Aku, dan apa yang ada di sekitarku...
  • This is Sarimind's Blog

    Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )

  • This is Sarimind's Blog

    Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...

  • This is Sarimind's Blog

    Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.

Tampilkan postingan dengan label litle heaven. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label litle heaven. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2015

Posted by ashidqy hayun on 13.02 in , | No comments
Pada suatu pagi yang cerah seorang petani berjalan melintasi perkebunan. Petani melihat banyak tanaman tetangganya telah tumbuh cukup tinggi.
Lalu teringat bahwa tanamannya sendiri masih kecil pertumbuhannya. Agar tinggi tanamannya bisa menyamai milik tetangganya, sang petani menarik batang tanamannya ke atas satu demi satu hingga tampak lebih tinggi dari yang lain.
Lega dan bangga petani tersebut melihat karyanya yang dianggap luar biasa. Tetapi keesokan harinya, bencana menghampiri sang petani, semua tanamannya layu dan mati.
******
jati-belanda
Pada masa kini seringkali kita jumpai banyak orang dengan segala cara ingin melampaui hasil yang dicapai orang lain.
Seorang pelajar karena ingin mendapat nilai tertinggi akhirnya menyontek dengan cara yang super canggih, seorang penjual ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dengan cara ‘menipu’ konsumen, seorang leader networker ingin mencapai posisi puncak dengan menyabotase jaringan temannya sendiri, seorang supervisor ingin dipromosikan dengan cara menfitnah atasannya sendiri.seorang ingin cepat terkenal dgn menghasut teman yg dikenalnya untuk menjauhi seseorang atau kelompoknya.
Salah jadi benar dan benar jadi salah. Ketenaran, kekayaan, jabatan, penghargaan seringkali membuat kita lupa diri, serakah dan ujung-ujungnya menghalalkan segala cara demi mencapai ambisi.
Benarkah dengan cara seperti itu akan memperoleh sukses sejati yang penuh kebahagiaan?
Barang siapa menabur angin, ia akan menuai badai. Barang siapa menabur kejahatan, ia pun akan menerima hasil buruk yang berlipat ganda.
Hukum alam bekerja secara netral. Jika kita ciptakan sebab yang baik, akibat baik yang berlipat ganda pun akan anda dapatkan.
Alam semesta begitu sempurna dengan hukum-hukum alam yang begitu teratur. Segala sesuatu di alam ini mempunyai siklus dan waktu untuk tumbuh berkembang menjadi sempurna.
Kalau kita benar – benar ingin mempraktekan rahasia sukses , pembelajaran yang paling mudah bisa kita dapatkan pada cara kerja seorang petani.
Bagaimana seorang petani mulai dari mengolah lahan hingga panen raya, itulah konsep berpikir yang harus kita praktekkan.
Ada lahan yang subur, bibit yang unggul, air, matahari, pupuk, perawatan secara konsisten, cuaca yang sesuai, musim yang sesuai dan lainnya. Jika semua itu serasi dan seimbang, maka akan terjadi panen raya.
Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan nyata, Jika semua faktor kesuksesan telah dijalankan secara benar, pasti kesuksesan Sejati akan kita peroleh.

Senin, 19 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 13.12 in , , , | No comments
Alkisah seorang ayah mengajak putranya berjalan jalan ke pegunungan yg bertebing & ditumbuhi pepohonan.
Adakah pelajaran yang bisa kita sampaikan dari sebuah pohon ?. lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.
Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran & penyeimbang kesejukan udara, jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.
“Bagus” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.
“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama.
Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.
“Anakku” ucap sang ayah sambil tiba2 tangan kanannya meraih punggung puteranya.
“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**
*****
Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar.
Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.
Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.
“Jadikan diri kita seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

Senin, 12 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 09.05 in , , , | No comments
Pasir mengajarkan kita satu hal:
" Pasir, akan tetap berada di tangan kita jika kita tetap membuka tangan kita setelah mengambilnya...
Tapi ingat, ketika pasir itu kita genggam... maka pasir itu akan semakin berusaha untuk keluar dari genggaman...
Dan semakin kuat kita menggenggam maka semakin banyak pula pasir yang akan luput dari genggaman kita... "
"Kita tidak bisa memegang terlalu banyak hal. Tidak peduli apapun yang kita kerjakan untuk memegangnya, & seberapa ngotot kita ingin tetap menjaganya, angin akan meniupnya pergi.
Maka belajarlah merelakan & pilih dgn hati2 yg kita inginkan untuk tetap tinggal, karena seperti pasir, hanya yg ada di tengah genggaman lah yg akan tinggal"
*****

