Aku, dan apa yang ada di sekitarku...
  • This is Sarimind's Blog

    Bertempurlah, Bertarunglah dalam kenyataan, Meski kau tahu akan ada kekalahan, Yakinlah; darahmu takkan sia-sia..... ( gola gong )

  • This is Sarimind's Blog

    Wahai hati, Bersabarlah dalam menanti. Yakinlah janji-Nya adalah pasti, Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih. Wahai jiwa, Tenanglah dalam lara, Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata. Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...

  • This is Sarimind's Blog

    Take a time to THINK, it's the source of power. Take a time to READ, it's the foundation of wisdom. Take a time to QUIET, it's the oportunity to seek God. Take time to DREAM, it's the future made of. Take time to PRAY, it's the greatest power on earth.

Sabtu, 06 September 2014

Posted by ashidqy hayun on 08.20 in | No comments
METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM



Tulisan ini disusun guna melengkapi tugas
Mata kuliah Metodologi Pendidikan Agama Islam
 Dosen: Drs. Suluri, M. Ag

Disusun oleh:
Febri Nilawati
NIM: 26.08.3.3.003
                                            


                                   
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA




A.    Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAI
 Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh guru sebelum melakukan proses pembelajaran, diantaranya:
1.      Berpusat Pada Peserta Didik
Peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain, perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya:
a.       Perbedaan Minat dan Perhatian
Setiap individu mempunyai kecenderungan fundamental untuk berhubungan dengan sesuatu yang ada dalam lingkungannya. Apabila sesuatu itu memberikan kesenangan kepada dirinya, kemungkinan ia akan berminat terhadap sesuatu itu. Menurut Crow minat diartikan sebagai kekuatan pendorong yang menyebabkan individu memberikan perhatian kepada seseorang atau kepada aktifitas-aktifitas tertentu. Dalam kegiatan pembelajaran kalau bahan pelajaran diambil dari pusat-pusat minat peserta didik, dengan senidrinya perhatian psontan akan timbul sehingga belajar akan timbul sehingga belajar akan berlangsung dengan baik.
Agar pendidikan agama dapat berhasil dengan baik maka minat dan perhatian peserta didik tidak boleh diabaikan. Untuk itu guru agama harus mengusahakan:
1)      Agar pengajaran agama disusun sedemikian rupa, sehingga dapat ditangkap    dengan       penuh perhatian oleh anak.
2)      Agar murid mempunyai minat pada pelajaran agama, pelajaran itu harus disajikan sesedapnya bagi mereka.
b.      Perbedaan Cara Belajar
Cara belajar peserta didik dapat dikategorikan kedalam 4 cara, yaitu:
1)      Cara belajar somatik, adalah yang lebih menekankan pada aspek gerak tubuh atau belajar dengan melakukan.
2)      Cara belajar auditif, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek pendengaran.
3)      Cara belajar visual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek penglihatan.
4)      Cara belajar intelektual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek penalaran atau logika.
c.       Perbedaan Kecerdasan
Peserta didik mempunyai kecerdasan yang berbeda, kecerdasan yang dimaksud adalah: kecerdasan linguistik, logis matematis, spasial, musikal, kinestetis jasmani, interpersonal, intra personal dan naturalis. Agar kesemua kecerdasan dapat dikembangkan maka proses pembelajaran hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap potensi kecerdasan yang dimiliki peserta didik tersebut berkembang dengan baik. Didalam pendidikan agama islam, disamping kecerdasan diatas yang lebih diutamakan adalah kecerdasan spiritual dan emosional. 

