• HomeBeranda
  • MGMPMGMP-PAI
  • Mauidhah KhasanahMauidhah Khasahah
  • HealthHealth category
  • Cerita KecilStory category
  • UncategorizedUncategory file

ALON - ALON NING YO RIDER

Aku, dan apa yang ada di sekitarku...
  • This is Sarimind's Blog

    Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )

  • This is Sarimind's Blog

    Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...

  • This is Sarimind's Blog

    Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.

Sabtu, 19 September 2015

Tentang Keadilan

Posted by ashidqy hayun on 10.07 in cerita kecil, Hikmah, Mauidhah Khasahah, yang penting nulis adjah... | No comments
Alkisah Suatu pagi, seorang remaja putri memberi uang saku kepada adik2nya. Kebetulan Si Remaja Putri memiliki dua orang adik.
Seorang adik perempuan kelas 6 SD dan seorang adik laki-laki kelas 3 SD. Si Remaja Putri memberikan uang saku dengan jumlah yang berbeda kepada mereka.
Tentu saja adik perempuannya mendapat jumlah uang saku yang lerbih banyak.
Mengetahui hal ini, saat sepulang sekolah adik laki-lakinya protes kepada Si Remaja Putri.
“Mbak, kalo bagi uang yang adil donk! Masak uang sakuku lebih sedikit dari punyanya kakak?”
Kemudian Si Remaja Putri melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya,
“Menurutmu adil itu yang seperti apa?”
Dengan polosnya adiknya yang baru berusia 9 tahun itu menjawab,
“Ya harus sama jumlahnya dong, Mbak. Kalo kakak dapet sekian aku juga harus dapat jumlah yang sama juga.”
Dengan tersenyum Si Remaja Putri meninggalkan sang adik.
Sesaat kemudian dia menemui sang adik lagi dengan membawa dua buah gelas, literan, dan sebotol air.
Kedua gelas itu memiliki ukuran berbeda. Yang pertama gelas besar dan yang kedua gelas kecil.
“Ok dik, sekarang aku minta, tolong masing-masing gelas kamu isi dengan air sebanyak 240 mL!”
Dengan sedikit pengarahan dari Si Remaja Putri, Sang adik mulai mengisikan air ke dalam literan hingga mencapai angka 240 mL dan menuangkannya ke dalam gelas besar.
Pada gelas yang besar, air hampir memenuhi isi gelas. Namun, pada saat dia mengisi gelas yang kecil airnya tumpah.
Kemudian Si Remaja Putri meminta sang adik untuk mengosongkan gelas-gelas tersebut.
Dan sekarang Si Remaja Putri memberi instruksi yang berbeda. “Sekarang isikan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh!”
Dia mulai menuangkan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh. Dan sekarang tidak ada air yang tumpah.
*****

Keadilan itu bukan tergantung dari jumlahnya tetapi dari ukurannya.
Ditengah banyaknya kenikmatan yang kita dapatkan, terkadang kita masih merasa kekurangan, ada perasaan iri, ada perasaan tidak rela ketika orang-orang disekitar kita berhasil.
Rejeki kita tidak akan tertukar dengan orang lain, jadi seharusnya, kita fokus pada pencarian rejeki yang menjadi jatah kita, bukan fokus untuk iri atas keberhasilan orang lain.
Jangan menyalahkan orang lain kalau kita merasa kekurangan. Jangan terburu2 marah kepada orang lain, apalagi kepada Tuhan atas rejeki yang menurut kita masih sedikit.
Salahkan diri sendiri, seberapa banyak kenikmatan yang selama ini kita ingkari?
Jadi tetaplah optimis, rejeki kita tidak akan tertukar dengan orang lain, kita hanya harus terus berusaha, terus berdoa dan sedikit bersabar.
Yakinlah rejeki kita akan mengalir dengan lancar. Dan pada saat waktu itu tiba, jangan lupakan orang lain.
"Mengharap dunia memperlakukan Anda secara adil karena Anda adalah orang baik adalah sama dengan mengharap banteng tidak akan menyerang Anda karena Anda vegetarian."
- Dennis Wholey -

