diajukan ke disdukcapil salah. Kalau kasusnya seperti ini, bapak yang
jaga loket menyarankan sebaiknya ke pengadilan saja. Ya okelah pak kalau
begitu…. Tetep dengan SEMANGAT PAGI..!!! cuma bocoran biayanya itu lho yang
bikin agak merinding, kirain cuma 50-100ribu…. Hehehe….
Akhirnya harus pindah juga ke tempat KEDUA,
Pengadilan Negeri Sragen. Ndilalah, sampai di sana pas jam istirahat siang,
terpaksa nunggu lagi. Sesudah nunggu sekitar satu jam, saya masuk ruang panitera.
Tanya-tanya tentang prosedur ganti nama. Ternyata syaratnya tidak rumit-rumit
amat. Hanya membuat surat permohonan kepada Ketua Pengadilan
dilengkapi/dilampiri beberapa berkas. Berkasnya pun tidak banyak, hanya
fotocopy surat nikah, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy akte yang mau dirubah,
fotocopy KTP orangtua, terus kalau dalam kasus ini ditambah fotocopy surat
keterangan dari dokter (kebetulan masih ada). Dan semua fotocopy-an tadi musti
dilegalisirkan ke kantor pos dan diberi materai 6.000,-
Berhubung rabu kemarin surat permohonan perbaikan
nama belum ada, terpaksa kami pulang dulu. Inshaallah rencananya besok ( rabu
lagi ) perjuangan akan kami lanjutkan –hehehe-
Mohon tunggu update perjuangan kami ya…
![]() |
| Gerbang masuk Kabupaten Sragen |
NB: SEKALI
LAGI, INGAT SEKALI LAGI…. JANGAN PAKAI JASA CALO…!! NGURUS ADMINISTRASI ITU
MUDAH KOK…..
Btw, kalau ada yang menginginkan contoh surat
permohonan ganti nama, inshaallah nanti saya upload di posting berikutnya.
Kebetulan ada contoh dari pihak panitera, masih perlu dimodifikasi sesuai
keperluan tentunya.
Senin, 12 Oktober 2015
Posted by ashidqy hayun on 09.05 in Alonrider, Hikmah, litle heaven, Mauidhah Khasahah | No comments
Pasir mengajarkan kita satu hal:
" Pasir, akan tetap berada di tangan kita jika kita tetap membuka tangan kita setelah mengambilnya...
" Pasir, akan tetap berada di tangan kita jika kita tetap membuka tangan kita setelah mengambilnya...
Tapi ingat, ketika pasir itu kita genggam... maka pasir itu akan semakin berusaha untuk keluar dari genggaman...
Dan semakin kuat kita menggenggam maka semakin banyak pula pasir yang akan luput dari genggaman kita... "
"Kita tidak bisa memegang terlalu banyak hal. Tidak peduli apapun yang kita kerjakan untuk memegangnya, & seberapa ngotot kita ingin tetap menjaganya, angin akan meniupnya pergi.
Maka belajarlah merelakan & pilih dgn hati2 yg kita inginkan untuk tetap tinggal, karena seperti pasir, hanya yg ada di tengah genggaman lah yg akan tinggal"
*****
Jadi jangan membuang waktu dengan membenci seseorang ataupun membuat permusuhan...
Kasihilah diri sendiri dan kasihi sesama...
Dunia sangatlah luas dan Hidup sangatlah pendek...
(Dari Bc SeOrang SahAbat)
SELAMAT PAGI.
Dan semakin kuat kita menggenggam maka semakin banyak pula pasir yang akan luput dari genggaman kita... "
"Kita tidak bisa memegang terlalu banyak hal. Tidak peduli apapun yang kita kerjakan untuk memegangnya, & seberapa ngotot kita ingin tetap menjaganya, angin akan meniupnya pergi.
Maka belajarlah merelakan & pilih dgn hati2 yg kita inginkan untuk tetap tinggal, karena seperti pasir, hanya yg ada di tengah genggaman lah yg akan tinggal"
*****
Jadi jangan membuang waktu dengan membenci seseorang ataupun membuat permusuhan...
Kasihilah diri sendiri dan kasihi sesama...
Dunia sangatlah luas dan Hidup sangatlah pendek...
(Dari Bc SeOrang SahAbat)
SELAMAT PAGI.
Posted by ashidqy hayun on 08.34 in Alonrider, cerita kecil, Hikmah, Mauidhah Khasahah | No comments
Riset Ilmiah menyebutkan :
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir) .
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah Universitas, 70 % materinya tidak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.
6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.
Hidup seperti pertandingan bola.
Babak Pertama (masa muda) : Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.
Babak kedua (masa tua) stamina menurun karena Darah Tinggi, Gula Darah, Asam Urat, Kolestrol.... dsb .
Semoga kita selalu waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 babak.
Tidak sakit juga harus Check Up, tidak haus juga harus minum.
Galau juga harus cari Solusi, merasa benar juga harus mengalah.
Powerfull juga perlu merendah, tidak capekpun perlu istirahat.
Tidak kayapun perlu bersyukur, sesibuk apapun juga perlu olahraga.
Sadarlah, hidup itu pendek, pasti ada saatnya Finish !