2.      Belajar dengan Melakukan
Ditinjau dari psiklogi anak, maka anak yang normal selalu bertindak seauai dengan tingkatan perkembangan umur mereka. Ia mengadakan reaksi terhadap lingkungannya, atau adanya aksi dari lingkungan maka ia melakukan kegiatan atau aktifitas. Dalam pendidikan kuno aktifitas anak tidak pernah diperhatikan karena menurut pandangan mereka anak dilahirkan tidak lain sebagai “orang dewasa dalam bentuk kecil”, ia harus diajar menurut kehendak oaring dewasa. Karena itu ia harus menerima dan mendengar apa yang diberikan dan disampaikan orang dewasa atau guru tanpa dikritik. Anak tak ubahnya seperti gelas kosong yang pasif menerima apa saja yang dituangkan kedalamnya
Pendidikan modern merombak dan mengubah pandangan diatas dan mengantikannya dengan penekanan pada kegiatan anak dalam proses pembelajaran mengajar. Anak aktif mencari sendiri dan bekerja sendiri dengan demikian anak akan lebih bertanggungjawab dan berani mengambil keputusan sehingga pengertian mengenai suatu persoalan benar-benar mereka pahami dengan baik.
Menurut pandangan psikologis setiap peserta didik hanya belajar 10% dari yang dibaca, 20% yang didengar, 30% dari yang dilihat, 50% dari yang dilihat dan didengar, 70% dari yang dikatakan dan 90% dari yang dikatakan dan dilakukan. Al-Qur’an mengemukakan ada dampak positif dari kegiatan partisipasi aktif yang disebut amal sholeh. Firma Allah SWT:
“…….kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka pahala yng tidak terhingga.”(QS. At-tin: 6).
Dalam pendidikan agama islam mislnya pada pelajaran ibadah sholat, sifat, anak yang suka bergerak perlu dipergunakan baik-baik dengan mengadakan dramatisasi, darmawisata atau tempat-tempat peribadatan, bersama-sama membersihkan tempat sholat, membersihkan dan menyiapkan tempat wudhu, saling menolong dalam menghafal bacaan-bacaan, latihan praktek bersama, sembahyang berjama’ah dimasjid dibawah pimpinan guru.

3.      Mengembangkan Kemampuan Sosial
Kegiatan pembelajaran tidak hanya mengoptimalkan kemampuan individual peserta didik secara internal melainkan juga mengasah kemampuan peserta didik untuk membangun hubungan dengan pihak lain. Melalui interaksi dengan teman sejawat atau dengan guru. Hubungan dengan manusia dalam agama islam disebut habl min al-nas. Interaksi memungkinkan terjadinya perbaikan terhadap pemahaman peserta didik melalui diskusi, saling bertanya dan menjelaskan. Interaksi dapat ditingkatkan dengan belajar kelompok. Penyampaian gagasan oleh peserta didik dapat mempertajam, memperdalam, memantapkan atau menyempurnakan gagasan itu karena memperoleh tanggapan dari peserta didik lain atau guru.

4.      Mengembangkan Keingintahuan
Setiap manusia tidak akan pernah diam manakala berhadapan dengan hal-hal yang baru. Manusia bersifat peka, kritis, dan kreatif terhadap hal yang baru, dan berusaha mempelajarinya sampai semua itu terjawab dan jawabannya menjadi puas. Kebutuhan rasa ingin tahu itulah yang mendorong manusia untuk mempelajari segaal sesuatu dalam hidupnya. Untuk mengembangkan keingintahuan tersebut guru dituntut untuk memenuhi kebutuhan peserta didik tersebut secara maksimal.
Usaha ini dapat dikembangkan melalui berbagai aktifitas belajar seperti: tanya jawab, diskusi, musyawarah, presenter, seminar, penelitian, praktek study tour sebagai arena menemukan jawaban-jawaban. Disinilah kesempatan memberikan jawaban-jawaban yang tepat, benar, akurat, dan memuaskan perasaan peserta didik sesuai kondisi yang dibutuhkan.
5.      Mengembangkan Fitrah Bertuhan
Manusia adalah makhluk yang berketuhanan atau makhluk yang beragama. Dalam pandangan islam, sejak di alam roh telah mempunyai komitman bahwa Allah adalah Tuhannya. Firman Allah SWT:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?”mereka menjawab:” Betul (Engkau Tuhan Kami)kami menjadi saksi.”(QS. Al-A’raf: 72).
Usaha pengembangan fitrah bertuhan di dalam ajaran agama islam sudah dimulai semenjak dalam kandungan dan berakhir setelah berpisahnya roh dengan badan. Pengembangan fitrah bertuhan ini dilaksanakan dalam segala jalur dan jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun in-formal.

