Aku, dan apa yang ada di sekitarku...
  • This is Sarimind's Blog

    Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )

  • This is Sarimind's Blog

    Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...

  • This is Sarimind's Blog

    Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.

Sabtu, 14 November 2015

Posted by ashidqy hayun on 11.34 in , | No comments
Alkisah Seorang Tukang Bangunan ditugaskan utk mendirikan sebuah tembok dgn menggunakan 2000 buah batu bata.
Dgn susah payah akhirnya tukang bangunan menyelesaikannya pekerjaannya dgn baik & tepat pada waktunya.
Sayangnya setelah selesai semuanya, Tukang Bangunan itu baru menyadari bahwa ada 2 buah batu bata yg tampak lebih menonjol keluar dibandingkan dgn batu bata lainnya.
Akibatnya tembok yg sdh selesai itu ada bagian yg tidak rata.
Tukang Bangunan itu tampak sedih & kecewa dengan hasil pekerjaannya.
Tukang Bangunan itu pun akhirnya bermaksud untuk merobohkan tembok itu & mengulangi untuk membangunnya.
Saat itu datanglah Kepala Tukang Bangunan melihat & mengatakan,
"Sungguh hasil karyamu yg luar biasa dan bagus..."
Lalu Tukang Bangunan berkata,
"Tapi ada 2 batu bata yg tampak menonjol, coba lihatlah...!
Sungguh membuat tembok itu menjadi tidak sempurna..."
Kepala Tukang Bangunan itu menjawab,
"Saya tidak melihat 2 batu bata menonjol yg kamu tunjukkan.
Sebaliknya saya jelas² melihat ada 1998 batu bata yg tersusun begitu sempurna..."
SESUNGGUHNYA.. 2 batu bata itu menggambarkan MASALAH dalam hidup kita.
*****
Apakah hanya karena beberapa MASALAH kecil saja yg merintangi, kita sedih, susah, kecewa dlm menjalani kehidupan ini?
Janganlah melihat pada kekurangan saja & Janganlah hanya melihat sisi keburukan saja, tapi lihatlah juga sisi kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihannya.
Salah satu penghalang terbesar dalam berkarya adalah INGIN SEMPURNA, sehingga selalu merasa kurang ini dan kurang itu ... Dan di detik-detik akhir, standar kesempurnaan kita yang terlalu kaku kita kendorkan ...
Itulah sebabnya, tidak jarang tugas kita bisa selesai, di menit-menit atau pada detik-detik akhir ...
Kesempurnaan itu baik adanya ... Tapi RASA INGIN SEMPURNA yang tidak diwaspadai, adalah lintah yang selalu menyedot rasa percaya diri ...
Rasa ingin sempurna adalah rayap bagi rasa berkecukupan ...
Seringkali, kita mengukur kesempurnaan dalam kacamata kita ...
Padahal, sesuatu yang bagi kita tidak sempurna, bisa jadi, itu adalah kesempurnaan, bagi orang lain ...