#Copas

Read More

Kamis, 17 September 2015

Tentang Semangat

Posted by ashidqy hayun on 11.36 in Hikmah, Mauidhah Khasahah | No comments
iman islam ikhsan
Alkisah, di sudut atap sebuah rumah yang sudah tua, tampak seekor laba-laba yang setiap hari bekerja membuat sarangnya dengan giat dan rajin.
Suatu hari, hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang. Rumah tua itu bocor di sana-sini dan sarang laba-laba pun rusak terkena bocoran air serta hempasan angin. Tembok menjadi basah dan licin. Tampak si laba-laba dengan susah payah berusaha merayap naik. Tetapi karena tembok licin, laba-laba pun terjatuh. Ia terus bersusah payah untuk merayap naik, tetapi jatuh dan jatuh lagi. Begitu terus berulang-ulang. Tetapi, laba-laba itu ternyata tetap berusaha merayap naik dengan kegigihan yang luar biasa.
Rumah tua itu dihuni oleh tiga orang kakak beradik yang masih muda usianya. Saat kejadian itu berlangsung, kebetulan mereka bertiga sedang menyaksikan tingkah laku si laba-laba tadi. Dan berikut adalah komentar-komentar mereka:
Si sulung dengan menghela napas berkata: "Nasibku sama dengan laba-laba itu. Meskipun aku telah berusaha dengan susah payah dan terus menerus, tetapi tetap saja hasilnya nol. Sia-sia belaka! Memang beginilah nasibku. Meskipun telah berusaha sekuat apa pun percuma saja. Tidak bisa berubah !”
Pemuda kedua dengan santai berkomentar: "Laba-laba itu bodoh sekali ! Kenapa tidak mencari jalan yang kering dengan memutar kemudian merayap naik ? Aku tidak akan sebodoh dia. Kelak bila ada kesulitan, aku akan mencari jalan pintas. Aku pasti memakai otak mencari akal untuk menghindari kesulitan. Tidak perlu bersusah payah menghadapinya.”
Lain lagi pendapat si bungsu. Melihat kegigihan laba-laba tadi, hatinya sangat tergugah. Beginilah komentarnya: "Laba-laba itu begitu kecil, tetapi memiliki semangat pantang menyerah yang luar biasa ! Dalam hal ketabahan dan keuletan, aku harus belajar dari semangat laba-laba itu. Dengan mencontoh semangat juang seperti itu, suatu hari aku pasti bisa meraih kesuksesan !”
Cerita laba-laba di atas sungguh inspiratif sekali. Sudut pandang yang berbeda dalam melihat sebuah persoalan yang terjadi akan melahirkan penanganan yang berbeda. Dan cara penanganan yang berbeda tentunya akan mendatangkan hasil yang berbeda pula.
Cara pandang sulung memperlihatkan sosok yang tanpa motivasi, tanpa target hidup yang pasti, pasrah, mudah putus asa, dan bergantung pada apa yang disebutnya "nasib”. Inilah perspektif yang paling menghambat langkah seseorang untuk meraih keberhasilan. Jika kita menganut sudut pandang seperti ini, dijamin keberhasilan akan jauh dari jangkauan kita.
Sebaliknya, perspektif pemuda kedua menunjukkan tanda-tanda sebuah pribadi yang oportunis dan sangat pragmatis. Dalam menghadapi setiap persoalan, pilihan yang ditempuhnya adalah menghindari atau lari dari persoalan tersebut. Jika toh harus dihadapinya, maka ditempuhlah jalan-jalan pintas dengan menghalalkan segala cara, asalkan tujuannya tercapai. Bukannya mencari pemecahan dengan kreativitas dan kecerdasan, tetapi lebih menggunakan cara-cara yang tidak benar, mengelabui, curang, melanggar etika, dan mengabaikan hak-hak orang lain. Jika setiap kali menemui rintangan dan kita bersikap demikian. Maka bisa dipastikan mental kita akan menjadi lemah, rapuh, dan besar kemungkinan menjadi manusia "raja tega” yang negatif.
Dan tentu saja, kita setuju dengan pendapat si bungsu.
*****
Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki untuk mencapai kesuksesan. Setiap persoalan merupakan batu penguji yang harus dipecahkan dan dihadapi dengan penuh keberanian.
Kita harus membiasakan diri melihat setiap masalah yang muncul sebagai suatu hal yang wajar dan harus dihadapi, bukan menghindar atau melarikan diri dari masalah.
Sesungguhnya, kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari fondasi banyaknya hambatan, masalah, kelemahan, dan problem kesulitan yang mampu diatasi.
Dan jelas sekali, dengan bekal kegigihan, ketabahan, dan usaha yang konsisten, kesuksesan yang kita peroleh pasti berkualitas dan membanggakan membahagiakan !.