Jadi jangan membuang waktu dengan membenci seseorang ataupun membuat permusuhan...
Kasihilah diri sendiri dan kasihi sesama...
Dunia sangatlah luas dan Hidup sangatlah pendek...
(Dari Bc SeOrang SahAbat)
SELAMAT PAGI.

Kamis, 26 Februari 2015

Posted by ashidqy hayun on 11.14 in , , | No comments
Menurut Psikolog LAKSMI ANDHIYANI SETIAWAN S.Psi, ada 14 permintaan anak yg mungkin tidak pernah mereka ucapkan:
  1. Cintailah aku sepenuh hatimu.
  2. Aku ingin jadi diriku sendiri, maka hargailah aku.
  3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku.
  4. Jangan marahi aku di depan orang banyak.
  5. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.
  6. Bapak Ibu jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.
  7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.
  8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.
  9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku.
  10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.
  11. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.
  12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu adalah doa bagiku?
  13. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.
  14. Jangan bandingkan aku dgn anak yg lain, termasuk dg saudara kandung sendiri

Sebab tiap anak itu adalah " unik" yg masing " punya kelebihan n kekurangan masing"

bahagia+simple+anak bahagia

#selfreminder

Rabu, 22 Oktober 2014

Posted by ashidqy hayun on 09.31 in , | No comments
Alon rider – Kalo baca judulnya mirip video game atau permainnan apa gitu ya? Sebenarnya bukan hal yang terlalu istimewa barangkali, hanya sekedar ingin menulis saja tentang pengalaman malam ini yang dilakukan oleh si Wildan.
anak-pintarBa’da Maghrib tadi dek Wildan tiba-tiba saja bilang ingin maem, tapi minta lauk “kotak-kotak”, ini sebutan dia spesial untuk kepala ayam, salah satu lauk favorit yang paling disukainya. Entah dapat ide dari mana, Ami-nya dek Wildan bukannya keluar rumah buat beli lauk ( harap maklum, lauk yang ada di rumah kebetulan cuma sayur bandeng – entah apa namanya – hehe… ) di lapak pak Agus ( satu-satunya warung HIK* yang ada di perumahan kami ), Ami-nya dek Wildan malah menyuruh dek Wildan sendiri yang keluar untuk beli lauknya. “Misi pertama”, kata si Ami.
Kok misi pertama?
Asal tahu saja dek Wildan ini baru 3 tahun 3 bulan umurnya bulan Oktober ini.

Hmmm, jadi pengen tau kira-kira dek Wildannya bisa sukses beli kepala ayam buat lauk makan malamnya tidak ya?

Lalu, misi dimulai…

Dengan dibekali uang untuk membeli lauk, Ami-nya member arahan ( hehe.. ) “nanti bilang ke Pak Agus, beli kepala satu ya Dek?!”
Dek Wildan-nya meng-iya-kan.
Sesudah itu dek Wildan dianter sampai depan rumah, sambil terus diawasi dari kejauhan, dia pergi ke warung HIK-nya Pak Agus. Beberapa saat kemudian kelihatannya dek Wildan-nya sudah kembali lagi ke rumah.
Dan hasilnya…

‘satu potong kepala ayam favorit sampai di rumah dengan selama – berikut dek Wildan tentunya’

Tepuk tangan yang meriah deh pokoknya buat Dek Wildan, misi pertamanya selesai dengan sempurna….

--------------------------------
*HIK; Hidangan Istimewa Kampung, banyak bertebaran di Kota Solo dan sekitarnya. Kalau di Jogja biasa di sebut dengan Angkringan..