Selasa, 10 November 2015

Posted by ashidqy hayun on 09.10 in , , | No comments
Tadi pagi pas ngajar di kelas, kebetulan sekali materi ajarnya yang untuk kelas Sembilan ( maklum, kurikulumnya masih KTSP ) adalah tentang akikah. Yang mana menjadi salah satu kewajiban orangtua ketika kelahiran anaknya adalah mengakikahi si anak tersebut. Bila laki-laki dengan 2 ekor kambing/domba, bila perempuan cukup dengan 1 ekor kambing/domba saja. Namun ternyata masih ada kewajiban yang mmusti ditanggung oleh orangtua, yaitu memberi anaknya tersebut dengan nama yang sebaik-baiknya ~ kalau ini relatif sebetulnya~ nama yang bisa jadi harapan, doa, mungkin juga cita-cita.
Nah, ketika membahas tentang materi tersebut, tiba-tiba saja jadi teringat kegiatan beberapa waktu ini. Membetulkan nama ‘cucu’ saya –padahal saya masih muda lho, tiba-tiba saja jadi kerasa kalo sudah tua – anak pertama dari anak pertama kakak pertama saya –hehehe… bahasane mbulet ya? –
( ya sudahlah sebut saja ‘cucu’ saya )
kebetulan saja si cucu saya tadi salah penulisan nama di akte lahir. Orangtuanya menurut saya sudah bermaksud baik dengan memberi nama yang baik, “KHAIRA” ( untuk lanjutan namanya off the record mawon njeh… ), tetapi yang tertulis di akte lahir tersebut “KHIRA”. Sebenarnya kalau hanya masalah salah atau kurang huruf, setau saya bisa di betulkan langsung di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Tapi ya itu tadi, orangtua si anak tadi sama persis dengan warga Negara Indonesia kita tercinta ini. Asal tau saja, Warga Negara Indonesia ini kan paling alergi kalau urusan tetek bengek administrasi dan hal-hal yang sejenis itu, ya mengendaplah acara pembetulan nama tersebut sampai 2 tahun lebih.
Nah, yang ketiban sampur buat repot akhirnya ya saya juga. Saya yang tidak tau apa-apa ini, ndilalah pada suatu malam, mak bedunduk keponakan saya dan Bapaknya –kakak ipar saya- datang ke rumah. intinya, sama seperti judul di atas, minta tolong ngurus ganti/pembetulan nama si ‘cucu’ cantik. x_x
Padahal jujur, sama sekali saya buta segala urusan tentang Kabupaten Sragen, tempat akta yang salah tersebut terbit. Belum lagi saya sebenarnya ada janji dengan kolega bisnis… ( mau gabung bisnis saya, klik saja di sini ) Tapi ya sudahlah, namanya juga saudara, menolong mereka juga pasti dapat pahala…
Dan proses dimulai.
PERTAMA, berdasarkan pengalaman saya di Kabupaten Karanganyar tercinta – cie cie cie -, kalau ada yang salah dengan akte bisa dibetulkan di Disdukcapil setempat. Ada loket pembetulan akte biasanya. Nah ( lagi ) target pertama saya ya ke Disdukcapil Sragen, siapa tahu bisa dibereskan di tempat tersebut. Saya jadwalkan Rabu ( 4-11-’15) kemarin. Kebetulan jadwal saya sendiri kosong. Harapan saya besar sebenarnya urusan memperbaiki nama ini bisa selesai di dinas ini. Kira-kira Jam 10.30anlah saya tiba di Disdukcapil Sragen. Bener juga, ternyata ada loket perbaikan akte. Ya udah ambil dulu nomor antrian. Sesudah nunggu beberapa saat dipanggil juga untuk mendekat ke loket. Tanya-Jawab sebentar, akhirnya bendelan berkas ketika pengajuan akta dahulu dicari. Dan……. Inilah yang tidak saya sukai ketika memakai jasa calo. Ada yang bilang supaya urusan lancar, siapa bilang lancar. Ada yang bilang cepat beres, siapa bilang beres, malah repot kayak gini….. Di berkas pengajuan tersebut tidak ada sama sekali kata “KHAIRA”, cuma ada “KHIRA”. Mulai dari surat kenal lahir dari kelurahan sampai blangko pengajuan akte, semuanya sama. Jadi memang sudah sejak awal, nama yang diajukan ke disdukcapil salah. Kalau kasusnya seperti ini, bapak yang jaga loket menyarankan sebaiknya ke pengadilan saja. Ya okelah pak kalau begitu…. Tetep dengan SEMANGAT PAGI..!!! cuma bocoran biayanya itu lho yang bikin agak merinding, kirain cuma 50-100ribu…. Hehehe….
Akhirnya harus pindah juga ke tempat KEDUA, Pengadilan Negeri Sragen. Ndilalah, sampai di sana pas jam istirahat siang, terpaksa nunggu lagi. Sesudah nunggu sekitar satu jam, saya masuk ruang panitera. Tanya-tanya tentang prosedur ganti nama. Ternyata syaratnya tidak rumit-rumit amat. Hanya membuat surat permohonan kepada Ketua Pengadilan dilengkapi/dilampiri beberapa berkas. Berkasnya pun tidak banyak, hanya fotocopy surat nikah, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy akte yang mau dirubah, fotocopy KTP orangtua, terus kalau dalam kasus ini ditambah fotocopy surat keterangan dari dokter (kebetulan masih ada). Dan semua fotocopy-an tadi musti dilegalisirkan ke kantor pos dan diberi materai 6.000,-
Berhubung rabu kemarin surat permohonan perbaikan nama belum ada, terpaksa kami pulang dulu. Inshaallah rencananya besok ( rabu lagi ) perjuangan akan kami lanjutkan –hehehe-
Mohon tunggu update perjuangan kami ya…

Gerbang masuk Kabupaten Sragen
NB:   SEKALI LAGI, INGAT SEKALI LAGI…. JANGAN PAKAI JASA CALO…!! NGURUS ADMINISTRASI ITU MUDAH KOK…..

Btw, kalau ada yang menginginkan contoh surat permohonan ganti nama, inshaallah nanti saya upload di posting berikutnya. Kebetulan ada contoh dari pihak panitera, masih perlu dimodifikasi sesuai keperluan tentunya.