Read More

Senin, 14 September 2015

Tentang Kerja Keras

Posted by ashidqy hayun on 10.18 in cerita kecil, Hikmah | No comments
ayam+pelung+burung+merpati+emprit jepang
Alkisah dahulu kala burung elang dan kalkun adalah sahabat baik. Mereka selalu melakukan kegiatan berdua, membangun sarang mereka bersama, mencari makan juga bersama-sama, bahkan kemanapun mereka selalu bersama-sama.
Pada jaman dulu bentuk tubuh kalkun tidak seperti sekarang ini, dulu tubuhnya ramping dan atletis seperti burung elang, dan dia dapat terbang dengan gesit untuk mencari makan persis seperti burung elang.
Manusia tidak pernah merasa aneh tentang persahabatan kedua burung ini karena elang dan kalkun selalu terlihat terbang bersama-sama di angkasa.
Ketika itu si kalkun dan elang sedang terbang di udara. Si kalkun merasa lapar dan ingin mencari sesuatu untuk di makan, lalu dia berkata pada elang “Elang, gue lapar nih.
Cari makanan di daratan yuk, kayaknya banyak makanan yang enak di sana”.
Lalu si elang membalas “Aku juga lapar Kun, ide kamu boleh juga, mari kita ke daratan cari makanan”.
Lalu kedua sahabat itu terbang menukik menuju daratan dimana beberapa hewan lain juga sedang berada di sana, kedua burung ini kemudian bergabung untuk makan dengan hewan lainnya di darat.
Ketika itu elang dan kalkun mendarat persis di dekat seekor sapi yang sedang menikmati makan jagung manis. Si sapi kelihatan sibuk sekali, tapi kemudian dia berkata pada kedua sahabat itu
“Eh ada elang dan kalkun, selamat datang agan-agan. Silahkan cicipi jagung manis ini, rasanya enak lho”.
Keramahan si sapi ini membuat elang dan kalkun terkejut karena selama ini mereka tidak pernah berbagi makanan dengan hewan lain dengan begitu mudahnya. Kemudian si elang berkata pada si sapi
“JuraGan, kamu baik sekali. Kenapa kamu mau berbagi makanan milik kamu dengan kami?”. Lalu si sapi menjawabnya
“Kagak apa2 juraGan, makanan di sini banyak kok. Tuan petani selalu memberikan makanan yang kami butuhkan setiap hari, mari bergembira saja”.
Jawaban si sapi membuat kedua sahabat itu semakin kaget, dan semakin penasaran pada cerita si sapi.
Si sapi kemudian bercerita lagi “Tuan petani itu baik sekali dia selalu menyediakan makanan pada kami. Dia juga menanam sendiri jagungnya dan juga bahan makanan lainnya.
Kami tidak perlu bekerja sama sekali. Selain itu, Tuan petani juga menyediakan tempat tinggal yang baik bagi kami”.
Cerita si sapi membuat elang dan kalkun semakin terheran-heran karena seumur hidup mereka belum pernah mendapatkan kemudahan seperti itu.
Mereka harus bekerja keras untuk mencari makanan dan kadang harus rebutan dengan hewan lain. Begitu juga untuk membuat rumah, elang dan kalkun harus membuatnya dengan susah payah.
Setelah kedua sahabat itu selesai menikmati keramahan si sapi lalu mereka pulang dan kemudian mulai berdiskusi tentang pengalaman mereka hari itu.
Si kalkun berkata pada sahabatnya “Elang sahabatku, kayaknya kita harus tinggal juga di tempat tuan petani itu.
Kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencari makanan, dan tempat tinggal juga sudah tersedia. Rasanya aku sudah capek terbang dan bekerja keras setiap hari hanya untuk hidup”.
Si elang sempat risau juga dengan pengalamannya hari itu. Lalu dia pun menjawab sahabatnya “Aku tidak yakin tentang ide kamu kali ini. Menurutku agak tidak masuk akal kalau ada pihak yang mau memberikan segala sesuatu tanpa imbalan sama sekali.
Selain itu Aku lebih suka terbang bebas di angkasa mengarungi langit biru. Menurutku bukan hal yang buruk kalau kita bekerja keras untuk mencari makanan dan membangun tempat tinggal kita. Dan itu sebuah tantangan yang menarik sahabat ku kalkun”.
Kedua sahabat ini tidak sependapat satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk berpisah. Si kalkun memutuskan untuk tinggal di daratan bersama sapi, dia mendapatkan makanan dan tempat tinggal tanpa harus bekerja keras.
Berbeda dengan sahabatnya yang lebih suka kebebasan walau harus menghadapi tantangan setiap hari untuk mencari makanan dan tempat tinggal.
Pada saat itu semua berjalan sangat baik bagi si kalkun. Dia mendapat makanan yang enak setiap hari tanpa harus bekerja keras seperti dulu. Lambat laun si kalkun pun akhirnya bertambah gemuk dan semakin malas.
Lalu pada suatu hari si kalkun mendengar berita bahwa istri si Tuan petani ingin membuat hidangan daging kalkun panggang untuk makan di hari raya.
Tentu saja si kalkun kaget dan panik, kemungkinan besar si istri petani akan memasaknya untuk perayaan hari raya yang akan datang. Kemudian si kalkun memutuskan untuk meninggalkan tempat Tuan petani dan kembali bersama sahabatnya si Elang.
Namun ketika si kalkun hendak terbang, dia menyadari bahwa badannya sudah terlalu berat dan malas. Dia tidak bisa terbang sama sekali, si kalkun hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya.
Akhirnya istri Tuan petani menangkapnya, memotong, dan memanggang si kalkun untuk hidangan makan di hari raya.
*****
Ketika kita menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, kita mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan kita. Dan kita akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi.
Seperti pepatah kuno
“selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”

