Aku, dan apa yang ada di sekitarku...
  • This is Sarimind's Blog

    Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )

  • This is Sarimind's Blog

    Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...

  • This is Sarimind's Blog

    Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.

Selasa, 12 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 10.56 in | No comments
Daulah Abbasiyah didirikan pada tahun 132 H / 750 M, Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan daulah Umayyah yang telah hancur di Damaskus. Dinamakan Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini merupakan keturunan Abbas, paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah di samping bercorak Arab murni, juga terpengaruh dengan corak pemikiran dan peradaban Persia, Romawi Timur, Msir, dan sebagainya. Juga dinasti Abbasiyah ini system politiknya lebih bersifat demokratis dari pada dinasti Umayyah yang Orientalis.
Pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mahdi (158 – 169 H / 775 – 785 M), dinasti Abbasiyah memperluas kekuasaan dan pengaruh Islam ke wilayah Timur Asia Tengah, dari perbatasan India hingga ke China. Saat itu umat Islam berhasil memasuki selat Bosporus, sehingga membuat Ratu Irene menyerah dan berjanji membayar upeti. Pada masa dinasti ini pula wilayah kekuasaan Islam sangat luas yang meliputi wilayah yang telah dikuasai Bani Umayyah, antara lain Hijjaz, Yaman Utara dan Selatan, Oman, Kuwait, Iran (Persia), Irak, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Maroko, Spanyol, Afghanistan, dan Pakistan. Juga mengalami perluasan ke daerah Turki, wilayah-wilayah Armenia dan daerah sekitar Laut Kaspia, yang sekarang termasuk wilayah Rusia. Wilayah bagian Barat India dan Asia Tengah, serta wilayah perbatasan China sebelah Barat.
1.       Kemajuan-Kemajuan dan Perkembangan yang Dicapai :
Secara garis besar ada 2 faktor penyebab tumbuh dan berkembangnya peradaban Islam, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam ajaran Islam bahwa ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits, memiliki kekuatan yang luar biasa yang mampu memberikan motifasi bagi para pemeluknya untuk mengembangkan peradabannya.
Sedangkan faktor eksternalnya, yaitu ajaran yang merupakan proses sejarah umat Islam di dalam kehidupannya yang dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam. Faktor penyebab tersebut adalah semangat Islam, perkembangan organisasi ketatanegaraan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan perluasan Islam.
2.       Bentuk-Bentuk Peradaban Islam  dan Tokoh-Tokohnya
a. Kota-Kota Pusat Peradaban
1)    Kota Baghdad, merupakan ibu kota negara kerajaan Abbasiyah yang didirikan oleh Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur (754 – 775 M) pada tahun 762 M. kota ini terletak di tepian sungai Tigris. Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid (786 – 809 M), dan anaknya Al-Makmun (813 – 833M).
2)    Kota Samarra, letaknya di sebelah timur sungai Tigris yang berjarak lebih kurang 60 km dari kota Baghdad. Di kota ini terdapat 17 istana mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.7
b. Bangunan Tempat Pendidikan dan Tempat Peribadatan
1)    Madrasah. Ada banyak madrasah, madrasah yang terkenal pada zaman itu adalah Nizamiyyah, yang didirikan oleh Nizam Al-Mulk, seorang perdana menteri pada tahun 456 – 486 H. Madrasah ini terdapat di banyak kota, antara lain di Baghdad, Isfahan, Nisabur, Basrah, Tabaristan, Hara, dan Musol.
2)    Kuttab, yaitu sebagai lembaga pendidikan dasar dan menengah.
3)    Majlis Muhadharah sebagai tempat pertemuan dan diskusi para ilmuan.
4)    Darul-Hikmah sebagai perpustakaan.
5)    Masjid-masjid sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat pendidikan tingkat tinggi dan takahsush. Di antara masjid yang terkenal adalah masjid Cordova, masjid Ibnu Touloun, masjid Al-Azhar, dan sebagainya.
c. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Tokoh-Tokohnya
1)    Filsafat, para tokoh filosuf pada masa itu adalah : Abu Ishak Al- Kindi, Abu Nashr Al-Faraby, Ibnu Sina, Ibnu Bajah, Ibnu Thufail, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusydi.
2)    Ilmu Kedokteran : Abu Zakaria Yuhana bin Masiwaih, Sabur bin Sahal, Abu Zakaria Ar-Razy, dan Ibnu Sina.
3)    Matematika, ahli matematika Islam yang terkenal ialah Al- Khawarizmi, seorang yang menemukan angka nol (0), sedangkan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0, disebut juga “Angka Arab”.
4)    Farmasi dan Kimia, di antara para ahli farmasi dan kimia padamasa pemerintahan dinasti Abbasiyah adalah Ibnu Baithar.
5)    Ilmu Perbintangan : Abu Mansur Al-Falaky, Jabir Al-Batany, dan Rayhan Al-Bairuny.
6)    Ilmu Tafsir (Tafsir Al-Ma’tsur : Ibnu Jarir Ath-Thabari, Ibnu ‘Athiyah Al-Andalusy, As-Sudai, Muqatil bin Sulaiman; dan Tafsir bir-Ra’yi : Abu Bakar Asam, Abu Muslim Muhammad bin Bahar Isfahany, dan Abu Yunus Abdussalam).
7)    Ilmu Hadits : Imam Abu Abdullah Muhammad bin Abi Al-Hasan Al-Bukhari (Imam Bukhari), Imam Abu Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qushairy An-Naishbury (Imam Muslim), Ibnu Majah, Abu Dawud, An-Nasa’i.
8)    Ilmu Kalam, di antara aliran ilmu kalam yang berkembang adalah Jabariyah, Qadariyah Mu’tazilah, dan Asy’ariyah. Para pelopornya adalah Jahm bin Sofwan, Ghilan Al-Dimisyqi, Wasil bin ‘Atha’, Al-Asy’ari, dan Imam Ghazali.
9)    Ilmu Bahasa : Sibawaih, Al-Kisai, dan Abu Zakaria Al-Farra.