Selasa, 03 November 2015

Posted by ashidqy hayun on 13.02 in , | No comments
Pada suatu pagi yang cerah seorang petani berjalan melintasi perkebunan. Petani melihat banyak tanaman tetangganya telah tumbuh cukup tinggi.
Lalu teringat bahwa tanamannya sendiri masih kecil pertumbuhannya. Agar tinggi tanamannya bisa menyamai milik tetangganya, sang petani menarik batang tanamannya ke atas satu demi satu hingga tampak lebih tinggi dari yang lain.
Lega dan bangga petani tersebut melihat karyanya yang dianggap luar biasa. Tetapi keesokan harinya, bencana menghampiri sang petani, semua tanamannya layu dan mati.
******
jati-belanda
Pada masa kini seringkali kita jumpai banyak orang dengan segala cara ingin melampaui hasil yang dicapai orang lain.
Seorang pelajar karena ingin mendapat nilai tertinggi akhirnya menyontek dengan cara yang super canggih, seorang penjual ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dengan cara ‘menipu’ konsumen, seorang leader networker ingin mencapai posisi puncak dengan menyabotase jaringan temannya sendiri, seorang supervisor ingin dipromosikan dengan cara menfitnah atasannya sendiri.seorang ingin cepat terkenal dgn menghasut teman yg dikenalnya untuk menjauhi seseorang atau kelompoknya.
Salah jadi benar dan benar jadi salah. Ketenaran, kekayaan, jabatan, penghargaan seringkali membuat kita lupa diri, serakah dan ujung-ujungnya menghalalkan segala cara demi mencapai ambisi.
Benarkah dengan cara seperti itu akan memperoleh sukses sejati yang penuh kebahagiaan?
Barang siapa menabur angin, ia akan menuai badai. Barang siapa menabur kejahatan, ia pun akan menerima hasil buruk yang berlipat ganda.
Hukum alam bekerja secara netral. Jika kita ciptakan sebab yang baik, akibat baik yang berlipat ganda pun akan anda dapatkan.
Alam semesta begitu sempurna dengan hukum-hukum alam yang begitu teratur. Segala sesuatu di alam ini mempunyai siklus dan waktu untuk tumbuh berkembang menjadi sempurna.
Kalau kita benar – benar ingin mempraktekan rahasia sukses , pembelajaran yang paling mudah bisa kita dapatkan pada cara kerja seorang petani.
Bagaimana seorang petani mulai dari mengolah lahan hingga panen raya, itulah konsep berpikir yang harus kita praktekkan.
Ada lahan yang subur, bibit yang unggul, air, matahari, pupuk, perawatan secara konsisten, cuaca yang sesuai, musim yang sesuai dan lainnya. Jika semua itu serasi dan seimbang, maka akan terjadi panen raya.
Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan nyata, Jika semua faktor kesuksesan telah dijalankan secara benar, pasti kesuksesan Sejati akan kita peroleh.
Posted by ashidqy hayun on 09.55 in , | No comments
Beberapa waktu lalu ketika menerangkan tentang mawaris, ada salah satu peserta didik saya yang bertanya tentang masalah “banci”. Bagus juga pertanyaannya. Terlebih dikaitkan dengan fenomena kekinian, maraknya tayangan televisi yang menampilkan laki-laki dengan polah gemulai. Belum lagi fenomena laki-laki penyuka sesama jenis, perempuan yang juga suka dengan perempuan, atau barangkali adanya beberapa orang yang merasa terjebak dalam tubuh yang salah. Siswa yang lain kemudian menambahi pertanyaan tentang operasi ganti kelamin. Wah, menarik juga ini. Tetapi berhubung terbatasnya waktu, pertanyaan-pertanyaan tadi saya tamping terlebih dahulu untuk dibahas pada pertemuan berikutnya. Nah, disela waktu sampai pertemuan berikutnya tersebut saya googling untuk menambah referensi atau barangkali bisa menemukan bahan yang penjelasannya bisa lebih mudah untuk dicerna oleh anak SMP. Ketemulah bahan yang kali ini saya posting ( mudah-mudahan ada manfaatnya ). Bahannya sendiri berasal dari tulisan Bapak Fuad Thohari, namun mohon maaf karena lamanya mengendap di file, saya sendiri lupa alamat web/blog tempat artikel ini saya ambil. #Mudah-mudahan Beliau Bapak Fuad Thohari memaafkan kekhilafan saya ini#
Berikut ini materi tentang memahami makna banci, waria, khuntsa yang saya maksud.
Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia sepasang laki-laki dan perempuan. Setiap anak Adam, dari kedua jenis ini mempunyai kelamin masing-masing dan tanda-tanda khusus. Apabila seorang anak Adam dilahirkan dengan ciri-ciri laki-laki dan perempuan atau tidak memiliki tanda-tanda khusus sebagaimana laki-laki atau perempuan, dia dinamakan khuntsa. Jadi pada dasarnya khuntsa adalah manusia yang tidak sempurna kejadiannya baik secara fisik maupun psikis. Mengenai kejadian manusia Allah berfirman dalam surat al-Hajj ayat 5: 
al-qur'an+al hajj : 5