Read More

Tentang Takdir

Posted by ashidqy hayun on 10.06 in cerita kecil, Hikmah, Mauidhah Khasahah | No comments
Alkisah di sebuah desa, ada seorang tua yang sangat dikenal. Namanya disebut-sebut sebagai seorang yang sangat bijaksana, tempat banyak orang bertanya tentang hal apa saja.
Petuah dan nasihat si orang tua tersebut juga dianggap selalu tepat, sehingga ia sangat dihormati dan disegani.
Suatu ketika, ada dua orang pemuda yang penasaran dengan kebijaksanaan orang tua tersebut. Sebab, mereka mendengar bahwa petuah dan wejangan si orang tua selalu manjur untuk mengatasi berbagai macam persoalan hidup.
Mereka saling adu argumentasi tentang benar tidaknya berita tersebut. Maka, mereka pun ingin membuktikan kehebatan orang tua, apakah sesuai dengan yang dibicarakan orang atau tidak.
Hingga, pada sebuah sore yang cerah, mereka mendatangi orang tua bijak tersebut di kediamannya.
Salah satu pemuda nampak membawa sesuatu yang sepertinya disembunyikan di tangannya. Ia menggenggam benda tersebut erat-erat, dan menaruhnya di belakang badannya, seolah tidak ingin memperlihatkannya pada orang tua tersebut.
"Wahai Paman. Bolehkan aku bertanya?"
Si orang tua yang saat itu sedang bersantai kemudian menjawab,
"Apa yang bisa kubantu?"
"Kami yang muda ini ingin belajar mengetahui banyak hal sebagai bekal hidup nanti. Sayang, sampai saat ini kami belum menemui guru yang kami anggap tepat yang bisa memuaskan dahaga pengetahuan kami. Nah, kami mendengar Paman adalah orang paling bijaksana di desa ini,"
tutur salah satu pemuda. "Karena itu, kami ingin bertanya kepada Paman."
Si orang tua hanya tersenyum mendengar ungkapan pemuda tadi.
"Aku hanya orang biasa. Aku tak bisa mengajarkan apa-apa kepadamu Anak muda,"
jawab si orang tua merendah.
"Aku hanya mencoba menjawab sebisa mungkin pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan orang kepadaku."
Mendengar jawaban tersebut, maka pemuda yang dari tadi menyembunyikan sesuatu di tangannya segera bertanya,
"Kalau Paman memang bisa menjawab semua pertanyaan, cobalah jawab pertanyaanku ini. Aku sedang membawa burung kecil di genggamanku. Apakah burung di tanganku ini dalam keadaan mati atau hidup, wahai Paman?"
Sejenak, si orang tua menatap wajah pemuda itu dalam-dalam. Sembari tetap menebar senyum, ia pun lantas menjawab,
"Anak muda, mati atau hidup burung itu ada di tanganmu. Kalau aku katakan burung itu hidup, dengan mudah kau pencet burung itu hingga mati. Tapi, kalau aku katakan burung itu mati, dengan mudah pula kamu melepaskannya untuk hidup bebas ke angkasa.
Sama juga dengan kehidupan. Semua sebenarnya ada dalam genggaman tangan kita sendiri. Melalui tangan kita sendirilah nasib ini ditentukan."
Mendengar jawaban penuh makna tersebut, si pemuda langsung melepaskan burung yang sedari tadi dalam genggamannya.
Ia dan temannya segera meminta maaf pada si orang tua karena lancang telah mencoba mengujinya.
Mereka juga meminta agar bisa belajar lebih banyak tentang ilmu kehidupan pada si orang tua bijak
******
Ada sebuah ajaran yang menyebutkan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang mengubahnya. Ini adalah sebuah ajaran sangat mulia yang menjadi cerminan bahwa sebenarnya kita sendirilah yang menentukan nasib. Apakah baik atau buruk, senang atau susah, gembira atau sedih, semua itu bergantung pada bagaimana kita menyikapi hidup dan kehidupan.
Seperti filosofi yang kita tahu, "Success is my right!" Sukses adalah hak setiap orang dan hak siapa saja yang menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Unsur menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan inilah
sebenarnya yang menentukan nasib kita sendiri.
Dengan sebuah kesadaran penuh tentang arti kesuksesan, serta dengan menjadikannya sebagai sebuah keinginan atau target besar yang menantang, kemudian memperjuangkan sepenuh hati, maka kesuksesan pasti akan kita raih.
Oleh karena itu, kita sebenarnya mempunyai nasib atau takdir laksana sang burung dalam genggaman. Hanya dengan tangan sendirilah kita bisa menentukan apa saja yang dapat kita raih. Melalui kekuatan diri sendiri pulalah kita bisa mewujudkan semua impian.
Maka, mari kita perkaya mental dengan terus berjuang tanpa henti untuk menentukan nasib sendiri! Kita lepaskan belenggu keinginan bergantung pada orang lain, dan menggantinya dengan tekad dan keyakinan diri sendiri, guna meraih sukses seperti yang kita dambakan.
"Dalam setiap hal baik positif maupun negatif, selalu tersimpan aset yang luar biasa yang selalu menanti untuk ditemukan.
Misteri kehidupan ini letaknya tidk jauh-jauh, ia tersembunyi dalam misteri sifat kita."
~Gobind Vashdev~