Baca juga postingan/artikel terkait di bawah ini;

Senin, 11 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 10.45 in | No comments
Kemunduran Peradaban Islam pada Masa Daulah Bani Umayyah dan Daulah Bani Abbasiyah
1.       Kemunduran Pada Masa Bani Umayyah
Ada 7 faktor penyebab kemunduran kekuasaan Bani Umayyah, yaitu :
a.    Persoalan suksesi kekhalifahan
b.    Sikap glamor penguasa
c.     Perlawanan kaum Khawarij
d.    Perlawanan dari kelompok Syi’ah
e.    Meruncingnya pertentangan etnis
f.     Timbulnya stratifikasi sosial
g.    Munculnya kekuatan baru

Sedangkan kemunduran atau bahkan kehancuran peradaban Islam pada masa Bani Umayyah ini oleh karena 2 sebab, yaitu :

a.       Hancurnya kekuasaan Islam di Andalusia dan rendahnya semangat para ahli dalam menggali budaya Islam
Kehancuran kekuasaan Islam di Andalusia pada 1492 M berdampak buruk terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Para ahli tidak banyak memiliki motivasi untuk mengkaji ilmu pengetahuan lagi. Karena mereka sudah merasa putus asa skibat serangan yang dilakukan oleh para penguasa Kristen, dan tindakan para penguasa tersebut terhadap peninggalan peradaban Islam di Andalusia, seperti penghancuran pusat-pusat peradaban Islam dan sebagainya.
b.      Banyaknya orang Eropa yang menguasai ilmu pengetahuan dari Islam
Di lembaga-lembaga pendidikan tinggi, tidak hanya orang-orang Islam yang diberikan kesempatan mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga kesempatan itu diberikan kepada semua orang, termasuklah orang-orang Kristen Barat yang tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh umat Islam.
Ketertarikan karena metode ilmiah Islam, seorang pendeta Kristen Roma anggota Ordo Fransiskan dari Inggris bernama Roger Bacon (1214 – 1292 M) datang belajar bahasa Arab di Paris antara tahun 1240 – 1268 M. Melalui kemampuan bahasa Arab dan bahasa Latinnya itu, ia dapat membaca naskah asli dan terjemahan berbagai ilmu pengetahuan, terutama ilmu pasti. Buku-buku asli dan terjemahan dibawanya ke Inggris pada Universitas Oxford, lalu diterjemahkannya dengan menghilangkan nama pengarang aslinya, yang kemudian dikatakannya sebagai hasil karyanya sendiri. Sejak saat itulah mulai banyak bermunculan orang Eropa yang menterjemahkan buku-buku yang dikarang oleh tokoh-tokoh Islam sebagai hasil karyanya sendiri.

2.       Kemunduran Pada Masa Bani Abbasiyah
Di antara sebab-sebab kehancuran dinasti Abbasiyah adalah :
a.    Melebihkan bangsa asing daripada bangsa Arab.
b.    Kebijakan ganda Harun Ar-Rasyid yang telah mewasiatkan tahta khalifah kepada dua anaknya (Al-Amin dan Al-Makmun) yang ketika itu menjabat gubernur Khurasan.
c.     Pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para oposan seperti pemberontakan orang-orang Arab, Syi’ah, Khawarij, intern keluarga Abbasiyah dan sebagainya.
d.    Ketergantungan kepada tentara bayaran.
e. Timbulnya kerajaan-kerajaan kecil yang bebas dari kekuasaan Bani Abbasiyah, seperti dinasti Idrisiyah di Maroko, dinasti Aghlabiyah, dinasti Thuluniyah, dinasti Ikhsyidi, dinasti Hamdaniyah, dan dinasti Thahiriyah.
f.     Penyerangan bangsa Mongol (Tartar) yanng dipimpin oleh Hulaku Khan pada 1258 M, khalifah dan keluarganya dibunuh serta ia mengumumkan secara sepihak berakhirnya pemerintahan Bani Abbasiyah di Baghdad.