B.     Model-Model pembelajaran
1.      Model pembelajaran tuntas dan inquiry
a.       Model pembelajaran tuntas
1)      Pengertian pembelajaran tuntas
Belajar tuntas merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, dengan asumsi bahwadi dalam kondisi yang tepat semua peserta didik akan mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasil belajar secara maksimal terhadap seluruh bahan yang dipelajari.
Berdasarkan  hal tersebut di atas, maka model belajar tuntas akan terlaksana apabila:
a)      Siswa menguasai semua bahan pelajaran yang disajikan secara penuh
b)      Bahan pengajaran dibetulkan secara sistematis
2)      Strategi belajar tuntas
Menurut Benyamin S. Bloom ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam belajar tuntas, yaitu :
a)      Menentukan unit pembelajaran (dipecah untuk setiap satu dua minggu)
b)      Merumuskan tujuan pengajaran (secara khusus dan terukur)
c)      Menentukan standar ketuntasan (patokan berupa persentase)
d)     Menyususn diagnostic test – test formatif sebagai dasar umpan balik
e)      Mempersiapkan seperangkat tugas untuk dipelajari
f)       Mempersiapkan seperangkat pengajaran korektif (bagi peserta didik yang lemah)
g)      Pelaksanaan pengajaran biasa (group based intruction)
h)      Evaluasi sumatif (apabila selesai satu unit)
Strategi belajar tuntas yang dikembangkan oleh Bloom di atas meliputi tiga bagian, yaitu (1) mengidentifikasi prakondisi, (2) mengembangkan prosedur operasional, dan (3) hasil belajar.
Strategi tersebut diimplementasikan dalam sistem pembelajaran klasikal maupun individual dengan memberikan bumbu sesuai dengan taraf kemampuan individu peserta didik berupa :
Correcive technique. Semacam pengajaran remedial, yang dilakukan dengan memberikan pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai oleh peserta didik, dengan prosedur dan metode yang berbeda dari sebelumnya.
Memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (belum menguasai bahan secara tuntas).
b.      Model pembelajaran inquiry
1)      Pengertian pembelajaran inquiry
Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang dialami. Strategi inquiri memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Ia lebih banyak ditantang untuk mencari, melakukan dan menentukan sendiri. Ia lebih produktif, bukan reproduktif. Bukan mengulang apa yang telah disampaikan, tetapi sebisa mungkin mencari sendiri. Fokus pembelajaran adalah pada peserta didik. Adaun tugas guru dalam konteks ini adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran.
2)      Strategi pelaksanaan inquiri
Ada beberapa strategi pelaksanaan inquiri:
a)      Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. Sebelum memulai pelajaran, harus dipahami dulu sejauh mana peserta didik memiliki persepsi terhadap materi tersebut. Kemudian secara bersama-sama guru dan muridmembandingkan persepsi mereka dengan berbagai pendapat atau teori yang sudah ada.
b)      Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca atau menjawab pertenyaan serta pekerjaan rumah
c)      Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik
d)     Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta dasar yang telah mereka peserta didik dapat agar dapat dipahami sehingga guru dapat diyakinkan bahwa mereka telah memahami materi yang telah dipelajari
e)      Guru memberikan penjelasan informasi sebagai pelengkap dan ilustrasi terhadap data yang disajikan
f)       Mendidkusikan aplikasi dan makna sesuai dengan informasi tersebut
g)      Merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpilan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sasaran akhir pola pembelajaran inquiri adalah agar peserta didik dapat merumuskan kesimpulan dengan bahasa sendir terhadap materi yang diberikan.
3)       Penilaian
Penilaian harus mencakup tiga aspek kemampuan, yaitu kognitif, psikomotor dan afektif dilakukan melalui test dan non test. Hasil penilaian harus ditindaklanjuti, bagi peserta didik yang mencapai nilai di bawah rata-rata perlu dilakukan perbaikan dengan berbagai cara sesuai dengan tipe kelemahan yang dimiliki oleh peserta didik. Perbaikan bisa berupa pengayaan seperti membaca, atau memberikan tugas tambahan sesuai dengan kelebihan bakat dan minat masing-masing peserta didik.

2.      Metode Demonstrasi, Eksperimen dan Diskusi
a.       Metode Demonstrasi
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses. Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan.
b.      Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah apabila peserta didik melakukan sesuatu percobaan setiap proses dan hasil percobaan itu diamati oleh setiap peserta didik.