Read More

Selasa, 01 September 2015

Jangan lari, masalah bukan untuk dihindari

Posted by ashidqy hayun on 10.54 in Hikmah, Mauidhah Khasahah | No comments
Alkisah di sebuah desa memiliki hanya satu sumur air, yang sekaligus menjadi tempat pertemuan masyarakat desa itu pada pagi dan sore hari.
Di sana mereka membagi setiap informasi terbaru, selain mengambil air untuk pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari. Sementara itu sumur tersebut tidak pernah dirawat.
Semakin banyak dedaunan jatuh ke dalamnya. Tidak seorang pun peduli dan bersedia memperhatikan hal itu.
Suatu saat sumur itu tertutup penuh dengan sampah dedaunan yang meracuni airnya.
Mereka berunding beberapa kali sebelum akhirnya disepakati bahwa sumur itu harus ditutup dan menggali yang baru.
Tetapi seorang tua angkat bicara dan memberikan anjuran lain dengan mengatakan, “Sebaiknya sumur yang bersejarah bagi kita di sini tidak ditutup dan ditinggalkan.
Kita harus bersedia mengeluarkan sampah yang berada di dalamnya, yang adalah sampah kita semua, sehingga air menjadi bersih dan dapat diminum lagi. Kita harus bersabar.”
Akhirnya, semua hadirin menyetujui anjuran tersebut, karena kalau berpindah ke tempat lain, mereka harus menggali lagi sumur yang baru.
Bersama-sama mereka membersihkan dan mengeluarkan sampah dari sumur itu, dan menanti dengan penuh kesabaran hingga sumur tersebut menghasilkan air bersih lagi.
*****
Manusia cepat atau lambat akan menemui masalah kehidupannya, baik dari dirinya sendiri maupun lingkungan kehidupannya, di mana pun dan kapan pun.
Dan setiap masalah yang ditemui harus diselesaikan secara tuntas dan dihadapi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, betapa pun berat dan getirnya.
Mengelak dan melarikan diri dari masalah bukanlah cara penyelesaian terbaik.
Ke mana pun kita berlari dan bersembunyi, masalah akan tetap menjadi pendamping yang paling akrab dan setia, karenanya masalah bukan untuk dihindari, tapi diselesaikan.
Kesalahan dan kegagalan sama sekali bukanlah tanda untuk berhenti"
Kesalahan yang pernah kita alami akan membuat kita lebih dewasa, berbuatlah lebih baik dari kesalahan yang pernah dibuat.

Read More

Senin, 31 Agustus 2015

Matematika & Filsafat

Posted by ashidqy hayun on 09.52 in Hikmah, Mauidhah Khasahah | No comments
1)   Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
2)   Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?
3)   Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?
      Hikmahnya adalah:
      (+) PLUS = BENAR
      (-) MINUS = SALAH
1.   Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
      Rumus  + x + = +
2.   Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
      Rumus matematikanya:
      + x – = -
      – x + = -
3.   Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
      Rumus matematikanya:
      – x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact,  yang bisa kita ambil sebagai pelajaran Hidup.
      Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
      1 ÷ 1 = 1
      1 ÷ 2 = 1/2
      1 ÷ 10 = 1/10
      1 ÷ 100 = 1/100
      Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).

Maknanya adalah:
-     Kalau kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
      Tetapi ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Tuhan akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Keberkahan)

✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Tuhan memperbaiki keadaanmu
✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan utk org lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira
✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Tuhan menjadikan orang lain membahagiakan kita
✔ Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"
✔ Setiap kali engkau memberi maka di saat itulah engkau diberi tanpa engkau meminta.


Smoga bermanfaat & salam sukses!

Read More

Persepsi kita membentuk kenyataan

Posted by ashidqy hayun on 08.18 in Hikmah | No comments
Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.
Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.
Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.
Semakin dipikir semakin yakin.
Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.
Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur.
Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?
*****
Persepsi kita membentuk kenyataan,
pikiran kita membentuk sudut pandang kita.
Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.
Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar.
Anak nakal dianggap lucu,
kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.
Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri.
Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.
Segalanya mengalir dalam dimensi ruang dan waktu.
Mari kita renungkan.

Read More

Sabtu, 29 Agustus 2015

JENIS DAN KETENTUAN LOMBA MATA PELAJARAN DAN SENI ISLAMI ( MAPSI ) TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KE-5 SE-KABUPATEN KARANGANYAR

Posted by ashidqy hayun on 08.04 in MGMP PAI | No comments
JENIS DAN KETENTUAN LOMBA MATA PELAJARAN DAN SENI ISLAMI ( MAPSI ) TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KE-5 SE-KABUPATEN KARANGANYAR