Sedangkan kemunduran / kehancuran peradaban Islam pada masa dinastimAbbasiyah disebabkan oleh :

a.       Hancurnya kerajaan Islam oleh serangan bangsa Mongol.
Selama ± 40 hari kota Baghdad dikepung pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulaku Khan. Sehingga sejak bulan Februari 1258 M kota Baghdad sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Hulaku. Sebagian kecil keluarga khalifah berhasil melarikan diri ke Mesir. Jatuhnya Baghdad ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khalifah Abbasiyah, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik peradaban Islam. Hal itu karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol. Kemudian pasukan Mongol banyak melakukan penyerangan ke daerah kekuasaan Islam dan menguasainya, seperti Syria Utara, dengan melakukan hal yang sama sebagaimana pada Baghdad.
b.      Hancurnya kehidupan dan ekonomi masyarakat karena perang berkepanjangan.
Kerugian besar yang ditimbulkan akibat peperangan yang berkepanjangan, terjadi pada masa perang Salib. Peperangan ini memakan waktu selama ± 2 abad (1096 – 1297 M). Perang tersebut banyak menguras anggaran belanja negara, dan perekonomian nasional secara keseluruhan. Jika uang tersebut dimanfaatkan secara baik, dalam artian bukan untuk peperangan, maka dapat dipastikan kesejahteraan rakyat akan terjamin.
c.       Kuatnya pengaruh paham sufi dan taqlid
Ilmu tasawuf merupaka ilmu hakikat yang pada intinya mengajrkan penyerahan diri kepada Tuhan, meninggalkan kesenangan dunia, dan hidup menyendiri untuk beribadah kepada Allah. Ilmu ini banyak berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Islam setelah serangan bangsa Mongol dan hancurnya pusat peradaban Islam di Baghdad. Praktik Tasawuf mereka banyak yang telah terpangaruh dengan praktik mistik ajaran agama lain, sehingga di sana ditemukan adanya penyimpangan ajaran. Begitu pula soal Taqlid. Karena masyarakat Islam tidak mau berijtihad lagi, akhirnya terikat dengan ajaran para tokoh sebelumnya dan bertaqlid buta.



Baca juga postingan/artikel terkait di bawah ini;