Kamis, 22 Mei 2014

Posted by ashidqy hayun on 11.04 in , | No comments
Sudah dari pagi tadi si Wildan merengek-rengek terus. “jalan-jalan, Bi…”. Terus saja hal itu diulang-ulang. Ya harap dimaklumi saja, barangkali di otak anak umur 2 tahun10 bulan itu sudah terekam kalau Bapaknya di rumah ya berarti saatnya jalan-jalan dan refresing… hehehe…
Bukan tanpa sebab sebenarnya, sudah beberapa minggu ini, Abinya ini sibuk bukan main. Pekerjaan menumpuk, beberapa bahkan di kejar tenggat. Jadi, jalan-jalannya ditunda dulu.
Hari minggu kemarin sebenarnya juga sudah punya rencana buat pergi ke Car free Day ( CFD ) di depan Taman Sriwedari Solo, tapi rencana sih tinggal rencana. Si Wildan bangunnya kesiangan. Sudah dibangunkan berkali-kali, tetep saja si anak kecil itu merem. Ya sudah, di rumah saja..
Tetapi rupanya hari ini Wildan sudah benar-benar tidak tahan lagi. Sudah jenuh barangkali dia cuma main ke tempat tetangga, muter-muter kompleks naik sepeda motor beberapa kali tiap sore, atau barangkali sudah tidak lagi minat nyegat tukang jualan roti atau es krim keliling yang biasa lewat di depan rumah.
“Jalan-jalan…”, pokoknya hanya itu…
Yo wislah, orangtua mana sih yang tega lihat anaknya merenggek? Akhirnya, kebetulan juga besok bisa ‘off’ dari kerjaan, saatnya bergerak…
Akhirnya diputuskan dengan Umminya, pergi saja ke Bandara. Wuih, naik pesawat? Tentu bukan lah… Cuma berdiri saja di luar pagar dekat landasan pacu, lihat pesawat naik dan turun.. hehehe…
Ok, ba’da Asar Wildan dah minta mandi. Tumben? Biasanya juga agak rewel dia kalau disuruh mandi. Mungkin tahu kalau mau diajak pergi. Bener juga, sehabis mandi langsung saja dia mengajukan penawaran, “ jalan-jalan yoh, Bi…”
Kemudian, sesudah semua siap, sepeda motor pun di-starter. Meluncur ke Bandara Adi Sumarmo yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumah. Wuss wuss wusss… hehehe….
Singkat cerita sampai juga di dekat bandara. Nyari tempat yang bagus agar bisa melihat pesawat yang take off maupun landing.
Dan ternyata, yang namanya bahagia itu memang simple. Tak usah dengan hal yang mahal, tak usah pula berperian terlalu jauh dari rumah. Cukuplah bahwa “Bahagia is Simple..”