Artinya :   Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Imam Fakhru al-Razy mengomentari ayat ini dalam tafsirnya, makna muhallaqah wa ghairi muhallaqah dalam ayat 5 surat al-Hajj ini adalah orang yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. Terjadinya perbedaan kejadian manusia yang sempurna dan tidak sempurna itu merupakan perkembangan dari mudgah muhallaqah wa ghairi muhallaqah. Menurut Dr. H. Ali Akbar penyebab terjadinya kelainan kelamin tersebut karena tidak seimbangnya hormon-hormon yang terdapat di dalam tubuh manusia. Meskipun kelenjar laki-laki menghasilkan hormon laki-laki, tetapi dalam tubuhnya juga terdapat hormon-hormon perempuan. Begitu pula sebaliknya dengan perempuan, meskipun kalenjar perempuan menghasilkan hormon-hormon perempuan, namun dalam tubuhnya memiliki hormon laki-laki. Jadi, manusia yang tidak ada kekurangan kejadiannya sama dengan laki-laki normal dan perempuan normal. Selanjutnya, ia menjadi manusia sempurna (muhallaqah).
Sedangkan jika ada kekurangan dan tidak sama dengan laki-laki normal atau perempuan normal, ia menjadi manusia yang tidak sempurna (ghairi muhallaqah), salah satunya menjadi khuntsa atau wadam (wanita-adam), atau waria (wanita-pria). Sebenarnya istilah wadam atau waria tidak selalu identik dan sama dengan khuntsa. Karena penyebutan wadam atau waria, asosiasinya menunjukkan bahwa mereka secara fisik laki-laki, hanya mungkin secara kejiwaan (psikologis) atau mungkin secara segi hormonal, penampilannya seperti perempuan . Sementara khuntsa memang tidak jelas kelaminnya, baik karena berkelamin ganda atau tidak berkelamin sama sekali.
A.    Pengertian
Khuntsa dalam bahasa Arab diambil dari kata takhannuts yang berarti at-tatsanni ‘mendua’ dan at-takassur ‘terpecah’ . Menurut ulama, term khuntsa memiliki beberapa definisi:
1. Imam al-Syafi’i
Khuntsa, seseorang yang memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan atau seseorang yang tidak memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan, ia hanya memiliki liang untuk kencing.
2. Imam al-Nawawi
Khuntsa, seseorang yang memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan.
3. Imam al-Rafi’i
Khuntsa, seseorang yang memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan, atau tidak memiliki keduanya sama sekali. Ia hanya memiliki liang tempat keluarnya air seni.
4. Ibnu al-Himam
Khuntsa, seseorang yang dilahirkan dengan memiliki kelamin perempuan dan kelamin laki-laki.
5. Al-Kasani
Khuntsa, seseorang yang memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan.
6. Ibnu ‘Abidin
Khuntsa, seseorang yang memiliki kelamin perempuan dan kelamin laki-laki atau orang yang tidak memiliki keduanya sama sekali.
Dari ungkapan para ulama tentang definisi khuntsa dapat disimpulkan, khuntsa, seseorang yang terlahir dengan memiliki kelamin laki-laki dan kelamin perempuan atau tidak memiliki keduanya sama sekali. Namun hanya memiliki liang untuk kencing yang tidak menyerupai alat kelamin laki-laki dan perempuan.
B.    Macam-macam Khuntsa
Khuntsa terbagi menjadi dua bagian yaitu: Khuntsa ghairu al-musykil dan Khuntsa al-musykil .
Khuntsa Ghairul Musykil, seseorang yang memiliki sifat atau ciri-ciri laki-laki atau perempuan yang jelas, seperti ia menikah dan memiliki anak. Ia digolongkan laki-laki, atau dia menikah kemudian dia hamil maka dia digolongkan perempuan.
Khuntsa al-Musykil, seseorang yang tidak jelas pada dirinya ciri-ciri laki-laki atau perempuan. Ia tidak bisa dikenali apakah perempuan atau laki-laki. Misalnya ia memiliki jenggot dan payudara, atau kencing melalui kelamin laki-laki dan perempuan secara bersamaan.
Pada dasarnya untuk menetapkan seorang khuntsa atau tidak (apabila dimungkinkan) dengan menentukan status kelaminnya. Atau dengan melihat indikasi fisik dan bukan gejala-gejala psikis atau kejiwaannya.
Kalau seorang khuntsa dilahirkan, ahli medis yang berpengalaman harus menelitinya, apakah ia seorang laki-laki atau perempuan. Misalnya dengan memeriksa apakah ia memiliki rahim atau tidak atau dengan memeriksa DNA-nya hingga tidak ada keraguan tentang statusnya jika dimungkinkan. Namun jika ahli medis tidak mampu membuktikan statusnya, maka khuntsa tersebut dikategorikan khuntsa musykil. Di sisi lain, ulama fiqih berijtihad dengan cara meneliti ciri-ciri lahiriahnya. Ciri-ciri khuntsa yang bisa diketahui sebelum baligh, dengan melihat dari mana keluarnya air seni. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi ketika ditanya tentang hak waris anak khuntsa dari sahabat Anshar, beliau menjawab:
“Bagian waris khuntsa itu dilihat dari keluarnya air seni” (HR. Baihaqi)
Jika ia kencing dari alat kelamin laki-laki maka ia laki-laki, jika ia kencing dari alat kelamin perempuan maka ia perempuan. Argumennya, merupakan sunnatullah bahwa setiap laki-laki kencing dari alat kelaminnya sendiri dan demikian juga halnya dengan perempuan, ia kencing dari kelaminya. Inilah yang dijadikan ukuran untuk membedakan keduanya.
Jika khuntsa kencing dari kedua kelamin itu, menurut Abu Hanifah dan kedua muridnya (Abu Yusuf dan Ash-Syaibani ), hukum yang diberlakukan untuknya ditentukan berdasarkan kelamin tempat keluarnya air seni lebih dahulu. Jika air seni keluar dari alat kelamin laki-laki dahulu, kemudian kelamin perempuan, maka dia dihukumi laki-laki. Namun, jika air seni keluar dari kelamin perempuan dahulu, kemudian kelamin laki-laki, dia dihukumi perempuan. Sebab, kelamin yang mengeluarkan air seni lebih dahulu menunjukkan bahwa kelamin itu adalah kelamin yang sebenarnya.
Pendapat ini tidak dibenarkan imam Syafi’i . Alasanya, keluarnya air seni yang terlebih dahulu dari salah satu alat kelamin, bisa saja dikarenakan alat kelamin yang lain tersumbat. Jika terlebih dahulunya keluar air seni dijadikan landasan untuk menentukan kejelasan status khuntsa tentu banyaknya jumlah air seni yang keluar harus dijadikan landasan pula. Karena air seni yang keluar dari salah satu alat kelamin yang asal maka tentulah yang lebih banyak menghasilkan air seni.
Jika ciri-ciri tidak bisa dilihat dari keluarnya air seni maka, apabila khuntsa telah baligh dan yang terlihat ciri-ciri laki-laki, dan mimpi keluar mani dari kelamin laki-laki, ia dihukumi laki-laki. Karena tanda-tanda itu hanya dimiliki laki-laki. Namun, apabila yang kelihatan ciri-ciri perempuan, seperti haid, payudara, jimak menggunakan kelamin perempuan, dan hamil, ia dihukumi perempuan. Karena tanda-tanda itu hanya dimiliki perempuan. Jika sama sekali tidak terlihat ciri-ciri yang dominan, laki-laki atau perempuan, atau ciri-ciri yang ada padanya berlawanan, misalnya memiliki jenggot dan payudara maka orang itu tetap dikatakan Khuntsa Musykil.
Wallahua'lam bi al-Shawab