Sobat, alangkah bahagianya jika kita menjadi salah satu manusia yang diperkenankan oleh Allah mencicipi manisnya syurga. Pasti sangat membahagiakan jika kita dapat bersanding dengan Rasulullah, keluarga dan juga sahabatnya yang telah dijanjikan syurga oleh Allah. Sungguh sebuah nikmat yang tidak akan pernah tergantikan oleh nikmat apapun di dunia. Bahkan jika harus merangkak untuk mendapatkannya, manusia yang beriman pasti akan rela melakukannya.
Sobat, tidak perlu menjadi Rasul yang mahsum untuk memperoleh kenikmatan itu. Tidak perlu juga menjadi salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk syurga. Mengapa demikian? Karena Allah tidak hanya menjanjikan syurga untuk Rasul, keluarga dan sahabatnya. Allah menjanjikan syurga untuk semua hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Oleh karena itulah sebagai hamba-Nya yang sangat berharap akan kenikmatan syurga yang kekal nan abadi, kita harus bekerja keras untuk mendapatkan tiket masuk ke syurga itu.
Dunia ini adalah sebuah terminal yang menjadi tempat transit perjalanan kita, tujuan akhir yang sebenarnya adalah akhirat. Dalam perjalanan hidup kita di dunia, setiap aktifitas yang kita lakukan adalah investasi menuju kenikmatan syurga yang abadi. Ketika setiap aktifitas diisi dengan ibadah kepada Allah, maka akan semakin mudah kita mendapatkan kesempatan berada bersama ahli syurga.
Seperti apakah ciri dan karakter ahli syurga itu? Allah banyak menyebutkan karakter ahli syurga di dalam Alquran, salah satunya dalam Surat Ali Imran ayat 16-17 yang artinya: “(Ahli syurga itu ialah) orang-orang yang berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. Yaitu orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang thaat, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur”. (QS. Ali Imran: 16-17)
Dari ayat tersebut, dapat dipahami bahwa ada 8 ciri manusia yang menjadi penghuni syurga Allah
yang abadi.
1.Orang-orang yang beriman kepada Allah
Orang–orang yang memiliki ciri ahli syurga akan berkata “Rabbana Innana Amanna” bukan sekedar ungkapan biasa yang serta merta keluar dari lisannya. Namun sebagai gambaran aqidah yang tersimpan dalam hati dan tercermin dalam sikap hidupnya sehari-hari. Hal ini juga merupakan pengakuan dan komitmen bahwa seorang hamba akan senantiasa hidup dalam kondisi beriman kepada Allah.
2.Orang-orang yang senantiasa beristighfar
Pada ayat tersebut disebutkan bahwa para ahli syurga berkata “Faghfirlanaa dzunuubanaa”, yang merupakan hasil evaluasi diri dari salah dan dosa yang ada pada dirinya. Hamba Allah yang akan menjadi ahli syurga adalah mereka yang senantiasa beristighfar kepada Allah. Mereka menyadari akan banyaknya kesalahan yang telah dilakukan dan mereka beristighfar untuk mengharap ampunan dari Allah.
Hal ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah yang berbunyi: “Tiap anak Adam itu berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah itu adalah orang yang bertaubat”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Membaca istighfar juga dianjurkan oleh Rasul agar menghapus dosa-dosa yang melekat pada diri kita sebagaimana dikatakan dalam hadits: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar (minta ampun) dan bertaubat kepada Allah tiap hari lebih dari tujuh puluh kali”. (HR Bukhari)
3.Orang-orang yang memohon dijauhkan dari api neraka
Para hamba yang memiliki tekad untuk menjadi ahli syurga pasti tidak hanya memohon agar Allah memasukkannya ke dalam syurga. Mereka juga akan memohon agar dijauhkan dari api neraka karena mereka sangat memahami bahwa tidak ada satu pun manusia yang sanggup menahan pedihnya percikan api neraka. Orang-orang yang memiliki karakter ahli syurga juga mengimbangi doa mereka dengan ikhtiar untuk benar-benar jauh dari api neraka. Mereka akan menjauhi segala perbuatan dosa yang akan menyeretnya ke neraka jahanam.
4.Orang-orang yang sabar
Orang yang sabar artinya orang yang dapat meredam gejolak nafsu, tetap stabil dalam segala keadaan, dan tetap lurus dalam koridor yang benar. Kesabaran juga bermakna luas, namun bagi ahli syurga sabar yang dimaksud adalah: Qona’ah, rela dan puas menerima rizki yang diperoleh dari karunia Allah. Zuhud, tidak terikat pada kebendaan dan perkara duniawi. Halim, bijaksna, lapang dada dan tidak mengeluh menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Tawakkal ‘alallah, pasrah kepada kehendak dan takdir Allah.
5.Orang-orang yang benar
Yaitu orang-orang yang benar aqidah dan imannya, benar ikrar dan lisannya, benar janji dan amalannya. Ahli syurga memiliki komitmen yang kokoh terhadap kebenaran (al haq). Orang-orang yang seluruh aspek dalam kehidupannya mengacu kepada kebenaran (Al Qur’an) dan orang-orang seperti ini disebut dengan Asshaadiqin.
6.Orang-orang yang taat
Ketaatan bukanlah hal yang dapat diperoleh dengan mudah. Gelar taat yang menempel pada diri manusia juga bukanlah gelar duniawi yang diperoleh dengan materi. Ketaatan adalah hasil dari sebuah proses pengimanan dan pengakuan akan adanya Allah dan eksistensinya dalam kehidupan manusia. Adanya pengakuan kepada Allah melahirkan sikap patuh dan taat atas segala perintah dan larangan Allah.
Dalam Alqur’an surat An Nur ayat 51 dijelaskan, “Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya agar berhukum di antara mereka ialah ucapan mereka ‘kami dengar dan kami thaat’ dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS An Nur : 51)
7.Orang-orang yang bersedekah di jalan Allah
Al munafiqiin, atau orang-orang yang senantiasa bersedekah di jalan Allah akan menyadari bahwa investasi kepada Allah tidak akan membuat mereka menjadi miskin. Sikap hidup ini juga terbentuk karena iman dan taqwa yang kuat kepada Allah. Tidak akan berkurang atau bahkan habis setiap harta yang disedekahkan di jalan Allah. Bahkan Allah akan menggantinya secara berlipat ganda.
8.Orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur
Para ahli syurga akan mengisi setengah atau sepertiga malamnya dengan aktifitas ruhiyah yang mendekatkan diri mereka kepada Allah seperti melakukan tahajjud, membaca dan mentadaburi Alqur’an, bermuhasabah diri, serta memohon ampun kepada Allah. Hal ini juga dijelaskan dalam Alqur’an surat Adz Dzariat yang berbunyi: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariat : 17-18)
Sobat, itulah karakter para hamba yang dijanjikan syurga oleh Allah yang tertulis dalam Alqur’an surat Ali Imran. Merekalah orang-orang yang menjadikan hidupnya penuh dengan perjuangan dan usaha keras untuk mendapatkan nikmat syurga yang abadi.
Mereka tiada beristirahat kecuali kaki mereka telah menginjak jannah-Nya. Dan bukan hal yang mustahil bagi kita untuk dapat menjadi salah satu ahli syurga yang kelak akan mendapatkan kebahagiaan bersanding dengan manusia-manusia kekasih Allah di syurga-Nya yang abadi. Aamiin.
# RZMuhasabah
Copas: Rumah Zakat