1. Lomba Cerdas Cermat Islam ( CCI )
a.  Setiap Kecamatan mengirimkan 1 regu yang terdiri dari peserta didik ( boleh putra/putrid atau campuran )
b. Setiap Regu diwajibkan membawa laptop yang telah ter-instal Microsoft Office 2007
c.   Materi yang dilombakan, diambil dari Standar Isi PAI berdasarkan KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 dengan materi sebagai berikut :
1) Al Qur’an dan Hadits meliputi :
a) Q.S. Al Insyirah dan At-Tiin
b) Tajwid meliputi : hukum nun mati, hukum mim mati, bacaan mad, bacaan al qamariyah dan al syamsiyah, qalqalah, hukum lam jalah dan ra’, serta waqaf.
c) Hadits tentang menuntut ilmu dan kebersihan
2) Aqidah ( Keimanan ) meliputi :
a) Iman kepada Allah SWT
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
c) Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT
d) Iman kepada Rasul-Rasul Allah SWT
e) Iman kepada Hari Kiamat
f)   Iman kepada Qadha dan Qadar
3) Akhlak, meliputi :
a) Membiasakan perilaku terpuji : taat, tawadhu, sabar, kerja keras, tekun, ulet, teliti, empati, hormat kepada guru dan orangtua, zuhud, tawakal, istiqamah, amanah, qanaah, tasamuh.
b) Menghindari perilaku tercela : ghadab, ananiyah, hasad, ghibah, namimah, takabur, dendam, munafik.
4) Fiqh, meliputi :
a) Thaharah
b) Shalat fardhu ( munfarid dan berjamaah )
c) Shalat jum’at
d) Shalat Jama’ dan Qasar
e)  Shalat Sunah ( munfarid dan berjamaah )
f)   Zakat
g) Puasa
h) Haji dan Umrah
i)   Makanan dan minuman yang halal
j)   Qurban dan Aqiqah
5) Sejarah/tarikh, meliputi :
a) Sejarah Nabi Muhammad periode Makkah
b) Sejarah Nabi Muhammad periode Madinah
c) Sejarah Ilmu pengetahuan pada masa bani Umayah
d) Sejarah ilmu pengetahuan pada masa bani Abbasiyah
e) Sejarah Islam di Nusantara
f)   Sejarah, Tradisi dan budaya Islam di Nusantara
2. Lomba Pidato
a. Setiap Kecamatan mengirimkan 2 delegasi yang terdiri 1 orang putra dan 1 orang putri
b. Tema pidato memilih dari beberapa pilihan berikut ini :
1)    Syukur Nikmat
2)    Kufur nikmat
3)    Akhlak kepada kedua orangtua
4)    Akhlak kepada guru
5)    Ciri-ciri orang bertaqwa
6)    Ciri-ciri orang beriman
7)    Shalat tiang agama
8)    Kemuliaan akhlak Rasulullah
9)    Mencari ilmu itu wajib
10) Kebersihan bagian dari iman
c.   Lama waktu pidato maksimal 7 menit dihitung sejak tombol lampu dinyalakan
d. Dalam lomba akan diambil juara 1 saja baik putra maupun putrid ( 1 Pa dan 1 Pi )
e. Kriteria penilaian
1) Intonasi 30%
2) Penghayatan 30%
3) Isi/materi 30%
3. Lomba Musabaqah Tahfidz Al-Qur’an ( MHQ )
a. Setiap kecamatan mengirimkan delegasi yang terdiri 1 orang putra dan 1 orang putrid
b. Peserta memberitahukan terlebih dahulu kepada dewan juri juz yang akan dihafalkan, Juz 1 ( satu) atau Juz 30 ( tiga puluh ) dengan urutan sesuai urutan surah dalam Al Qur’an.
c.   Surat atau ayat yang akan dibaca peserta, ditentukan / dibacakan oleh dewan juru terlebih dahulu kemudian dilanjutkan oleh peserta dengan batasan yang ditentukan olehdewan juru sendiri (sebanyak 3 kali ).
Dengan ketentuan :
Tahap 1    :   peserta melanjutkan ayat ( sambung ayat tanpa mengulang ayat yang dibacakan juri ).
Tahap 2    :   peserta melanjutkan lafal/kalimat dari ayat yang dibaca oleh dewan juri tanpa mengulang bacaan juri, dan
Tahap 3    :   peserta membaca satu ayat sebelumnya yang dibacakan oleh dewan juri.
4. Lomba Musabaqah Tilawatil Al Qur’an ( MTQ )
a. Setiap Kecamatan mengirimkan 2 orang delegasi yang terdiri 1 orang putra dan 1 orang putrid
b. Setiap peserta membacakan ayat suci Al Qur’an selama 5-7 menit
c.   Surat dan ayat yang akan dibaca, ditentukan sendiri oleh peserta
d. Dalam lomba ini akan diambil juara I, II, III dan uara harapan I, II, III baik putra maupun putrid
e. Kriteria penilaian :
1) tahfidz ( 50% )
2) lagu dan adab ( 25% )
3) Tajwid ( 25%)
5. Lomba Tartil Al Qur’an
a. Setiap Kecamatan mengirimkan 2 delegasi yang terdiri dari 1 orang putra dan 1 orang putri
b. Surat dan ayat yang akan dibaca diundi 15 menit sebelum lomba dimulai
c.   Surat yang dibaca adalah:
1) Al Baqarah        :   dimulai ayat 183
2) Al Maidah          :   dimulai ayat 6
3) Al Mujadalah   :   dimulai ayat 11
4) An Nisa               :   dimulai ayat 36
5) Luqman              :   dimulai ayat 12
d. Dalam lomba ini akan diambil juara I, II, III dan juara harapan I, II, III baik putra maupun putrid
e. Kriteria penilaian :
1) Tajwid ( 40% )
2) Lagu dan suara ( 30% )
3) Fashohah dan adab ( 30% )
6. Lomba Kaligrafi
a. Setiap Kecamatan mengirimkan 2 delegasi yang terdiri dari 1 orang putra dan 1 orang putri
b. Karya dibuat ditempat lomba selama 240 menit ( 4 jam )
c.   Materi yang ditulis bebas ( Qur’an, Hadits atau Qaul Hikmah )
d.  Panitia hanya menyediakan 1 lembar kanvas ukuran 60x40 cm adapun bingkai/pigura dan aksesoris lain disediakan sendiri oleh peserta
e. Peserta tidak boleh membawa contekan dalam ruang lomba
f.   Menggunakan cat basah ( minyak atau air )
g. Peralatan lain yang diperlukan peserta, membawa sendiri-sendiri
h. Dalam lomba ini akan diambil juara I, II, III dan juara harapan I, II, III
i.    Kriteria penilaian :
1) Kebenaran tulisan ( 50% )
2) Keindahan ( 50% )
j.   Hasil karya lomba menjadi hak panitia dan tidak boleh diminta kembali oleh peserta