Kamis, 29 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 09.59 in , , | No comments
Pada suatu masa, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untu k disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang!
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
qanaah
*****
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup".
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Mari kita belajar untuk berkata & berprilaku "Cukup."
(Dari Bc SeOrang SahAbat)
SELAMAT PAGI.

Selasa, 27 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 10.04 in , , | No comments
Alkisah suatu ketika seorang Indian muda, mendatangi tenda ayahnya. Di dalam sana, duduk seorang tua, dengan pipa panjang yang mengepulkan asap. Matanya terpejam, tampak sedang bersemadi. Hening. "Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok pagi?" tanya Indian muda itu memecahkan kesunyian disana. Mata sang Ayah membuka perlahan, sorot matanya tajam, memandang ke arah anak paling disayanginya itu. Kepala suku itu hanya diam.
"Ya Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok? Lihat, aku sudah mengasah pisauku. Kini semuanya tajam dan berkilat." Tangan si kecil merogoh sesuatu dari balik kantung kulitnya. Sang Ayah masih diam mendengarkan. "Aku juga sudah membuat panah-panah untuk bekalku berburu. Ini, lihatlah Ayah, semuanya pasti tajam. Busurku pun telah kurentangkan agar lentur. Pasti aku akan menjadi Indian pemberani yang hebat seperti Ayah. Ijinkan aku ikut Ayah." Terdengar permintaan merengek dari si kecil.
Suasana masih tetap senyap. Keduanya saling pandang. Terdengar suara berat sang Ayah, "Apakah kamu sudah berani untuk berburu? "Ya!" segera saya terdengar jawaban singkat dari si kecil. "Dengan pisau dan panahku, aku akan menjadi yang paling hebat." Sang Ayah tersenyum, "Baiklah, kamu boleh ikut besok, tapi ingat, kamu harus berjalan di depan pasukan kita. Mengerti?" Sang Indian muda mengangguk.
Keesokan hari, pasukan Indian telah siap di pinggir hutan. Kepala suku, dan Indian muda, berdiri paling depan. "Hari ini anakku yang akan memimpin perburuan kita. Biarkan dia berjalan di depan." Indian muda itu tampak gagah. Ada beberapa pisau yang terselip di pinggang. Panah dan busur, tampak melintang penuh di punggungnya. Ini adalah perburuan pertamanya. Si kecil berteriak nyaring, "ayo kita berangkat."
Mereka mulai memasuki hutan. Pohon-pohon semakin rapat, dan semak semakin meninggi. Sinar matahari pun tak leluasa menyinari lebatnya hutan. Mulai terdengar suara-suara dari binatang yang ada disana. Indian kecil yang tadi melangkah dengan gagah, mulai berjalan hati-hati. Parasnya cemas dan takut. Wajahnya sesekali menengok ke belakang, ke arah sang Ayah. Linglung, dan ngeri. Tiba-tiba terdengar beberapa suara harimau mengaum. "Ayah...!!" teriak si kecil. Tangannya menutup wajah, dan ia berusaha lari ke belakang. Sang Ayah tersenyum melihat kelakuan anaknya, begitupun Indian lainnya.
"Kenapa? Kamu takut? Apakah pisau dan panahmu telah tumpul? Mana keberanian yang kamu perlihatkan kemarin?" Indian muda itu terdiam. "Bukankah kamu bilang, pisau dan panahmu dapat membuatmu berani? Kenapa kamu takut sekarang? Lihat Nak, keberanian itu bukan berasal dari apa yang kau miliki. Tapi, keberanian itu datang dari sini, dari jiwamu, dari dalam dadamu." Tangan Kepala Suku menunjuk ke arah dada si kecil.