bahagia-sederhana

Selasa, 25 Februari 2014

Posted by ashidqy hayun on 10.13 in | No comments
Ini Semua gara-gara si Wildan sebenarnya. Tapi kalo dirunut, memang dulu pernah sih waktu masih nge-kost pas kuliah sempat kepikiran gimana ya caranya ngilangin stress mikir tugas yang bejibun dan rasanya ndak habis-habis itu. Pernah kepikiran buat beli play station (Pe Es), tapi kalo dilogika ( hehehe…) malah bikin repot nanti, lagipula apa malah ndak menghabiskan waktu main-main Pe Es begituan, malah makalah dan tugas paper dari dosen berantakan pula nanti… Lagipula alasan sebenarnya beli Pe Es juga bukan itu ding, dananya itu lho yang eman-eman… hahahaha…..
Trus sempat pula kepikiran buat beli sepeda, biar bisa gowes nyari udara segar tiap minggu pagi. Tapi seringnya kan bangun kesiangan, malah mubazir nanti sepedanya…
Kepikiran juga kayaknya asyik nih kalo piara hewan, yang lucu, yang bisa dijadikan hiburan. Tapi apa…. Akhirnya buat list kira-kira apa ya yang bisa dipiara di kost tanpa perlu ribet, ndak ngganggu penghuni yang lain, ndak begini, ndak begitu…. Syaratnya banyak ternyata….
Yang masuk daftar list yang pertama adalah si imut hamster. Sempat hunting juga sih, tapi pas di pasar hewan otak ini mulai berlogika lagi, mulai mikir-mikir lagi (dasar rewel), “kok bau pesing ya? Wah, bisa ngrusak mood nih…”. Niat juga yang namanya burung di daftar berikutnya, tapi kasian kalo pake kurung-kurungan segala… Berikutnya masuk si Kucing, kan tinggal comot dari tepi jalan, tapi ada temen namanya si Mahmudi yang hobi banget ma kucing, ntar malah jadi piaraan dia lagi… hufft susah juga ternyata…
At last, sampai juga ke daftar urutan; “gimana kalo piara ikan dalam akuarium?”
Pasti sip deh, praktis, g’bakal rewel kalo lupa tidak dikasih makan, g’ usah cari yang mahal, yang murah-murah aja tapi berwarna…
Dah siap banget waktu itu, tapi karena proyek skripsi lagi sibuk-sibuknya, akhirnya jadi tersingkirkan dulu… L
********(Bertahun-tahun kemudian)
Entah kenapa si Wildan suka banget dengan yang namanya ikan. Ke mana-mana pasti mintanya “Ikkam…. ikkamm” (maaf belum bisa nyebut huruf ‘N’ dengan jelas… ;-) )
anak pandai
Kalo ikut Umminya ke pasar pasti narik-narik tangan ke tempat penjual ikan hias yang kaki lima itu. Main ke tempat kakeknya, pasti pake acara mampir beli tentengan plastik berisi ikan (padahal absen ke rumah kakek itu minimal minggu sekali, bayangkan coba…) trus sampe di rumah si ikan-ikan malang tadi cukup dimasukkan toples plastik bekas snack atau apa gitu. Awalnya sih biasa-biasa saja, tapi lama-lama dipikir dipikir kok ya kasian si ikannya tadi ya… dibeli sehari dua hari trus mati… (hadewwwhhh, gimana kalo nanti di akhirat saya sebagai bapaknya diminta pertanggungjawaban ini…)
Akhirnya dibuatlah kesepakatan, “Dibikinkan akuarium saja, Bi…” usul si Ummi..
Ya wis, daripada si ikan merana, lebih baik kantong si Abi yang dijebol… nasib….
Nah, proses dimulai…
Awalnya browsing browsing dulu, Tanya-tanya pakdhe google gimana cara bikin akuarium yang baik dan benar. Cari-cari info tentang akuarium yang bagus itu seperti apa, airnya bagaimana, pasirnya, batunya, makanan ikannya, pompanya, dan lain-lain sebagainya… ( ssstttt…. Tidak lupa juga ngintip harganya… hehehe…)
Ok, time to action…
Pertama, akuarium diputuskan yang dari kaca saja. Pertimbangan lebih murah sih kayaknya daripada pake yang dari bahan lain. Trus biar jatuhnya lebih murah lagi, akhirnya pesen ditempat kiosnya tukang kaca… well, untuk ukuran 60x30x45cm si tukang minta Rp. 150.000,- ( untung kemarin baru dapat intensif tambahan dari kantor…. ). Si tukang minta waktu paling lama 1 minggu, katanya sih biar lem silikonnya lebih rekat…