Jangan tertipu dengan usia muda…, karena syarat mati tidak harus tua…
Jangan terpedaya dengan tubuh badan Sehat… karena syarat mati tidak mesti Sakit.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik, walaupun tidak banyak orang yg memahami.
Jadilah seperti jantung, yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat,
Ajal tak mengenal waktu dan Usia,
Jadi...
Terus berbuat baik, bersyukur atas apa yg sdh ada dan selalu menyampaikan kebenaran, dimanapun dan kapanpun......
life is beautiful..
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir) .
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah Universitas, 70 % materinya tidak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.
6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.
Hidup seperti pertandingan bola.
Babak Pertama (masa muda) : Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.
Babak kedua (masa tua) stamina menurun karena Darah Tinggi, Gula Darah, Asam Urat, Kolestrol.... dsb .
Semoga kita selalu waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 babak.
Tidak sakit juga harus Check Up, tidak haus juga harus minum.
Galau juga harus cari Solusi, merasa benar juga harus mengalah.
Powerfull juga perlu merendah, tidak capekpun perlu istirahat.
Tidak kayapun perlu bersyukur, sesibuk apapun juga perlu olahraga.
Sadarlah, hidup itu pendek, pasti ada saatnya Finish !
Jangan tertipu dengan usia muda…, karena syarat mati tidak harus tua…
Jangan terpedaya dengan tubuh badan Sehat… karena syarat mati tidak mesti Sakit.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik, walaupun tidak banyak orang yg memahami.
Jadilah seperti jantung, yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat,
Ajal tak mengenal waktu dan Usia,
Jadi...
Terus berbuat baik, bersyukur atas apa yg sdh ada dan selalu menyampaikan kebenaran, dimanapun dan kapanpun......
life is beautiful..
Sabtu, 02 Mei 2015
Posted by ashidqy hayun on 20.16 in Alonrider, cerita kecil, Kerohanian Islam, yang penting nulis adjah... | No comments
Menjelang Ujian Nasioal ( UN ) SLTP yang akan
dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 7 Mei 2015, maka pada hari Rabu 29 April
kemarin bertempat di Aula SMPN 1 Jumapolo, siswa-siswi kelas IX SMP N 1 Jumapolo
dibimbing untuk melaksanakan doa bersama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memberi bekal spiritual kepada para siswa sehingga mereka dapat lebih tenang
dan mampu berikhtiar ketika mengerjakan UN nanti.
Meskipun pelaksanaan UN kali ini seperti yang telah
kita ketahui bersama tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan siswa, namun
membekali siswa agar mereka lebih siap menghadapi pelaksanaan UN sehingga bisa
memperoleh nilai yang maksimal.
Kegiatan yang dibimbing oleh Bapak Marsetyanto, S.Pd
juga mencoba memberi pemahaman kepada siswa pentingnya doa setelah berusaha.
Karena itu, sebagai wujud komitmen bersama maka dalam kegiatan ini juga
disepakati bahwa setiap malam selama berlangsungnya UN SMP, sekitar jam 8 malam
seluruh siswa SMP N 1 Jumapolo diharapkan untuk bisa melaksanakan sholat hajat
di rumah masing-masing sebagai upaya agar keinginan dan cita-cita para siswa,
terutama yang terkait dengan pelaksanaan UN kali ini dapat tercapai. Amiiiin……
Bahagia itu, ternyata Sederhana....
- Mendengar istri mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga.
- Mendengar suami masih ngorok disebelahku berarti aku masih punya suami.
- Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.
- Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.
- Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.
- Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
- Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
- Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.
- Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnis ku masih bergerak dan hidup.
- Mendapatkan banyak komplain dari customer kita menandakan bahwa customer kita masih ada, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.
- Mendengar nyanyian suara yang fals, itu berarti aku bisa mendengar.
- Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.
Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan
meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.
Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan,
kebahagiaan, kedamaian serta Rasa Syukur yang melimpah.
Aamiin
#self_reminder
dari BC Seorang Sahabat
Selasa, 28 April 2015
Posted by ashidqy hayun on 09.18 in Alonrider, cerita kecil, Hikmah, Mauidhah Khasahah, yang penting nulis adjah... | No comments
Senin, 21 April kemarin terasa
sekali ada sesuatu yang berbeda. Salon-salon rias di sepanjang jalan dari rumah
sampai ke tempat kerja terlihat penuh. Terlihat dari banyaknya sepeda motor
yang ruah di tempat parkiran. Ya
dimaklumi saja, 21 April adalah hari kartini. Para Ibu, wanita pekerja, pelajar
putri, anak-anak SD juga TK antusias sekali ketika perayaan hari kartini ini.
Setahun sekali, seolah ada lomba fashion show di tempat-tempat kerja. Tak
terkecuali juga di tempat kerja saya. Beberapa teman bahkan cerita kalau sudah
antre di salon sejak sehabis subuh. Seorang Bapak juga mengatakan sejak habis
subuh sampai jam 7.30 dia sudah ngantre di salon karena nganter anaknya yang
masih TK. “Lo, kok ndak didandani Ibunya saja, Pak?”, tanya saya. “Ibunya juga
ikut nyalon ogh…” Jawabnya… J
BTW, bukan masalah sebenarnya kalau
menurut saya, mau dandan sheboh apa, mau cuma tampil sederhana dan bersahaja,
yang penting semangatnya. Semangat Kartini, semangat emansipasi…
Singkat cerita, demikian juga yang
ada di tempat kerja saya. Para Bapak dan Ibu di wajibkan memakai pakaian adat.