Tujuan dari pemakaian metode eksperimen:
1)      Dengan metode eksperimen peserta didik dapat membuktikan sendiri hukum-hukum dan teori yang berlaku.
2)      Peserta didik dapat pula dengan usahannya sendiri memenuhi hukm-hukum baru, terutama yang berhubungan dengan hukum alam. Dengan metode eksperimen peserta didik memiliki pengetahuan, pengalaman dan pengertian yang lebih jelas.
Kekurangan –kekurangan metode eksperimen:
1)      Tidak semua bahan dapat dieksperimenkan.
2)      Peserta didik yang terlalu muda atau sedikit sekali pengalamannya, tidak akan dapat melaksanakan eksperimen secara baik.
 Keuntungan dari metode eksperimen:
1)      Menambah keaktifan peserta didik untuk berbuat dan memecahkan sendiri.
2)      Dapat melaksanakan langkah-langkah dalam cara berpikir ilmiah.
3)      Pengartian peserta didik menjadi luas.
c.       Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/penyampaian bahan pelajaran, dimana guru memberikan kesempatan kepada peserta didik/kelompok-kelompok peserta didik untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.
Bentuk-bentuk diskusi dalam kegiatan belajar mengajar
1)      the social problem meeting
Peserta didik berbincang-bincang memecahkanan masalah sosial dikelasnya atau disekolahannya dengan harapan, bahwa setiap peserta didik akan merasa terpanggil untuk mempelajari dan bertingkah laku sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Misalnya hubungan antar peserta didik, hubungan peserta didik dengan guru dan sebagainya.


2)      the open ended meeting
Peserta didik berbincang-bincang memecahkanan masalah apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari, dengan kehidupan mereka disekolah, dengan segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar mereka dan sebagainya.
3)      the educational diagnosis meeting
Peserta didik berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud untuk saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang telah diterimanya agar masing-masing anggota memperoleh yang lebih baik atau benar.
Manfaat metode diskusi
1)      Membantu murid untuk tiba kepada pangambilan keputusan yang lebih baik ketimbang ia memutuskan sendiri, karena terdapat berbagai sumbangan pikiran dari peserta lainnya yang dikemukakan dari berbagai sudut pandang.
2)      Mereka tidak terjebak kepada jalan pikirannya sendiri yang kadang-kadang salah, penuh prasangka dan sempit, karena dengan diskusi ia mempertimbangkan alasan-alasan orang lain, menerima berbagai pandangan dan secara hati-hati mengajukan pendapat dan pandangannya sendiri.
3)      Berbagai diskusi timbul dari percakapan guru dan peserta didik mengenai sesuatu kehiatan belajar yang akan mereka lakukan. Bila kelompok/kelas itu ikut serta membicarakan dengan baik, niscaya segala kegiatan belajar itu akan beroleh dukungan bersama dari seluruh kelompok/kelas sehingga dapat diharapkan hasil belajarnya akan lebih baik lagi.
4)      Diskusi kelompok/kelas memberi motivasi terhadap berfikir dan meningkatkan perhatian kelas terhadap apa-apa yang sedang mereka pelajari.
5)      Diskusi membantu mendekatkan atau mengeratkan hubungan antara kegiatan kelas dengan tingkat perhatian dan derajat pengertian dari anggota kelas.
6)      Bila dilaksanakan dengan cermat maka diskusi dapat merupakan cara belajar yang menyenangkan dan merangsang pengalaman. Karena dapat merupakan pelepasan ide-ide, uneg-uneg dan pendalaman wawasan mengenai sesuatu.
3.      Metode Sosiodrama, Mengajar Beregu dan Imlak/Dikte
a.       Metode sosiodrama
Metode sosiodrama atau bermain peranan ialah penyajian bahan dengan cara memperlihatkan peragaan, baik dalam bentuk uraian maupun kenyataan.
Metode sosiodrama digunakan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang mengandung sifat-sifat sebagai berikut:
1)            Memahami perasaan orang lain
2)            Membagi pertanggungjawaban dan memikulnya
3)            Menghargai pendapat orang lain
4)            Mengambil keputusan dalam kelompok
5)            Membantu penyesuaian diri dengan kelompok
6)            Memperbaiki hubungan sosial
7)            Mengenali nilai-nilai dan sikap-sikap
8)            Menanggulangi atau memperbaiki sikap-sikap yang salah.
Adapun kelebihan dari metode sosiodrama adalah:
1)            Untuk mwengajar peserta didik supaya ia bisa menempatkan dirinya dengan orang lain.
2)            Guru dapat melihat kenyataan yang sebenarnya dari kemampuan peserta didik
3)            Sosiodrama dan permainan peran menimbulkan diskusi yang hidup
4)            Peserta didik akan mengerti sosial psycholagis
5)            Metode sosidrama dapat menarik minat paserta didik
6)            Melatih peserta didik untuk berinisiatif dan berkreasi
Kelemahan-kelemahan/kekurangan metode sosiodrama adalah sebagai berikut:
1)            Sulit untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak untuk memecahkan masalah tersebut
2)            Perbedaan adat istiadat, kebiasaan dan kehidupan dalam suatu masyarakat akan mempersulit pelaksanaannya
3)            Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan pasif
4)            Kalau metode ini dipakainya ntk tujuan yang tidak layak
5)            Kalau guru kurang bijaksana, tujuan yang dicapai tidak memuaskan.
b.      Metode mengajar beregu (team teaching)
Team teaching ialah suatu sitem yang mengajar yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih dalam mengajar sejumlah peserta didik yang mempunyai perbedaan minat, kemampuan atau tingkat kelas. Guru dan team teaching menyajikan bahan pelajaran yang sama dan dalam waktu yang sma dengan tujuan yang sama pula. Karena anggota tim pengajar mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lain, maka sekalipun bahan pelajaran yang disajikan itu sama (terutama topiknya yang sama), informasi-informasi, keterangan-keterangan, ketrampilan-ketrampilan yang disajikan adakalanya berbeda satu dengan yang lain.
Metode team teaching ini biasanya digunakan ketika:
1)            Untuk menciptakan adanya kerja sama dan saling pengertian serta memperluas wawasan pengetahuan guru
2)            Untuk melatih para peserta didik yang cocok atau pantas dijadikan sebagai kader/asisten
3)            Jumlah peserta didik terlalu banyak sedangkan guru terbatas atau sebaliknya; untuk mengusahakan pelajaran yang mantap dan efektif, karena materi atau pokok pembahasan terlalu padat.
Metode team teaching sendiri mememiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan, yaitu:

1)            Kelebihan;
a)      Pengetahuan pelajar tentang suatu bahan pelajaran akan lebih lengkap, sebab diberikan dan ditinjau oleh pengajar yang pandanngan-pandangannya saling melengkapi.
b)      Adanya pembagian tugas, memungkinkan bagi anggotanya untuk mendapatkan waktu yang senggang dan dimanfaatkan untuk pembinaan peserta didik lainnya.
c)      Metode ini dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan tenaga guru atau kekurangan pengetahuan guru. Orang yang bukan guru tetapi mempunyai keahlian tertentu sering dapat dimasukkan ke dalam suatu tim pengajar untuk menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan keahliannya.
2)            kelemahan
Sukar membentuk tim yang kompak, kadang-kadang didominasi oleh guru-guru yang cakap saja dan hal ini sukar untuk dihilangkan; sangat rumit untuk mengatur organisasi kelas yang lebih fleksibel; membutuhkan fasilitas ruangan, alat dan waktu yang memadai.
c.       Metode Imla’ / Dikte
Metode Imla’ / Dikte adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh peserta didik menyalin apa-apa yang dikatakan guru.
Alat penyajian yang digunakan oleh guru dalam metode ini adalah bahasa lisan, sedangkan alat peserta didik yang terutama dalam menyalin bahan pelajaran itu ialah alat tulis serta mendengarkannya.
Kebaikan metode Imla’ :
1)            Mudah menjaga tata tertib kelas.
2)            Di samping memperoleh bahan pelajaran yang baru, para peserta didik berlatih menulis dengan cepat dan tepat.
Kelemahan metode Imla’ :
1)            Bahwa peserta didik kurang aktif, sebab ia terutama mendengar dan menyalin apa-apa yang dikemukakan guru secara lisan.
2)            Metode ini melelahkan peserta didik.