Kedua, karena kebetulan tinggal di Solo jadi tempat nyari keperluan buat perlengkapan penunjang kehidupan si ikan yang komplit mau tidak mau ya larinya ke Pasar Gede ( kalo sekarang sih sudah pindah ke Pasar Hewan Depok, biar terintegrasi sama penjual burung dan hewan peliharaan lain kata pak Jokowi dulu..). ok, akhirnya blusukan nyari tempat yang jual keperluan yang dicari. Awalnya nyari pompa air dulu, diberi yang harganya Rp. 40.000 ma pedagangnya (lupa yang ukuran berapa), selang Rp. 5.000an, boks penyaringnya klo tidak kliru kemarin itu dapet yang Rp. 15.000 klo tidak salah (maklum nyari yang murah), trus spon buat nyaring kotorannya Rp. 5.000,- juga. Dah komplit, standart minimal… tapi mosok ya g pake hiasan apa-apa? Akhirnya kliling lagi.. liat tanaman air entah apa namanya, beli empat biji @Rp. 2.500,-. Trus pasir putih beli 2 plastik @Rp. 10.000,- isinya mungkin 3 kiloan ( kok kayaknya kemahalan ya? Kemarin pas googling katanya Cuma 3.000,- tok…). Dan beli juga lampu TL, Rp. 30.000,-. Wis rampung… sebenarnya sih pingin beli yang lain, tapi karena isi dompet masih harus dijalankan sampai akhir bulan, maka agenda belanja diakhiri…
Ketiga, nunggu akuarium jadi…
Keempat, kok akuariumnya belum di anter ya??
Kelima, hmmmm…. Belum dianter juga….
Keenam, akhirnya akuariumnya dateng juga. Wih, si Wildan senengnya minta ampun, pake mau dimasukin segala itu akuarium… :-P
Klo prosedurnya sih katanya si akuarium harus dicuci bersih kemudian diendapkan 1 minggu biar kondisi airnya bagus. Tapi apa mau di kata. Ada anak kecil yang tidak sabar. Akuarium di bawa masuk ke kamar mandi di bersihkan rame-rame.
akurium sederhana
Sesudah itu dibawa lagi ke ruang depan buat ditata. Tapi kalo dipikir-pikir, pasir putih 2 kantong plastik kecil apa cukup uat diratakan di dasar akuarium. Akhirnya dengan terpaksa ( darurat ini ) kebetulan ada beberapa tetangga yang sedang merenov rumahnya, minta pasir dan beberapa pecahan batu ke mereka ( lumayan daripada g’ ada ). Pasir tadi dicuci berkali-kali biar bersih, sekalian pasir yang terlalu lembut dibuang. Dan media darurat sederhana pun akhirnya siap.
<<akuariumku>>Proses pengerjaan display (bahasa apa ini) akuariumpun dimulai. Awalnya yang dimasukkan pasir item yang biasa buat campuran ngaduk semen itu. Trus biar tampak sedikit wah, diatasnya dituang pasir putih yang Cuma 2 kantong kecil itu. Diratakan ke seluruh dasar akuarium tipis-tipis. Niatnya sih biar keliatan bagus.
akuarium
Setelah tuang sana-tuang sini, akuariumpun selesai didandani. Giliran memasukkan airnya sekarang. Biar tidak rusak pake alas dari plastic/kresek dengan aliran air yang pelan. Ok, selesai sudah…
Tahap berikutnya adalah memasang pompa air dan perangkat pendukung lainnya.
Selesai sampai di sini, namanya anak kecil, si Wildan lagi-lagi tidak sabar pengen liat ikannya berenanng di dalam akuarium. Akhirnya setelah dengan susah payah diberi pengertian ( emang bisa? ) dibuatlah janji, besok pagi ikannya dimasukkan. Malam ini biar airnya mengendap dulu….
akuarium kecil
Well. Akhirnya keesokan harinya 2 ekor komet, 4 sumatra, 3 ekor ikan kecil yang entah apa namanya, 3 koki kecil, 2 tawes, 2 ekor dolar, 1 ekor ikan berwarna merah entah jenis apa, dan 1 ekor cupang  jadi para penghuni pertama….. ( lha kok pertama? Ya iyalah, namanya juga  air belum siap, beberapa hari kemudian kematian demi kematian saling menyusul… mudah-mudahan ikan-ikan itu mendapat tempat yang layak di sisi-Nya… Insyaallah, pengorbanan mereka telah membuat penghuni berikutnya bisa bertahan sampai saat ini….  ammiiiin….).
Tapi ternyata segala tetek bengek menata pasir kemarin setelah tiga hari tidak ada gunanya lagi. Ikan-ikan yang ada di dalam akuarium itu ternyata punya selera sendiri buat menata tempat tinggal mereka. Segala macam pasir yang kemarin dengan hati-hati ditaruh dan dilapisi plastic juga ketika nuang airnya, ternyata dicampur aduk oleh ikan-ikan itu seenakknya… well, mudah-mudahan mereka betah sajalah….
akuarium
L
Yach, itulah sekelumit cerita tentang akuarium kami.
Akhirnya, kesampaian juga punya akuarium….



Search Our Site