Si Bapak musti pakai beskap ( sumuk poll
rasanya… ) para Ibunya wajib berkebaya. Demikian juga dengan para siswanya.
Yang putri berkebaya, yang putra pakai batik. Kegiatan hari itu dimulai dengan
upacara bendera, selanjutnya lomba-lomba, tujuannya refreshing menyenangkan siswa. Yups,
cuma itu. Tidak ada acara yang macem-macem, apalagi semacam bikini party yang bikin heboh itu…
hehehe…
Tapi bukan itu inti tulisan ini.
Singkat cerita segala kegiatan sudah
selesai. Pulang kerumah saya jalankan motor dengan lebih pelan dari biasanya.
Mumpung pulang lebih awal, jadi bisa lebih santai.
Pas pulang, di tengah macetnya
jalanan karena proyek fly over Palur
dari sebelah kiri tiba-tiba sebuah Yamaha vixion ( maaf, saya sebut merk ) yang
mendahului… dan… woowww…. Yang duduk jadi boncengernya itu lho yang bikin mata
enggan untuk berkedip. Sepasang paha yang hanya berbungkus celana minim nyaris
sampai pangkalnya terpampang di depan mata. Belum lagi bajunya yang tipis
terlihat menerawangkan apa yang terbungkus di dalamnya
Jujur, sebagai lelaki normal tidak
memungkiri kalau saya menikmatinya meski sejenak… ( x_x )
Namun, beberapa detik kemudian
terlintas hal yang berbeda dalam pikiran saya, cuaca di Solo Raya akhir-akhir
ini memang membuat gerah, sangat gerah malahan. Terik di siang hari serta hujan
pada malamnya benar-benar membuat tingkat kelembaban terasa sekali. Tetapi apa
memang separah itu? Yang bahkan sampai di tengah cuaca yang saat itu terik ada
yang saking gerahnya nyaris tidak berbusana keluar dari rumah. Masyaallah….
Sambil tetap menjalankan motor di
belakang mereka ( maaf, bukan niat. Ini murni semata terpaksa karena situasi
lalu lintas yang padat merayap… ) coba saya amati yang duduk memegang stang.
Cowok tulen sepertinya, bercelana panjang dan berjaket lengkap. Tetapi kenapa
dia membiarkan pasangannya ( bisa jadi pacar atau istrinya mungkin ) terekspos
dan dinikmati mata nakal para lelaki ( termasuk saya… x_x ).
Selepas macet, selewat jembatan
Bengawan Solo, beberapa pemandangan yang tak sama namun serupa beberapa kali
juga terlihat. Sebagaian besar mengekspos tubuh dengan pakaian minim, namun ada
juga perempuan berjilbab yang justru belahan ( maaf ) pantatnya terlihat…
Masyaallah….
Ah, para perempuan itu, tidakkah
terbersit sedikit saja rasa takut di dalam hati mereka tentang akhirat. Kenapa?
Bukankah Rasulullah pernah bersabda, bahwa perempuan-perempuan yang berlaku
seperti itu bahkan tidak halal baginya untuk mencium bau surga. Padahal bau
surga dalam sebuah riwayat sudah akan tercium dalam jarak 40 tahun perjalanan.
Malah ada satu riwayat lagi yang mengatakan 70 tahun perjalanan. Bayangkan,
betapa jauhnya mereka-mereka , para perempuan yang mengekpos anggota tubuhnya
tersebut dari nikmatnya surga. Bahkan mencium baunya sekalipun tiada diijinkan
oleh Allah.
Itu kalau hanya berkenaan dengan
diri mereka sendiri. Namun, ternyata ada rentetan dosa tidak hanya berhenti
sampai pada si perempuan itu saja. Masih ada sang Ayah, jika si perempuan masih
belum menikah yang akan ikut terseret-seret dengan dosa. Si Suami, bila
perempuan tadi sudah menikah. Saudara lelaki si perempuan, apabila sang ayah
telah meninggal dunia, dan bahkan anak lelaki dari perempuan tersebut juga ikut
terseret-seret dalam dosa…. Nauzubillah…..
Inilah yang terkadang menjadi ironi,
ada kata emansipasi yang didengungkan dengan kuatnya memakai ikon sang Ibu Kita
Kartini. Namun layaknya sebuah penafsiran, terkadang ( seringkali malahan )
kata emansipasi malah melenceng jauh dari cita-cita mulia sang Ibu. Naïf
rasanya, ketika wujud emansipasi tersebut kemudian menjadi alasan untuk bisa
berekspresi sebebas-bebasnya tanpa peduli apapun, tanpa peduli apa dan siapa,
tanpa peduli syariat agama.