Jumat, 08 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 10.38 in , | No comments
Hadas menurut bahasa artinya berlaku atau terjadi. Menurut istilah, hadas adalah sesuatu yang terjadi atau berlaku yang mengharuskan bersuci atau membersihkan diri sehingga sah untuk melaksanakan ibadah. Berkaitan dengan hal ini Nabi Muhammad saw, bersabda :
قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم لا يقبل الله صلاة احدكم اذا حدث حتّى يتوضّاء  (متفق عليه)
Artinya : “Rasulullah saw, telah bersabda : Allah tidak akan menerima salat seseorang dari kamu jika berhadas sehingga lebih dahulu berwudu.” (HR Mutafaq Alaih)
  .... وان كنتم جنبا فاطهروا ....
Artinya : “Dan jika kamu junub, maka mandilah kamu.” (QS Al Maidah :6)
Ayat dan hadist diatas menjelaskan bahwa bersuci untuk menghilangkan hadas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berwudu dan mandi.
Bermacam hadas dan cara mensucikannya
Menurut fiqih, hadas dibagi menjadi dua yaitu :
1)   Hadas kecil, adanya sesuatu yag terjadi dan mengharuskan seseorang berwudu apabila hendak melaksanakan salat. Contoh hadas kecil adalah sebagai berikut :
·      Keluarnya sesuatu dari kubul atau dubur.
·      Tidur nyenyak dalam kondisi tidak duduk.
·      Menyentuh kubul atau dubur dengan telapak tangan tanpa pembatas.
·      Hilang akal karena sakit atau mabuk.

2)   Hadas besar, yaitu sesuatu yang keluar atau terjadi sehingga mewajibkan mandi besar atau junub. Contoh-contoh terjadinya hadas besar adalah sebagai berikut :
·      Bersetubuh (hubungan suami istri)
·      Keluar mani, baik karena mimpi maupun hal lain
·      Keluar darah haid
·      Nifas
·      Meninggal dunia

Pengertian Najis
Najis menurut bahasa adalah sesuatu yang kotor. Sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang dipandang kotor atau menjijikkan yang harus disucikan, karena menjadikan tidak sahnya melaksanakan suatu ibadah tertentu.

Macam-macam Najis dan Cara Mensucikannya
Berdasarkan berat dan ringannya, najis dibagi menjadi tiga macam. Najis tersebut adalah Mukhafafah, Najis Mutawasitah, dan Najis Muqalazah.
·      Najis mukhafafah adalah najis ringan. Yang tergolong najis mukhafafah yaitu air kencing bayi laki-laki yang berumur tidak lebih dua tahun dan belum makan apa-apa kecuali air susu ibunya. Cara mensucikan najis mukhafafah cukup dengan mnegusapkan/ memercikkan air pada benda yang terkena najis.
·      Najis Mutawasitah adalah najis sedang. Termasuk najis mutawasitah antara lain air kencing, darah, nanah, tina dan kotoran hewan. Najis mutawasitah terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Najis hukmiah adalah najis yang diyakini adanya, tetapi, zat, bau, warna dan rasanya tidak nyata. Misalnya air kencing yang telah mengering. Cara mensucikannya cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis tersebut.
b.  Najis ainiyah adalah najis yang nyata zat, warna, rasa dan baunya. Cara mensucikannya dengan menyirkan air hingga hilang zat, warna, rasa dan baunya.
·      Najis Mugalazah adalah najis berat, seperti najisnya anjing dan babi. Adapun cara mensucikannya ialah dengan menyiramkan air suci yang mensucikan air suci yang mensucikan (air mutlak) atau membasuh benda atau tempat yang terkena najis sampai tujuh kali. Kali yang pertama dicampur dengan tanah atau debu sehingga hilang zat, warna, rasa, dan baunya. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad saw :
قال النّبي صلّى الله عليه وسلّم طهور اناء احدكم اذا ولغ فيه الكلب ان يغسله سبع مرّات اولا هنّ بالتّراب ( رواه مسلم)
Artinya: “Nabi Muhammad saw bersabda: Sucinya tempat (perkakas) salah seorang dari kamu apabila telah dijilat anjing, hendaklah mensuci benda tersebut sampai tujuh kali, permulaan tujuh kali harus dengan tanah atau debu.”  (HR Muslim).
Benda-benda yang dapat digunakan bersuci
Benda-benda yang digunakan untuk bersuci adalah sebagai berikut :
1.   Air dapat digunakan untuk mandi, wudu, dan membersihkan benda-benda yang terkena najis.
2.   Debu, dapat digunakan untuk tayamum sebagai pengganti wudu atau mandi.
3.   Batu bata, tisu atau benda atau benda yang dapat untuk menyerap bisa digunakan untuk istinjak.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa perbedaan antara hadas dan najis. Perhatikanlah tabel perbedaan hadas dan najis berikut. 