       DAFTAR PUSTAKA

Binti Maunah,  Metodologi Pengajaran Agama Islam, Teras, Yogyakarta, 2009
Hamruni,  Strategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif Menyenangkan, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009
Masitoh dan Laskmi Dewi, Strategi Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2009




Senin, 01 September 2014

Posted by ashidqy hayun on 09.53 in , | No comments
bapak
Setiap ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar :)... ...
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang temannya, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup .
Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.... .
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....
Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata "tidak"
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster.... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"
Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"
Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"
Ketika tua, ayah ingin kau kunjungi secara rutin paling tidak semingu sekali.Atau kau telepon untuk menanyakan kabarnya. Sungguh ,dia merindukan anak-anaknya walaupun itu tidak diucapkannya. Ayah harus terlihat tegar walaupun anak-anaknya melupakannya...
Sudahkah kau doakan ayah ibu hari ini ?
oOo
Perlakuan kita kepada orangtua akan dilihat oleh anak-anak kita. mereka akan merekam dan meniru perlakuan kepada kepada mereka.
Ya Robb jadikan Kami mampu memuliakan orangtua kami, membahagiakan sisa-sisa usia mereka berdua. Dan kumpulkan kami di syurgamu kelak. Amiin


Copas, dan lupa sumbernya… maaf.. J
Posted by ashidqy hayun on 09.45 in , | No comments
Pertama kali saya memainkan game ini mungkin sekitar tahun ’99 atau tahun 2000an barangkali. Tepatnya kapan saya juga sudah lupa. Yang jelas waktu itu sampe dibela-belain begadang semalaman karena penasaran. Belum lagi kompi yang dipake gratisan di unit kegiatan mahasiswa, jadi kalau kebetulan ada kegiatan yang membutuhkan itu perangkat elektronik, terpaksa harus menahan nafsu dulu.. hehehe… Tapi apapun itu tetep asyik aja euy.. ;-)
Dan sekitar awal Juli kemarin, lewat WA ngobrol ma seorang teman yang sekarang berada nun jauh di sana. Tentang masa kul dulu, tentang mantan masing* ( hehehe.. ) juga tentang game. Jadi keinget saking pengennya mainin game ini, seorang teman lainnya ada yang nekat masuk lewat jendela. Padahal asal tahu saja, kantor unit kegiatan yang dimaksud ada di lantai tiga, dan jendelanya yang bisa dilewati tadi ada di sisi belakang gedung. Yang bersangkutan musti merambat dengan pijakan yang lebarnya paling Cuma 20an senti. Hadewh, kalau waktu itu jatuh nggak kebayang bagaimana masa depan teman yang sekarang sudah jadi dosen itu.. hehehe…
commandos
Habis ngobrol itu, iseng-iseng saya tanya ke simbah google, saya ketik saja game commandos behind enemy line. Dan cling cling cling, seperti biasa munculah banyak site. Setelah klak klik beberapa kali nemu juga site yang yang dimaksud. coba download, eh gagal. Cari yang lain, gagal lagi. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya ada yang bisa juga dibuka link downloadnya, tapi lumayan besar juga, beberapa ratus mega isi filenya. Ya udah, dah pengen bernostalgia soalnya, di download aja. Selama download, iseng-iseng buka-buka site yang lain. Eh ada yang Cuma 50an mega. Beneran g’ ini? Ya wis di ambil juga lah. G ada salahnya.. Sekalian juga dapet yang commandos 2, Beyond The Call of Duty. lumayan lumayan… hehehe…
Baiklah sesi mengunduh selesai. Tinggal pasang gamenya di kompi. Yang 50an Mb ternyata tinggal ngextraks aja. Yang ratusan Mb harus install. Pasang aja dua-duanya.
Singkat cerita itu game sudah terpasang. Langsung saja dimainkan. Tapi ada lagi masalah baru. Game-nya bergerak cepat sekali. Akhirnya diakali pakai option video. Trus ternyata ada lagi yang lain, si game ternyata tidak bisa di simpan dan di load. Hadewh, masak musti mengulang dari awal tiap kali mau main… bisa bisa ga pernah selesai ini game…