Barusan seorang teman menulis di
akun facebooknya, “Kartini yang
dimaksudkan oleh R.A. Kartini adalah taat kepada suaminya, memberikan susu
eksklusif untuk anaknya, bersahaja pakaiannya, cerdas berpikirnya, pandai
mendidik anak-anaknya, pintar menciptakan suasana bahagia dalam rumah tangga,
hormat pada orang tua, menjaga marwah keluarga,peduli pada sesama, mengabdi
untuk bangsa, memegang syariat agama, MAU MENULIS… #disarikan dari habis gelap
terbitlah terang dan surat-surat Kartini”
Pas sekali rasanya tulisan teman yang
satu ini. Emansipasi yang dimaksud bukanlah sesuatu yang tanpa batasan. Masih
ada beberapa kewajiban, meski tidak juga melupakan hak-hak yang melekat pada
seorang perempuan. Masih ada tuntunan
syariat yang mesti diikuti.
Karena itu para kartini bangsaku,
jangan pernah lagi berkata, “Tubuh-tubuh gue, pakaian-pakaian gue, terserah mau
gue apain, emang masalah buwat loh…!”
Tolong kasihani kami para Ayah,
Suami, Saudara laki-laki atau nakan laki-laki-mu. Tolong ikuti syariat
agama-mu, tolong tutup aurat-mu…
Karena Kartini yang sejati tidak
akan membiarkan dirinya dinilai hanya sebatas fisik semata. Kartini sejati
adalah dia yang berfikir dan bertindak dengan penuh pertimbangan matang, pun
juga dia peduli pada sesamanya. Dan Kartini sejati akan senantiasa menjaga
kehormatannya, dan kehormatan orang-orang disekitarnya…
#habis gelap terbitlah terang
#semoga makin jaya bangsaku
Ammiiiiiin…………………
Jumat, 26 Desember 2014
Beberapa hari lalu ada sms dari seorang teman isinya tentang kenaikan
gaji PNS tahun 2015 besok. Jujur saja ketika membaca sms tersebut tidak ada
yang terasa wah atau bagaimana githu… meski jujur saja kalau melihat nominal
yang tertulis lumayan juga sih. Terlebih untuk saya sebagai PNS golongan 3A.
seandainya benar, ini benar-benar layak disyukuri. Tapi mau bagaimana lagi,
sudah terbiasa rasanya saya dengan hal-hal yang berbau seperti itu, hoax kalau
istilah kerennya sekarang.
Lalu sekitar tiga hari kemudian,dapat lagi saya berita yang sama dari seorang teman yang
lain. Tapi kali ini lewat BBM. Trus hari ini, di beranda facebook seorang teman
ketika Pra Jabatan dulu juga diposting hal yang serupa. Bahkan kali ini
terlihat jelas kalau berita tadi tercetak dalam surat edaran.
Hmmm… lumayan massif juga
ternyata peredaran berita SKB tiga menteri tentang kenaikan gaji PNS tahun 2015
ini…
Kalo mau tahu, ini lho sebenarnya bunyi SKB tiga menteri yang kami
maksud; “ KABAR GEMBIRA BUAT GURU2. SKB MENKEU.MENDIKBUD. MENPAN NO.251/SKB/2015.
Menjlskan bhw:1.Tnjngan sertpkasi dicabut tmt 1 januari 2015 2.Sbgai
penggantinya dbrkan tnjangan ksjhtraan sesuai GOL/RUANG.GOL.II.A/B.
3JT/BLN. II.C-D. 3,5JT. GOL III.A-B.4JT. III.B-C. 4,5JT. GOL IV.A-B 5JT.
IV C-D.6JT. dtmbh tnjngan daerah terpncil tngkat kab/kota 2,5jt/bln. bg
tnjngn struktral KS. 2,5JT/BL.PENILIK., PENGAWAS 3JT.KA.TU. 3JT/BL KA
UPTD 5JT/BL.GAJI KE-13 DBERIKAN TIAP BLN FBRUARI . DAN GAJI POKOK JG
DIADAKAN PERUBAHAN SBB. GOL II.A.B. 3,5JT. II.CD.4JT.III.A.B
4,5JT.III.C.D.5JT. IV.A.B.5JT. IV.C.D.6,5JT. BAGI GURU WB.. dst “
Lalu kenapa saya tidak terkejut atau mungkin merasa senang ketika
menerima sms tersebut ( meski jujur, kalau memang kejadian seperti yang
tertulis tersebut ya g’ apa-apa juga… kebetulan sekali menurut saya… hehehe… ngarep dot com… ) – ( dan bagi para guru
yang sudah bersertifikasi mungkin saja ini bencana karena cicilan mobilnya
belum pada lunas… hehehe… )
Oke, balik lagi ke bahasan yang di atas, kenapa tidak terkejut itu. Ya
karena dulu, entah tahun berapa itu, kalau tidak salah tahun 2012 mungkin,
pernah ada edaran/ sms beranting yang sama. Isinya malah lebih fantastis kalau
tidak salah ( maaf, saya lupa-lupa ingat ) sekitar 5 jutaan untuk golongan 3
(Alhamdulillah….).
Kemudian yang kedua; edaran tersebut mengatas namakan tiga menteri.