hadas dan najis


Semoga bermanfaat.

Kamis, 07 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 10.35 in , | No comments
Sebutan nama hari kiyamat itu banyak sekali, setidak-tidaknya ada 31 nama yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, di antaranya :
  • Yaumul Qiyamah yang artinya hari kiamat
  • Yaumud Din yang artinya hari pembalasan
  • Yaumul Fath yang artinya hari kemenangan
  • Yaumut Talaq  yang artinya hari perpisahan
  • Yaumul Jam’i yang artinya hari berhimpun
  • Yaumut Taghabun yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan
  • Yaumul Khulud yang artinya hari kekekalan
  • Yaumul Khuruj yang artinya hari keluar
  • Yaumul Hasyr yang artinya hari penyesalan.
  • Yaumul Fashl yang artinya hari keputusan

Disamping itu secara khusus dalam Al-Qur’an ada beberapa nama lain yang berarti hari kiyamat di antaranya Al-Qari’ah, Al-Waqi’ah, Al-Haqqah, dan As-Sa’ah, dan lain sebagainya.

Peristiwa Setelah Hari Akhir
1. Yaumul ba’ats. Ini adalah Periode pertama dari kehidupan akhirat adalah yaumul-ba’ats, yaitu hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur atau alam barzakh. Alam barzakh adalah alam tempat manusia setelah meninggal dunia hingga sebelum dibangkitkan. Di alam barzakh itu malaikat Munkar dan Nakir memeriksa keimanan setiap manusia beserta amal perbuatannya. Orang yang beriman dan beramal shaleh akan mendapatkan nikmat kubur, sedangkan orang yang ingkar dan berdosa akan memperoleh siksa kubur. Dengan ditemani amal perbuatannya itulah manusia tinggal di alam barzakh sambil menunggu hari kebangkitan.
Setelah dunia ini hancur dan semuanya mati, Allah mengutus malaikat Isrofil untuk meniup sangkakala yang ke dua. Saat itulah alam dunia yang hancur berubah menjadi alam akhirat, dan pada saat itu pulalah manusia dibangkitkan dari alam kubur/barzakh dalam keadaan yang bermacam-macam, sesuai dengan amal yang telah dilakukannya. Dalam Q.S. Az-Zalzalah/99:6 Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:
”Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.(Q.S. Az-Zalzalah/99:6)
2. Yaumul mahsyar, Setelah dibangkitkan dari kubur, kemudian semua umat manusia digiring untuk berkumpul pada suatu tempat yang amat luas yang bernama Padang Mahsyar guna menerima catatan amalnya masing-masing.  Hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar guna menerima semua catatan amal perbuatannya itulah yang disebut Yaumul Mahsyar. Diceritakan dalam Al-Qur’an bahwa sikap manusia dalam menerima catatan amal perbuatannya itu berbeda-beda, tergantung amal perbuatannya. Ada yang menerimanya dengan tangan kanan, ada yang dengan tangan kiri, dan ada pula yang dengan punggungnya.  Adapun dasar tentang adanya yaumul mahsyar adalah firman Allah pada Q.S. al-Kahfi/18:47 sebagai berikut:
Dan (Ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (Q.S. al-Kahfi/18:47)
3. Yaumul hisab dan Yaumul Mizan, Setelah manusia menerima catatan amal perbuatannya di padang Mahsyar, lalu diadakan pemeriksaan dan perhitungan amal baik dan buruknya yang disebut yaumul hisab. Saat menjalani hisab, manusia hanya dapat pasrah dengan keadaan masing-masing dan dengan penyesalan yang dalam. Mulut mereka ditutup rapat-rapat sehingga tidak dapat berbicara dusta. Tangan–tangan mereka dibiarkan berbicara tentang apa yang dilakukan di dunia dan kaki-kaki mereka memberikan kesaksian atas semua perbuatan mereka di dunia, sehingga tiada satupun yang dapat mengelak atau berdusta seperti di dunia. Allah berfirman dalam Q.S. al-Kahfi/18:47: Pada hari Ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. al-Kahfi/18:47)
Setelah  selesai pemeriksaan dan perhitungan, selanjutnya amal perbuatan itu ditimbang untuk diketahui secara pasti keberadaan amal baik dan buruknya. Penimbangan  dilakukan seadil-adilnya, tanpa ditambah atau dikurangi sedikit pun, karena nantinya sekecil apa pun kebaikan dan keburukan yang dilakukan manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Hari penimbangan amal perbuatan manusia itu disebut yaumul mizan.
4. Yaumus Shirath, Setelah ditimbang amal perbuatannya, untuk menerima balasan yang sebenar-benarnya atas amal perbuatannya, setiap manusia disaratkan berjalan melewati Sirathal mustakim ( jembatan yang lurus yang menurut riwayat amat sangat kecil dan tajamnya tujuh puluh kali lipat dari pisau cukur). Bagi orang yang banyak beramal baik, maka akan dapat melewati jembatan atau ash sirath tersebut dengan selamat, tetapi bagi orang yang banyak beramal buruk maka akan terjatuh dari jembatan tersebut dan akhirnya dimasukkan ke dalam neraka selama-lamanya.
5. Yaumul Jaza’ . Yaumul jaza’ adalah hari dimana manusia mulai menerima pembalasan yang sebenar-benarnya dari semua amal perbuatannya di dunia, yakni masuk surga atau neraka. Surga adalah suatu tempat yang disediakan sebagai pembalasan bagi setiap orang yang beriman dan beramal sholeh, Ia akan mendapatkan tempat di surga dan kenikmatan yang tak terhingga. Sedangkan Neraka adalah tempat yang sengsara dan hina sehingga tak dapat digambarkan dengan pancaindera, dan itu disediakan sebagai balasan orang yang tidak mau beriman kepada Allah SWT.