Besoknya coba cari jawaban ke simbah lagi, katanya game lama biasanya memang berjalan lebih cepat kalau di kompi dengan edisi yang baru. Ada yang nyaranin supaya pakai CPU Killer ( ini belum saya coba. Takut kenapa-kenapa di netbook saya, eman-eman… ). Trus kalau untuk problem save and load game, ketemu juga caranya. Ada beberapa kode yang musti ditambahkan di bagian commando.cfg. untuk detilnya bisa dilihat di link load/save fix 4 commandos: BELs yang berikut ini.
Betewe, problem load/save sukses diperbaiki. Dan bagi yang penasaran dan pengen ikutan mencoba main, saya kasih link downloadnya aja ya…
Oke, ini link untuk yang commandos1 behind enemy line. Dan yang ini link untuk yang commandos 1, BeyondThe Call of Duty Selamat mencoba. Dan jangan lupa, inget sholat… hehehe…
Posted by ashidqy hayun on 09.31 in , | No comments
q.s al-'ashr“Demi masa.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Demikian bunyi dan arti dari Q.S. Al ‘Ashr ( 103  ) : 1 – 3 yang menjadi tema dari pengajian rutin Jum’at Religi di halaman SMP N 1 Jumapolo setiap minggu ke-4 yang dimotori oleh para anggota Rohis pada Jum’at, 29 Agustus 2014 kemarin. Dalam tausiahnya Ustadz Suwarto, S.Pd menyinggung tentang kelemahan umat Islam. Apa sebenarnya kelemahan umat Islam itu? Kelemahan umat Islam yang diungkap oleh beliau adalah kemampuan membaca Al-Qur’an namun tidak diimbangi dengan kemampuan memahami arti dan makna dari apa yang telah dibacanya tersebut. Bapak Ustadz juga membuktikan statementnya tersebut. Caranya? Ketika Beliau meminta agar siswa yang bisa hafal sural Al-‘ashr untuk mengangkat tangan, sebagian siswa yang hadir langsung menyambutnya. Ketika diminta untuk maju membuktikan, antusias para siswa itu untuk maju ( maklum, biasanya yang beginian ada rewardnya dari para ustadz yang diundang… lumayanlah, bisa buwat nambahin uang saku sehari… hehehe… ) . Namun ketika yang ditanyakan arti dari Q.S. Al-‘Ashr seluruh siswa diam. Bahkan sampai diulang hingga tiga kali kesempatan dengan diselingi ceramah ringan. Barulah pada kesempatan terakhir ada seorang siswi yang maju ke depan untuk menjawab tantangan pak Ustadz.
Hal inilah yang membuat umat Islam dalam kerugian. Kenapa? Karena bisa jadi kita akan mengamalkan sesuatu namun kurang paham akan dasar hukumnya. Dan yang seperti ini patut menjadi keprihatinan bagi kita semua yang mengaku sebagai pengikut Nabi besar Muhammad SAW..
Demikian sedikit tentang kegiatan Jum’at religi yang kami laksanakan pada Jumat 29 Agustus 2014 kemarin. Semoga ada manfaat yang bisa kita peroleh, untuk Keluarga Besar SMPN 1 Jumapolo khususnya maupun bagi netter yang sempat membaca pada umumnya… ammiiiiiinn…………….

Jumat, 22 Agustus 2014

Posted by ashidqy hayun on 10.51 in , | No comments
Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan ” Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?”. kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, ” pacaran yang gimana dulu.”. Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, ” Aku takut nggak dapat jodoh “. Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
  2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
  3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta..

Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah  membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.  Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
  1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,      pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
  2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I LOve You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan  pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
  3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan,  dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang  suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
  1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
  2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
  3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
  4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
  5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
  6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah “PACARAN ITU HARAM”
Khusus pembahasan ini bila ada komplain atau pertanyaan lanjutan silahkan kamu sampaikan di Forum Curhat dan Konsultasi … 