Tapi lihat saja nomor suratnya, harusnya kalau mengatas namakan SKB nomor surat
tidak akan sesederhana itu. Ketika nama yang dipakai lebih banyak, urusannya
juga akan lebih panjang. Imbasnya juga akan ke nomor surat, otomatis juga akan
melibatkan tiga kementrian.
Berikutnya yang ketiga; lihat lagi pada tahun surat, 2015. Yups,
betul, memang SKB ini dikatakan berlalu pada tahun 2015. Seorang teman yang
juga menerima sms ini ngeyel tentang hal ini. Tapi plisss dong, kalau memang
SKB ini bertahun 2015, ngapain keluarnya tahun 2014? Ndak salah itu? Harusnya
tahun surat juga 2014. Terus masih juga ada makhluk yang ngeyel lagi, “ini itu
akan keluar januari nanti pak suratnya’. Tapi nomornya itu lho, banyak bingit.
Rajin amat orang-orang di kementrian sehingga bulan januari saja sudah
mengeluarkan surat dengan nomor ratusan, keputusan bersama lagi.
So, apa kesimpulannya? Bagi bapak atau ibu terutama yang PNS, jangan
terlalu heboh menanggapi beredarnya edaran, SMS, atau BC tentang SKB kenaikan gaji
PNS tahun 2015 ini. Karena jelasjelas ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
Tidak perlu juga resah, panik, tidak doyan makan, tidak bisa tidur, atau mimpi
buruk karena tunjangan sertifikasi hilang… hehehe… karena sekali lagi banyak
hal janggal yang ada dalam edaran tersebut.
Semoga tulisan ini bermanfaat… wassalam…
Selasa, 18 November 2014
Posted by ashidqy hayun on 11.16 in Alonrider, cerita kecil, yang penting nulis adjah... | No comments
Beberapa hari lalu ada seorang teman di BBM yang memasang DP pose masa
kuliah dulu. Saya lupa-lupa ingat ( malah tidak ingat sekali ternyata ) foto
itu diambil ketika sedang ada kegiatan apa. Yang jelas banyak dari kami ada di
gambar DP tersebut. It’s fine, tidak
masalah. Tapi yang jadi masalah menurut saya adalah status yang bersangkutan
beberapa detik kemudian, “Kau mantan terindahku..”
So, kenapa harus bermasalah? Ya karena dari sekian banyak laki-laki di
DP itu, Cuma saya yang pernah menjalin ikatan dengan ‘dia’… hehehe… [ ketahuan
nich…. ]
Ya ampun, selama ini masih juga dikenang-kenang. 15 tahun lebih, hubungan
yang seingat saya cuma sekitar 3 bulan, mungkin kurang malah. Bukankah dia
sesudah itu pernah menjalin hubungan dengan beberapa orang. Lalu kenapa musti
saya?
Lalu kenapa saya juga musti ribut? Bukan ribut sebenarnya, hanya
merasa sedikit terganggu saja. karena terus terang kejadiannya bukan hanya
tentang depe ini saja. Ada beberapa kali peristiwa yang hampir sejenis. Pernah
dulu by SMS, mungkin karena saya agak cuek berhenti dengan sendirinya. pernah
juga lewat Facebook, kalo yang ini saya blokir [ hehehe ]. Nah sekarang via BBM…
dan dari beberapa teman juga, saya sedikit tahu tentang kondisi yang
sebenarnya. Dan saya hanya bisa mendoakan dia…
Saya jadi ingat beberapa tahun lalu pernah membaca sebuah buku yang (
maaf judulnya lupa ) pada salah satu bab-nya menceritakan tentang cara unik
suku di Afrika ketika berburu monyet/kera. Mereka berburu bukan dengan panah,
bukan dengan tombak, bukan pula dengan senapan. Mereka berburu tidak dengan
alat-alat tadi. Karena kalau dengan alat tersebut, hewan buruan mereka akan
sangat mungkin tertangkap dalam kondisi mati. Jika itu yang terjadi, maka harga
jual hewan buruan mereka akan jauh lebih murah dibanding jika hewan buruan
tersebut masih dalam keadaan hidup. Lalu dengan cara apa mereka melakukannya?
Mereka berburu hanya dengan umpan beberapa butir kacang. Kacang? Iya bener
kacang.
Caranya cukup sederhana sekali. Dengan perangkat tambahan yang berupa
toples yang bermulut sempit. Toples tadi ditanam terlebih dahulu ke dalam tanah
dan dipastikan kalau si toples tidak mungkin tertarik keluar dengan mudah.
Selanjutnya, beberapa butir kacang dimasukkan ke dalam toples tadi. Diberi
sedikit aroma, dan si pemburu hanya tinggal menunggu si monyet terjebak perangkap.
Prosesnya seperti ini, ketika si monyet melihat beberapa butir kacang di dalam
toples, mereka akan berusaha mengambilnya. Tapi tangan mereka yang menggenggam
kacang sangat tidak dimungkinkan untuk bisa lepas dari toples. Jadi sang
pemburu tinggal berjalan saja kemudian melemparkan jala ke arah si monyet. Dan
si monyet pun tertangkap hidup-hidup.
Terus apa hubungannya Depe mantan sama cerita nangkap monyet?