Selasa, 05 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 20.39 in , , | No comments
Novel ayat-ayat cinta ditolak beberapa penerbit hingga akhirnya menjadi Mega Best Seller dan menginspirasi jutaan orang. Novel Laskar Pelangi awalnya hanya sebuah catatan pribadi penulis Yang akhirnya meledak dan menginspirasi pendidikan Indonesia.
Sahabat, Mereka yang hari ini kau katakan sukses Coba lihat 5-10 tahun yang lalu Kesabaran dalam membangun kualitas pribadi yang luar biasa hingga akhirnya melahirkan karya luar biasa Tidak semua karya-karya mereka dikenal. Namun yang pasti, kegigihan mereka untuk terus berkarya itu yang membedakan pemenang dan pecundang.
Kita bisa sukses dengan keberanian Namun yang membuat kita tetap di jalur kesuksesan Adalah kesabaran untuk menikmati proses. Lihat di media televisi bagaimana ratusan orang tertipu dengan
investasi yang menjanjikan
keuntungan besar, cepat dan mudah?
Atau tidakkah kita belajar dari para pejabat yang ingin cepat kaya dan sukses lalu memakan harta yang bukan haknya?
Atau pengusaha culas yang memberikan sogokan bahkan gratifikasi sex demi keuntungan duniawi semata?
Sahabatku, sukses sejati tidak dinilai dari banyaknya materi dan harta yang berlimpah Tapi dari seberapa sungguh-sungguh kita menjaga keberkahan dalam mendapatkan juga menyalurkan harta yang didapat.
Jangan terpesona dengan kesuksesan seseorang Tapi terpesonalah dari kesungguhannya untuk menikmati proses panjang sampai di posisi ini. Bukankah Allah dapat menciptakan langit dan bumi dengan sekejap mata.
Tapi kenapa Dia menciptakannya dalam enam masa?
Karena Allah ingin mengajarkan kita pentingnya berproses. Banyak orang yang sukses bukan dari kecepatan ia bertindak Namun dari keistiqomahannya dalam menikmati anak tangga menuju kesuksesannya.
Jadi, SIAP menikmati proses?
*Boleh di-SHARE;