#copas dari proposal kegiatan MAPSI MGMP P

Read More

Kamis, 04 Juni 2015

Sejarah Perkembangan Kebudayaan Islam ( Sebuah Postingan pengantar )

Posted by ashidqy hayun on 12.18 in Al-Islamiyah, Materi PAI | No comments
Sumber Gbr : kebangkitanumatislam.blogspot.com
Sebenarnya materi kali ini adalah tugas ketika jaman kuliah dulu. Entah sudah berapa tahun tersimpan dalam file di komputer. Beberapa hari yang lalu, ketika niatan bersih-bersih file yang mungkin sudah tidak diperlukan lagi, terbersit pikiran untuk dishare saja. Ya siapa tahu ada dan bisa membawa manfaat. Namun berhubung banyaknya isi pembahasan mengenai sejarah perkembangan kebudayaan dalam Islam ini, yang dimulai dari masa Rasulullah hingga masuknya Islam ke Nusantara, maka tulisan ( makalah atau mungkin resume ya? Saya lupa… hehehe…. ) kami bagi dalam beberapa kali postingan.
Dan postingan-postingan tersebut kami bagi secara garis besar sebagai berikut;
Pertama, perkembangan Islam pada masa Rasulullah yang meliputi dua fase, yaitu fase Makkah dan fase Madinah.
Kedua, perkembangan Islam pada masa Khulafaurrasyidin yang meliputi; perkembangan Islam pada masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq 11-13 H/ 632-634 M, perkembangan Islam pada masa Khalifah Umar Ibn Al-Khaththab 13-23 H/634-644 M, perkembangan Islam pada masa Khalifah Ustman Ibn Affan 23-35 H/644-656 M, dan terakhir adalah perkembangan Islam pada masa Khalifah Ali Ibn Abi Thalib 35-40H/656-661 M.
Ketiga, pembahasan akan mengulas tentang pertumbuhan dan perkembangan sejarah Islam pada masa sesudah Khulafaurrasyidin, yang meliputi dua materi pokok yaitu pada masa Daulah Bani Umayyah dan pada masa Daulah Bani Abbasiyah. Termasuk juga di dalamnya akan kami bahas mengenai kemunduran yang terjadidalam perkembangan peradaban Islam di kedua Daulah tersebut.
Kemudian pembahasan yang terakhir adalah, mengenai sejarah masuknyaIslam di Indonesia/Nusantara.
Untuk selanjutnya, kumpulan materi tersebut, akan kami posting secara bertahap, dan kemudian akan kami tautkan ke dalam bagian-bagian masing-masing.
Demikian sedikit pengantar dari kami, semoga bermanfaat…

Read More

Rabu, 27 Mei 2015

Bahagia Adalah…

Posted by ashidqy hayun on 10.30 in cerita kecil, Mauidhah Khasahah | No comments
bahagia+smile happy
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya. Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…
“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”
“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”
Kebahagiaan itu milik Orang-orang yang dapat Bersyukur.

(dari BC seorang sahabat)

Read More

Senin, 25 Mei 2015

Sejarah Perkembangan Islam Masa Rasulullah

Posted by ashidqy hayun on 10.22 in Materi PAI | No comments
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapat berbagai macam perintah dalam firman Allah:
“ hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah “( Al-Muddatstsiar : 1 - 7 ).
Sepintas lalu ini merupakan perintah-perintah yang sederhana dan remeh. Namun pada hakikatnya mempunyai tujuan yang jauh, berpengaruh sangat kuat dan nyata. Ayat-ayat ini sendiri mengandung materi-materi dakwah dan tabligh. Dan semua ayat ini menuntut tauhid yang jelas dari manusia, penyerahan urusan kepada Allah, meninggalkan kesenangan diri sendiri dan keridhaan manusia, untuk dipasrahkan kepada keridhaan Allah.
Sungguh ini merupakan perkataan yang besar dan menakutkan, yang membuat beliau melompat dari tempat tidurnya yang nyaman dirumah yang penuh kedamaian, lalu siap terjun ke kancah diantara arus dan gelombang kehidupan. Setelah beliau bangkit dari tempat tidurnya itu, dimulailah beban yang besar yang harus dilaksanakan beliau. Mulai saat itu, hingga ia wafat, ia tidak pernah istirahat dan diam. Tidak hidup untuk diri sendiri dan keluarga beliau. Beliau bangkit dan senantiasa bangkit untuk berdakwah kepada Allah, memanggul beban yang berat diatas pundaknya, tidak mengeluh dalam melaksanakan beban amanat yang besar di muka bumi ini, memikul beban kehidupan semua manusia, beban akidah, perjuangan dan jihad di berbagai medan. Kita bisa membagi masa dakwah Rasulullah SAW menjadi dua periode, yang satu berbeda secara total dengan yang lainnya, yaitu :
  1. Periode atau fase Mekkah, berjalan kira-kira selama tiga belas tahun.
  2. Periode atau fase Madinah, berjalan selama sepuluh tahun penuh.