Ya dihubung-hubungkan saja. Begini penggambarannya, anggap saja
‘kacang’ adalah masa lalu. Lalu ‘monyet’ adalah diri kita. Yups, yang cerdas
pasti langsung nemu hubungannya. Seandainya saja si monyet mau melepaskan
kacang yang digenggamnya, pasti dia bisa lari menghindari jeratan jala sang
pemburu. Demikian juga halnya dengan kita. Seberapa kuat sebenarnya kita
menggenggam masa lalu kita, itu yang akan menentukan bisa tidak kita lari dari
toples kecil kita.
Semuanya kembali pada kita. Keikhlasan kita untuk melepas masa lalu,
menjadikan kenangan hanyalah sekedar kenangan, tidak lebih.
Namun sekali lagi semua memang kembali ke individu masing-masing.
Seberapa ingin kita mempertahankan ‘kacang’ kita, selama itu pula kita akan
terjebak dalam toples yang mungkin seiring waktu akan terlalu berat untuk
diangkat.
Tapi mungkin itulah sebenarnya diri kita. Kita mungkin saja masih
bersikap seperti seekor monyet dalam cerita di atas. Kita terus menggenggam
erat sesuatu hal yang sangat kecil. Tapi dari hal kecil itu akhirnya kita terpaksa
harus membawa ‘toples’ di tangan kita kemana-mana.
Sahabatku, teman-temanku, mungkin juga mantan pacarku [ :-p ]
mudah-mudahan kita bukanlah seekor monyet bodoh yang terjebak di toples hanya
karena mempertahankan sebutir kecil kacang. Semoga kita bisa dengan ikhlas
melepas segala tetek bengek ‘kacang’ yang menganjal dalam hati kita, sehingga
kita bisa mampu melangkah bebas dan ringan tanpa perlu membawa ‘toples’ yang
mengatas namakan kenangan, masalah, dendam, atau hal lain yang sejenis dengan
hal-hal tersebut.
Teman-temanku, sahabatku, ayo lepaskan ‘kacang’nya dan berlarilah…!!
#ayo Eb, lari yang kencang…!!! hhehehe…
Sabtu, 15 November 2014
Hampir sama seperti kejadian ketika acara pembukaan
kemarin, jatah membacakan doa kali ini juga sangat mendadak. Hmmm… sudah
tradisi barangkali..
Tetapi sekali lagi terimakasih
pada dunia ajaib internet, karena tinggal ceklak-ceklik semua yang diinginkan
bisa diperoleh. Tinggal sedikit editing saja untuk menyesuaikan diksi. By the way, trims buat mas yang punya
bingkaiperjuangan.wordpress.com bahan dari blog-nya sudah saya pake… :-p
Audzubillahiminasy
syaithannirrajim
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillahirabbil’alamin,
hamdan yuwafi nikmahu
Ya rabbana
walakal hamdu, walaka syukru
Allahumma
shalli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad
Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami..
Dengan mengucapkan puji serta syukur kehadirat-MU
atas segala rahmat karunia-MU yang telah ENGKAU limpahkan kepada kami, pada
hari ini dengan penuh pengharapan kami hadir di sini kiranya ENGKAU memberikan
barokah dan ridho-MU dalam acara yang kami laksanakan ini.
Ya Allah Ya Tuhan kami..
Ya Allah Ya Tuhan kami..
Kegiatan ini sangat besar sekali arti dan maknanya
bagi kami, menjalin silaturahim sekaligus meningkatkan kompetensi kami di
bidang kami, untuk itu ya Allah, tanamkan sifat rahman dan rahim-MU kepada kami
sekalian sehingga dapat berkiprah dalam pembangunan pendidikan ini.
Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami..
Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami..
Dengan telah berakhirnya kegiatan ini kiranya Ya
Allah, ENGKAU dapat melimpahkan pengetahuan dan kekuatan kepada kami dan ENGKAU
tumbuhkan rasa persaudaraan, persatuan yang kokoh di antara kami terjalin
dengan baik dan utuh.
Ya Allah Tuhan kami, ENGKAUlah Sang Maha Pengampun..
Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa pemimpin kami
serta dosa dan kesalahan kedua orang tua kami.
Perkenankanlah doa dan pinta kami ini.
Perkenankanlah doa dan pinta kami ini.
Rabbana atina
fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar
Alhamdulillahrabbil
alamin.
Rabu, 05 November 2014
Alon rider – Hari Minggu, harinya buat keluarga tercinta. Tidak ada
yang lebih berharga selain spending time
bersama dengan orang-orang terkasih.
Kemana? Banyak pilihan tempat yang bisa dijadikan tujuan di Kota Bengawan ini.
Ada Taman Bale Kambang, ada Gelora Manahan, ada Taman Satwa Taru Jurug, ada
CFD, atau kalau mau banyak lagi tempat hiburan yang murah meriah.