"Kalau kamu masih mau jadi Indian pemberani, teruskan langkahmu. Tapi jika, di dalam dirimu masih ada jiwa penakut, ikuti langkah kakiku." Indian muda itu masih terdiam. "Setajam apapun pisau dan panah yang kau punya, tak akan membuatmu berani kalau jiwamu masih penakut. Sekuat apapun busur telah kau rentangkan, tak akan membuatmu gagah jika jiwa pengecut lebih banyak berada di dalam dirimu." "...Aauummmm." Tiba-tiba terdengar suara harimau yang mengaum kembali. Indian muda kembali pucat. Ia memilih untuk berjalan di belakang sang Ayah.
~Author Anknown~
*****
litle boy indian
Apakah itu keberanian? Keberanian bukanlah rasa yang dimiliki oleh orang yang menganggap dirinya memiliki segalanya.
Keberanian juga bukan merupakan rasa yang berasal dari sifat-sifat sombong dan takabur.
Keberanian adalah jiwa yang berasal dari dalam hati, dan bukan dari materi yang kita miliki.
Keberanian adalah sesuatu yang tersembunyi yang membuat orang tak pernah gentar walau apapun yang dia hadapi.
Kita percaya, keberanian bukan berasal dari apa yang kita sandang atau kita miliki. Keberanian bukan datang dari apa yang kita pamerkan atau yang kita punyai.
Tapi, keberanian adalah datang dari dalam diri, dari dalam dada kita sendiri. Keberanian adalah sesuatu yang melingkupi perasaan kita, dan menjadi bekal dalam setiap langkah yang kita ayunkan.
Mungkin saat ini kita diberikan banyak kemudahan, dan membuat kita merasa cukup berani dalam menjalani hidup.
Kita mungkin dititipkan kelebihan-kelebihan dan membuat kita takabur bahwa semua masalah akan mampu di hadapi.
Mungkin saat ini kita kaya, rupawan, berpendidikan tinggi, dan berkedudukan bagus, tapi apakah itu bisa menjadi jaminan bahwa kita akan selamanya dapat menjalani hidup ini?
Apakah itu akan selamanya cukup untuk menjadi bekal kita dalam "perburuan" hidup ini?
Jadilah Indian muda yang tetap melangkah, dengan jiwa pemberani yang hadir dari dalam hati, dan BUKAN dari pisau dan panah yang telah diasah. Jadilah Indian muda yang tak pernah gentar mendengar suara harimau, sekeras apapun suara itu terdengar.
Jadilah Indian muda yang tetap yakin dengan pilihan keberanian yang ia putuskan. Jangan gentar,
jangan surut untuk melangkah.
"Tetap Semangat & Keep Smile"
Posted by ashidqy hayun on 09.52 in , | No comments
kayu bakar
Pada suatu masa, ada 10 batang kayu bakar di sudut dapur saling bercerita,
“Dulu aku pernah menjadi meja tulis Presiden di istana Negara, sudah ada 3 presiden yang menggunakan meja tulis, sehingga jasaku begitu besar”.
Kayu bakar yang lainnya tidak mau kalah, “Aku ini dulu adalah merupakan bagian dari kapal laut yang sangat besar, nelayan dan pelaut yang tangguh begitu menggagumiku karena jasa-jasaku dalam mengarungi lautan dan samudera, sudah banyak belahan dunia yang kujelajahi”.
Yang lainnya tidak mau kalah, kayu bakar lainnya mengatakan, “Ah, kalian, aku ini dulu adalah sebuah pohon besar yang cantik dikunjungi oleh banyak manusia setiap hari".
Sementara 9 batang kayu bercerita tentang kehebatan dan kejayaan mereka di masa lalu, ada satu batang kayu bakar yang sangat bijaksana berkata,
“Apalah gunanya membanggakan kejayaan masa lalu dan nyatanya kita semua sama-sama berada di pojok dapur ini sebagai seonggok kayu bakar, yang nantinya akan segera dibakar”.
*****
Kita boleh saja bangga dengan prestasi masa lalu kita, namun yang paling penting adalah mempertahankan prestasi kita hari ini dan memberikan hasil prestasi terbaik setiap hari, karena mempertahankan juara/prestasi, jauh lebih sulit daripada merebut juara...