Baca juga postingan/artikel terkait di bawah ini;
  • Perkembangan Islam pada masa Rasulullah yang meliputi dua fase, yaitu fase Makkah dan fase Madinah.
  • Perkembangan Islam pada masa Khulafaurrasyidin yang meliputi; perkembangan Islam pada masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq 11-13 H/ 632-634 M, perkembangan Islam pada masa Khalifah Umar Ibn Al-Khaththab 13-23 H/634-644 M, perkembangan Islam pada masa Khalifah Ustman Ibn Affan 23-35 H/644-656 M, dan terakhir adalah perkembangan Islam pada masa Khalifah Ali Ibn Abi Thalib 35-40H/656-661 M.
  • Perkembangan sejarah Islam pada masa sesudah Khulafaurrasyidin, yang meliputi dua materi pokok yaitu pada masa Daulah Bani Umayyah dan pada masaDaulah Bani Abbasiyah dan kemunduran yang terjadi dalam perkembangan peradabanIslam pada masa Daulah Bani Umayyah dan pada masa Daulah Bani Abbasiyah.
  • Sejarah masuknya Islam di Indonesia/Nusantara.

Read More

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Search Our Site


Popular Posts

  • DOA PADA UPACARA HARI KARTINI TAHUN 2014
    Doa Pada Upacara Hari Kartini 2014 Allahuma Yaa Allah, Yaa Tuhan kami… Kami agungkan segala asma kebesaran-Mu, karena Engkau z...
  • Kenaikan Gaji PNS tahun 2015 Berdasarkan SKB 3 MENTERI No. 251/SKB/2015
    Beberapa hari lalu ada sms dari seorang teman isinya tentang kenaikan gaji PNS tahun 2015 besok. Jujur saja ketika membaca sms tersebut tid...
  • Doa Penutup Acara Workshop Pendampingan Kurikulum 2013 ( 10 November 2014 )
    Hampir sama seperti kejadian ketika acara pembukaan kemarin, jatah membacakan doa kali ini juga sangat mendadak. Hmmm… sudah tradisi barangk...
  • Contoh Program / Proposal Ujian Praktek Pendidikan Agama Islam Tahun 2015
    Ujian praktik merupakan salah satu dari tiga aspek Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI) ; aspek yang lain ada...
  • Doa Pembuka Acara Pendampingan Kurikulum 2013 ( 15 Oktober 2014 )
    Alon rider – Kamis kemarin ketika sampai di sekolahan, belum juga kelar melepas jaket waktu parkir motor, tiba-tiba saja Wakil Kepala Sekola...
  • Pajak Kendaraan Bermotor Secara Online di Kantor Samsat Solo
    Ceritanya beberapa bulan yang lalu istri saya merengek minta supaya sepeda motor yang   biasa tiap hari dipakai buat nganter anak ke sekol...
  • Doa Pembukaan Workshop Pengembangan Kurikulum 2013 ( 28 Juli 2018 )
    ALHAMDULILLAHIROBIL ALAMIN, YAA ROBBANA LAKALHAMDU   WALAKAL MULQU   WALAKAL SYUKRU KAMAA YANBAGHI LIJALAALIWAJHIKA WA ADZIIMI SULTHOONIK. ...
  • Mengurus Pajak Kendaraan Bermotor Secara Online di Kantor Samsat Karanganyar
    Alon rider - Saat ini sudah semakin banyak terobosan yang dilakukan oleh pemerintah demi kenyamanan pelayanan kepada masyarakatnya. Beberap...
  • Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam
    Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam Secara garis besar, sejarah perkembangan Islam dibagi menjadi empat masa, yaitu; 1. ...

Categories

  • Al-Islamiyah
  • Alonrider
  • cerita kecil
  • Daftar Pustaka
  • Dongeng
  • Health
  • Hikmah
  • Kerohanian Islam
  • litle heaven
  • Materi PAI
  • Mauidhah Khasahah
  • MGMP PAI
  • Penghasilan Tambahan
  • Sedikit Iptek
  • Tips dan Trik
  • Wanita Sehat
  • yang penting nulis adjah...

Blog Archive

  • 2022 (1)
    • Oktober (1)
      • Doa Hari Sumpah Pemuda 2022
  • 2019 (13)
    • April (2)
    • Maret (9)
    • Februari (2)
  • 2018 (14)
    • November (2)
    • Juli (2)
    • April (1)
    • Maret (3)
    • Februari (1)
    • Januari (5)
  • 2017 (21)
    • November (2)
    • Agustus (7)
    • Juli (9)
    • April (3)
  • 2016 (10)
    • Juli (1)
    • Mei (5)
    • April (2)
    • Maret (2)
  • 2015 (79)
    • Desember (3)
    • November (10)
    • Oktober (12)
    • September (5)
    • Agustus (3)
    • Juni (1)
    • Mei (18)
    • April (12)
    • Maret (7)
    • Februari (5)
    • Januari (3)
  • 2014 (87)
    • Desember (5)
    • November (8)
    • Oktober (8)
    • September (12)
    • Agustus (4)
    • Juni (1)
    • Mei (13)
    • April (13)
    • Maret (13)
    • Februari (10)
Flag Counter
  • We on Last FM
  • We on Youtube
  • We on Linkedin
  • We on Flickr
Copyright © ALON - ALON NING YO RIDER
Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes
Blogger Theme by NewBloggerThemes.com