Kali ini tujuan kami cukup ke CFD saja. Mau nge-mall lagi tanggal tua
( hehehe.. ) jam 6.30an take off dari
rumah, tujuannya ya seperti biasa, Jalan Slamet Riyadi pas di depan Taman
Rakyat Sriwedari. Kenapa titik tujuannya di tempat itu, memang sengaja, karena
tempat ini memang sepertinya titik yang paling ramai dari seluruh jalan Slamet
Riyadi Solo yang di pakai untuk gelaran car free day. Lagipula biasanya juga
ada beberapa perform di depan Taman
Sriwedari. Pernah dulu, ada Project Pop manggung di situ. Lumayan… eh, amat
sangat lumayan sekali ding… hehe..
Hanya seperempat jam jalan untuk sampai ke lokasi. Selanjutnya tinggal
mengikuti si Wildan dan Mama-nya, jalan-jalan melemaskan kaki di sepanjang
Slamet Riyadi sambil menikmati udara pagi kota Solo yang sejuk. Lumayan ramai
juga kali ini. Banyak sekali yang berkegiatan kali ini. Baru nyadar, rupanya
Selasa besok pas tanggal 28 Oktober, sumpah pemuda. Pantes, yang pawai sampai happening art lumayan banyak.
Puas jalan-jalannya, saatnya naik ke pedestrian. Biasa, nyari sesuatu yang bisa buat ganjel perut.
Sambil jalan santai, lirik sana lirik sini ( lihat paha paha mulus juga…
hahahaha… dasar lelaki…) nyari yang kosong dan kira-kira pas di lidah. Pas di
sebelah selatan Hotel Novotel, terlihat ada yang sedikit atraktif.
Hmm, teh tarik. Jadi pengen nyoba, kira-kira sama tidak rasanya dengan
yang di ‘KL’ dulu…
Lumayan juga, sambil duduk-duduk di pinggir trotoar. Menikmati segelas
the tarik. Diiringi lagu ‘terlalu manis’-nya Slank yang dinyanyikan oleh
sekelompok anak muda yang sedang happening
di seberang jalan..
“…hari berganti angin tetap
berhembus
Cuaca berubah daun-daun tetap
tumbuh
Kata hatiku pun tak pernah
berubah
Berjalan dengan apa adanya
*:
Di malam yang dingin dan gelap
sepi
Benakku melayang pada kisah kita
*:
Terlalu manis
Untuk dilupakan
Kenangan yang indah bersamamu
Tinggallah mimpi
Terlalu manis……”
Ah, benar-benar pas. Segelas teh tarik dan sekelebat kenangan masa
lalu…
Benar-benar layak untuk dinikmati…
Benar-benar terlalu manis untuk dilupakan…
#seandainya bisa…
Selasa, 04 November 2014
Alon rider – Harusnya kemarin adalah acara pembersihan akuarium yang
rutin dilakukan seperti biasa. Harusnya juga, kegiatan bersih-bersih tadi
berjalan lancer juga seperti biasa. Maklum, sudah lebih dari setahun benda
bening terbuat dari kaca dan berisi air itu nongkrong di pojokan ruang. ( bagi
yang ingin tahu awal pembuatan akuariumnya, bisa dibaca di link akhirnya punya akuarium juga ini ).
Namun yang terjadi ternyata tidak seperti yang diharapkan. Seperti
biasa, yang dilakukan pertama adalah menguras air. Tidak lupa juga sekalian
kotoran yang mengendap dibersihkan pake selang kecil yang dipakai buat nguras
tadi. Ketika air akuarium mulai berkurang, seperti biasa pompa mini yang ada di
dalam akuarium saya matikan ( biasanya kemudian diambil untuk dibersihkan ).
Sampai di sini semua masih lancar. Bahkan sampai proses pengisian kembali,
semua masih lancar. Pompa akuarium-pun juga sama, tidak tampak ada masalah.
Hingga akhirnya ketika si pompa kembali dipasang. Ketika dihubungkan
ke steker, si pompa cuma mengeluarkan suara berderak-derak. Tidak seperti biasa
yang langsung serrr airnya mengalir
lancar. Tidak cuma itu, kemudian terdengar suara letupan kecil.
Segera saya cabut sambungan listrik. Ketika pompa saya angkat tercium
bau terbakar, ada yang korslet pastinya. Dan yang pastinya lagi, si pompa sudah
tidak akan bisa digunakan.ya bisa dimaklumi, benda kecil ini sudah bekerja
tanpa henti 24 jam sehari selama setahun lebih, kalau rusak ya wajar…
Akhirnya saya putuskan yo wislah,
tidak usah pake pompa air dulu. Males rasanya musti keluar rumah 7 kilo ke
Pasar Depok Solo ( maklum tempat ini yang paling dekat juga paling komplit kalo
untuk urusan ubo rampe pelihara ikan di Solo, bukan hanya melulu pasar burung
). Untuk pompa kan bisa nunggu 2 atau 3 hari, sekalian besok mampir sepulang
ngantor.
Tapi sepertinya terror itu dimulai dari keputusan ini. Semua berjalan
seolah biasa saja, air masih bening, ikan juga terlihat berenang-renang riang… hallah…
Hingga….
Ba’da ‘isya terlihat beberapa ikan mulai berenang terus dipermukaan
akuarium. Saya pikir tidak masalah. Hingga akhirnya ketika tengah malam sudah
lewat, saya dengar bunyi-bunyi berkecipak yang semakin keras dan sering. Karena
penasaran, coba saya tengok apa yang terjadi. Dan… 2 penghuni akuarium sudah
terbaring di dasar, sementara yang lain tampak berenang-renang lemas
dipermukaan. Ikan sapu-sapu yang biasanya diam tak bergerak juga terlihat
naik-turun seperti kehabisan nafas.