Senin, 19 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 13.12 in , , , | No comments
Alkisah seorang ayah mengajak putranya berjalan jalan ke pegunungan yg bertebing & ditumbuhi pepohonan.
Adakah pelajaran yang bisa kita sampaikan dari sebuah pohon ?. lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.
Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran & penyeimbang kesejukan udara, jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.
“Bagus” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.
“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama.
Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.
“Anakku” ucap sang ayah sambil tiba2 tangan kanannya meraih punggung puteranya.
“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**
*****
Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar.
Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.
Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.
“Jadikan diri kita seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”
Posted by ashidqy hayun on 13.05 in , , | No comments
Alkisah Seekor monyet sedang berada di pucuk pohon kelapa. Dia tidak sadar lagi dintai oleh tiga angin besar. Angin Topan, Tornado dan Bahorok. Ketiga angin itu rupanya sedang berlomba, siapa yang bisa menjatuhkan si monyet dr pohon kelapa. Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju untuk mencoba menjatuhkan si monyet.
Angin TOPAN dapat giliran pertama, dia meniup se-kencang2nya, Wusssssss.,
Merasa ada angin besar datang, si monyet langsung memegang batang pohon kelapa, Si Monyet berpegangan se-kuat2nya. Beberapa menit lewat, ternyata si monyet tdk jatuh2 si. Angin Topan pun nyerah.
Berikutnya giliran Angin TORNADO.
Wuuss.. Wuuss..Wuuss
Ditiup se-kencang-kencangnya. Tapi monyet itu tidak jatuh juga.
Angin Tornado jg nyerah.
Terakhir tiba pd giliran, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi meniup si monyet.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kuat pegangannya.
Ternyata si monyet tidak jatuh juga.
Ketiga angin gede itu akhirnya mengakui, si monyet memang jagoan, tangguh, daya tahannya luar biasa.
Tidak lama berselang, datang angin Sepoi-Sepoi, Dia bilang mau ikut untuk menjatuhkan si monyet.
Keinginan itu ditertawai oleh ketiga angin lainnya. Yang besar saja tidak bisa, apalagi yang kecil.
Dengan tidak banyak omong, angin Sepoi sepoi langsung meniup ubun-ubun si monyet.
Psssssttt…
Enak banget. Dingin… Sejuk… mata si monyet mulai berat. Tidak beberapa lama ketiduran terus lepaslah pegangannya dan jatuhlah si monyet.
*****
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan Kesusahan, dicoba dengan Penderitaan, didera dengan Malapetaka... Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya...
Tetapi ketika kita diuji dengan Kenikmatan, Kesenangan , Kelimpahan...
Disinilah kita jatuh.
Maka dari itu, Jangan sampai kita terlena tetaplah rendah hati dan mawas diri. Ingatlah kita hanya hidup sementara di dunia ini, jadilah manusia yg bijak dan tetaplah selalu bersyukur..
Banyak diantara kita yang mengeluh saat mendapat cobaan. Banyak pula yang sedih berkepanjangan, bahkan ada yang menuduh Tuhan tidak adil kepada diri kita.
Padahal, seandainya kita tahu, melalui ujian itu Sang Pencipta bertujuan menjadikan kita orang yang hebat.
Berhati-hatilah bila hidup kita nyaman, tiada cobaan dan tantangan. Karena boleh jadi dalam kondisi seperti ini justru hidup kita sedang menurun.
Ibarat naik sepeda, saat jalan menurun kita tak perlu berkeringat mengayuhnya. Hidup yang tenang, dalam zona nyaman, sering melenakan orang tanpa disadarinya.
Cobaan datang dengan wajah yang sangat beragam. Ada yang berupa rezeki yang tak pernah cukup, sahabat yang tega-teganya menipu, sahabat yang tidak memahami perasaan kita atau kesulitan-kesulitan lain yang datang silih berganti.
Bagaimana cara kita menyikapi jika ujian datang?
Lihatlah selalu sisi positif dari ujian itu.
Yakinilah bahwa saat ujian dan cobaan datang itu pertanda bahwa kita hendak naik kelas.
Ibarat kita sekolah atau kuliah, setiap hendak menuju jenjang yang lebih tinggi kita pasti diuji. Bedanya, ujian saat kita sekolah atau kuliah itu bisa kita pelajari di buku sedangkan ujian kehidupan terkadang harus kita hadapi tanpa panduan. Tetapi itulah yang menyebabkan hidup lebih indah, bermakna dan penuh kejutan.
Sebagai orang yang beriman, kita harus menyakini bahwa cobaan dan ujian itu bisa mengurangi dosa.
“Seseorang yang tertimpa penyakit, atau tertusuk duri maupun lebih dari itu maka DIA mengampuni kesalahan-kesal
ahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun-daun yang berguguran dari pohon,” begitu kata Sang Bijak.
Jadi tidak perlu takut menghadapi cobaan, ujian dan tantangan. Bila saat ini kita hidup nyaman, tentram atau dengan kata lain berada di zona nyaman, bersegeralah menghadirkan tantangan baru. Lakukan pekerjaan-pekerjaan menantang yang terukur. Jangan biarkan hidup kita terlalu lama di zona nyaman, karena itu bisa menjerumuskan kita di masa yang akan datang.
Kita harus gelisah bila sudah lama tidak menemukan ujian, cobaan dan tantangan.
Mengapa?
Karena itu tanda-tanda kehidupan kita tidak “naik kelas” dan kita juga kehilangan salah satu pintu yang bisa mengurangi dosa. Jadi, hadapi dan nikmatilah setiap cobaan yang datang kepada kita…
"Setiap kejadian seperti pintu yg terbuka untuk menuju keinginan kita yg paling dalam.
Sayangnya, kita terlalu lama berdiri dipintu tersebut dan merenungi mengapa bukan pintu lain yg terbuka".
~Gobind Vashdev~