Senin, 04 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 20.33 in | No comments
Abu Bakar memangku jabatan khalifah berdasarkan pilihan yang berlangsung sangat demokratis di muktamar Tsaqifah Bani Sa’idah, memenuhi tata cara perundingan yang dikenal dunia modern saat ini. Kaum Anshar menekankan pada persyaratan jasa (merit), mereka mengajukan calon Sa’ad Ibn Ubadah. Kaum muhajirin menekankan pada persyaratan kesetiaan, mereka mengajukan Abu Ubaidah Ibn Jarrah.2 Sementara itu Ahlul bait menginginkan agar Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah atas dasar kedudukannya dalam islam, juga sebagai menantu dan karib Nabi. Hampir saja perpecahan terjadi. Melalui perdebatan dengan beradu argumentasi, akhirnya Abu Bakar disetujui oleh jama’ah kaum muslimin untuk menduduki jabatan khalifah.
Sebagai kahlifah pertama, Abu Bakar dihadapkan pada keadaan masyarakat sepeninggal Muhammad SAW. Meski terjadi perbedaan pendapat tentang tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi kesulitan yang memuncak tersebut, kelihatan kebesaran jiwa dan ketabahan batinnya. Seraya bersumpah dengan tegas ia menyatakan akan memerangi semua golongan yang menyimpang dari kebenaran (orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat dan mengaku diri sebagai nabi).
Kekuasaan yang dijalankan pada massa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasululllah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat ditangan Khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, khalifah juga melaksanakan hukum,. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabatnya bermusyawarah.
Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengririm kekuatan ke luar Arabia. Khalid Ibn Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hiyah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi dibawah pimpinan empat jendral yaitu Abu Ubaidah, Amr Ibn ’Ash, Yazid Ibn Abi Sufyan, dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun.


Baca juga postingan/artikel terkait di bawah ini;
moslem

Sabtu, 02 Mei 2015

Menjelang Ujian Nasioal ( UN ) SLTP yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 7 Mei 2015, maka pada hari Rabu 29 April kemarin bertempat di Aula SMPN 1 Jumapolo, siswa-siswi kelas IX SMP N 1 Jumapolo dibimbing untuk melaksanakan doa bersama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi bekal spiritual kepada para siswa sehingga mereka dapat lebih tenang dan mampu berikhtiar ketika mengerjakan UN nanti.
Meskipun pelaksanaan UN kali ini seperti yang telah kita ketahui bersama tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan siswa, namun membekali siswa agar mereka lebih siap menghadapi pelaksanaan UN sehingga bisa memperoleh nilai yang maksimal.
Kegiatan yang dibimbing oleh Bapak Marsetyanto, S.Pd juga mencoba memberi pemahaman kepada siswa pentingnya doa setelah berusaha. Karena itu, sebagai wujud komitmen bersama maka dalam kegiatan ini juga disepakati bahwa setiap malam selama berlangsungnya UN SMP, sekitar jam 8 malam seluruh siswa SMP N 1 Jumapolo diharapkan untuk bisa melaksanakan sholat hajat di rumah masing-masing sebagai upaya agar keinginan dan cita-cita para siswa, terutama yang terkait dengan pelaksanaan UN kali ini dapat tercapai. Amiiiin……


Posted by ashidqy hayun on 20.11 in , , | No comments
Bahagia itu, ternyata Sederhana....

  • Mendengar istri mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga.
  • Mendengar suami masih ngorok disebelahku berarti aku masih punya suami.
  • Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.
  • Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.
  • Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.
  • Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
  • Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
  • Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.
  • Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnis ku masih bergerak dan hidup.
  • Mendapatkan banyak komplain dari customer kita menandakan bahwa customer kita masih ada, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.
  • Mendengar nyanyian suara yang fals, itu berarti aku bisa mendengar.
  • Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.

Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.
Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan, kedamaian serta Rasa Syukur yang melimpah.
Aamiin
simple
#self_reminder
dari BC Seorang Sahabat

Jumat, 01 Mei 2015

Posted by ashidqy hayun on 09.38 in | No comments
Umar Ibn Al-Khaththab diangkat dan dipilih oleh para pemuka masyarakat dan disetujui oleh jama’ah kaum muslimin. Pada saat menderita sakit menjelang ajal tiba, Abu Bakar melihat situasi negara masih labil dan pasukan yang sedang bertempur di medan perang tidak boleh terpecah belah akibat perbedaan keinginan tentang siapa yang akan menjadi calon penggantinya, ia memilih Umar Ibn Al-Khaththab. Pilihannya ini sudah dimintakan pendapat dan persetujuan para pemuka masyarakat pada saat mereka menengok dirinya sewaktu sakit.
Pada masa kepemimpinan Umar Ibn Al-Khaththab, wilayah islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Karena perluasan daerah terjadi dengan begitu cepat, Umar Ibn Al-Khaththab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi pemerintahan, dengan diatur menjadi delapan wialayah propinsi : Mekah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga Yudikatif dengan Eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Jawatan kepolisian dibentuk. Demikian juga jawatan pekerjaan umum, Umar Ibn Al-Khathab juga mendirikan Bait al-Mall. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimayarakat Umar selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang memang dianggap mampu dibidangnya.


Baca juga postingan/artikel terkait di bawah ini;

Search Our Site