Langsung saya paham, pasti oksigen di dalan tangki akuarium sangat
minim. Ikan-ikan itu pasti serasa dicekik karena tiak bisa bernapas.
Segera saya ambil ember, mengisinya dengan air, membuatnya mendapat
tetesan kecil terus-menerus di bawah kran, mencoba menyelamatkan yang masih
tersisa. Meski saya sendiri tidak terlalu yakin… L ( tapi daripada tidak… )
Esoknya, satu ekor lagi menyusul mati. Alhamdulillah, 4 ekor terlihat
sehat + 1 ekor sapu-sapu..
Selanjutnya terpaksa akuarium dikuras lagi, dan pergi 7 kilo buat beli
pompa akuarium yang baru…
Well, apa hikmah yang bisa didapat kali ini; jangan pernah merasa
males, terutama bila berkaitan dengan makhluk yang ada dalam perawatan kita…
#maaf..
Sabtu, 01 November 2014
Alon rider – After 99999,9
kilometer. Keren ya judulnya? Mirip-mirip macam judul film sci-fi. Mungkin
menarik juga kalau dibuat jadi novel.. hehe..
Tidak ada yang menarik sebenarnya dengan judul di atas. Hanya sekedar
ingin tahu saja apa yang terjadi setelah angka 99999,9 tadi. Angka apa to? Itu
lho angka maksimal yang tertera di speedometer untuk mengukur jarak yang telah
ditempuh oleh sebuah kendaraan bermotor.
Kebetulan setelah sekian tahun dipake, si supri merah tunggangan
kesayangan itu angka kilometernya sudah hamper menunjukkan limit atas. Dulu
pernah ngalamin ketika masih pake Honda Grand, tapi waktu itu kana lat
pengukurnya belum digital, jadi ketika sudah sampai angka maksimal, langsung
balik lagi ke angka “0”. Nah, kali ini
yang ada pengukur digital, penasarn sih, soalnya belum pernah ada yang cerita.
Hehehe…
Kalau sudah maksimal terus bagaimana? Stag berhenti di angka itu?
Balik mulai dari “0” lagi? Mesinnya berhenti? Atau meledak seperti bom mobil?
Hahahaha…. Kalau yang terakhir ini sih lebay kayaknya…
Kali ini postingan iseng aja intinya. Siang tadi sehabis nurunin temen
yang biasa nebeng kalo pulang kerja, saya photo itu angka kilometer.
![]() |
| beberapa kilo sebelum 99999,9 |
Lalu lanjut lagi jalannya.
Lalu ketika sampe limit maksimal tak photo lagi.
![]() |
| ketika pas di limit 99999,9 kilometer |
Seratus meter kemudian?
![]() |
| balik ke 'nol' kilometer lagi |
Balik lagi ke angka “0” ternyata….
Dan tidak terjadi apa-apa. Tidak ada yang namanya ledakan ( hehe ) tidak
juga keluar uang macam ‘jackpot’ hehehe…
Dan tetep saja angkanya maju lagi seperti biasa…
![]() | |||
| tetep normal |
Well, sekedar demikian tentang after 99999,9 km kali ini.. hehe…
Sekali lagi Cuma iseng ngisi waktu luang saja…
Search Our Site
Popular Posts
-
Beberapa hari lalu ada sms dari seorang teman isinya tentang kenaikan gaji PNS tahun 2015 besok. Jujur saja ketika membaca sms tersebut tid...
-
Doa Pada Upacara Hari Kartini 2014 Allahuma Yaa Allah, Yaa Tuhan kami… Kami agungkan segala asma kebesaran-Mu, karena Engkau z...
-
Hampir sama seperti kejadian ketika acara pembukaan kemarin, jatah membacakan doa kali ini juga sangat mendadak. Hmmm… sudah tradisi barangk...
-
Ujian praktik merupakan salah satu dari tiga aspek Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI) ; aspek yang lain ada...
-
Alon rider – Kamis kemarin ketika sampai di sekolahan, belum juga kelar melepas jaket waktu parkir motor, tiba-tiba saja Wakil Kepala Sekola...
-
Ceritanya beberapa bulan yang lalu istri saya merengek minta supaya sepeda motor yang biasa tiap hari dipakai buat nganter anak ke sekol...
-
ALHAMDULILLAHIROBIL ALAMIN, YAA ROBBANA LAKALHAMDU WALAKAL MULQU WALAKAL SYUKRU KAMAA YANBAGHI LIJALAALIWAJHIKA WA ADZIIMI SULTHOONIK. ...
-
Alon rider - Saat ini sudah semakin banyak terobosan yang dilakukan oleh pemerintah demi kenyamanan pelayanan kepada masyarakatnya. Beberap...
-
Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam Secara garis besar, sejarah perkembangan Islam dibagi menjadi empat masa, yaitu; 1. ...






