Senin, 12 Oktober 2015

Posted by ashidqy hayun on 09.05 in , , , | No comments
Pasir mengajarkan kita satu hal:
" Pasir, akan tetap berada di tangan kita jika kita tetap membuka tangan kita setelah mengambilnya...
Tapi ingat, ketika pasir itu kita genggam... maka pasir itu akan semakin berusaha untuk keluar dari genggaman...
Dan semakin kuat kita menggenggam maka semakin banyak pula pasir yang akan luput dari genggaman kita... "
"Kita tidak bisa memegang terlalu banyak hal. Tidak peduli apapun yang kita kerjakan untuk memegangnya, & seberapa ngotot kita ingin tetap menjaganya, angin akan meniupnya pergi.
Maka belajarlah merelakan & pilih dgn hati2 yg kita inginkan untuk tetap tinggal, karena seperti pasir, hanya yg ada di tengah genggaman lah yg akan tinggal"
*****

Jadi jangan membuang waktu dengan membenci seseorang ataupun membuat permusuhan...
Kasihilah diri sendiri dan kasihi sesama...
Dunia sangatlah luas dan Hidup sangatlah pendek...
(Dari Bc SeOrang SahAbat)
SELAMAT PAGI.
Posted by ashidqy hayun on 08.34 in , , , | No comments
Riset Ilmiah menyebutkan :
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir) .
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah Universitas, 70 % materinya tidak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.
6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.
Hidup seperti pertandingan bola.
Babak Pertama (masa muda) : Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.
Babak kedua (masa tua) stamina menurun karena Darah Tinggi, Gula Darah, Asam Urat, Kolestrol.... dsb .
Semoga kita selalu waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 babak.
Tidak sakit juga harus Check Up, tidak haus juga harus minum.
Galau juga harus cari Solusi, merasa benar juga harus mengalah.
Powerfull juga perlu merendah, tidak capekpun perlu istirahat.
Tidak kayapun perlu bersyukur, sesibuk apapun juga perlu olahraga.
Sadarlah, hidup itu pendek, pasti ada saatnya Finish !
Jangan tertipu dengan usia muda…, karena syarat mati tidak harus tua…
Jangan terpedaya dengan tubuh badan Sehat… karena syarat mati tidak mesti Sakit.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik, walaupun tidak banyak orang yg memahami.
Jadilah seperti jantung, yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat,
Ajal tak mengenal waktu dan Usia,
Jadi...
Terus berbuat baik, bersyukur atas apa yg sdh ada dan selalu menyampaikan kebenaran, dimanapun dan kapanpun......
life is beautiful..

Search Our Site