jaga hati

Posted by ashidqy hayun on 10.45 in | No comments
Di suatu pagi, di hari raya pekanan umat Muslim, yaitu hari jum’at, saya dan teman-teman saya berkumpul di sebuah lapangan besar di belakang kampus. Tidak lain dan tidak bukan, kami berkumpul untuk bertanding sepak bola melawan kelas I’dad Lughawy A (program persiapan bahasa prakuliah). Liga kampus tahun ini baru bergulir kemarin pagi. Seperti biasa, saya ditunjuk oleh Heru Fransisco, penyerang handal asal Padang, untuk menjadi goalkeeper alias penjaga gawang. Sang wasit, Muhajir Ali, yang ditemani dua hakim garis memberi isyarat tanda kick off dimulai. Akhirnya, pertandingan 2×30 menit itu pun dimulai..
Di sela-sela pertandingan, beberapa teman kami yang sedang menunggu giliran tampil sedang mengobrol di kiri gawang. Aku pun ikut nimbrung tanpa basa-basi. Pembicaraannya unik, kami membayangkan bagaimana jika seorang faqih jadi wasit. Tidak hanya itu, dia menerapkan pengetahuan fiqihnya dalam peraturan sepak bola. Sehingga akan banyak diskusi dan perdebatan antar pemain maupun wasit dalam berbagai masalah di dalam pertandingan tersebut.
Obrolan ringan yang dipimpin Hidayatullah, teman sesama wong kito, dan Irfan Hariyanto, orang Jambi yang merantau ke Jawa tersebut memberikan saya sedikit inspirasi untuk membuat artikel ini. Namun saya tidak akan memaparkan perdebatan panjang yang dibahas ulama fiqih seperti apakah lutut laki-laki adalah aurat, dan permasalahan polemik lainnya. Saya hanya akan sedikit menyinggung pelanggaran-pelanggaran syar’i yang banyak terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola dengan permisalan-permisalan berupa dialog antar wasit dan selainnya.
***
Jika ustadz jadi wasit, maka sebelum pertandingan, sang ustadz memberikan kultum (kuliah terserah antum, bukan kuliah tujuh menit) di hadapan para pemain dan para suporter kedua kesebelasan,
Wasit : “Saudara, semoga Allah senantiasa menjaga kalian. Izinkan sejenak saya sebagai wasit memberikan sedikit wejangan kepada kalian. Dekatkanlah selalu diri kalian kepada Allah Yang Maha Tinggi. Jagalah lisan kalian dari saling mencela, suporter mencela suporter, suporter mencela pemain, pemain mencela pemain, pemain mencela wasit. Karena siapa yang mampu menjaga lisannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjamin surga baginya. Subhanallah! Bukankah surga adalah cita-cita kita bersama?”
*Para pemain dan para penonton mengangguk takzim.
Jika ustadz jadi wasit, maka ketika seseorang hendak menyogoknya,
Wasit   : “Bertakwalah engkau, wahai hamba Allah! Tidakkah engkau tahu bahwa Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan disuap?!
Fulan    : “Bukankah ini suatu perbuatan tolong menolong?”
Wasit    : “Dengarkan! Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya, “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”  [QS. Al-Maidah: 2]

Jika ustadz jadi wasit, maka ketika seorang pemain marah-marah karena gagal mencetak gol,
Wasit    : “Janganlah engkau marah karena marah adalah batu berapi yang dilemparkan setan ke dalam hati manusia. Orang yang kuat bukanlah dia yang mampu mengalahkan musuh. Namun orang yang kuat adalah dia yang mampu menahan marah ketika dia bisa melampiaskannya. Jika engkau marah, maka berta’awwudz-lah (mengucapkan: ‘Audzubillahi minasy syaithanir rajiim). Dan jika suatu hal yang tidak engkau sukai menimpamu, maka katakanlah, “Qoddarullahu wama sya-a fa-’al (artinya: Allah sudah mentakdirkan segala sesuatu dan Dia berbuat menurut apa yang Dia kehendaki).”
Pemain : “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim (artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).Terima kasih, wasit. Sekarang hatiku lebih tenang dan siap untuk mencetak gol!”
Jika ustadz jadi wasit, maka ketika seorang pemain hendak minum,
Wasit    : “Sebutlah nama Allah untuk meminta keberkahan kepada-Nya. Minumlah dengan tangan kanan karena setan minum dengan tangan kiri. Janganlah boros, karena orang yang boros adalah saudara setan. Hendaklah kamu minum dalam keadaan duduk dan pujilah Allah atas nikmat yang telah Dia berikan untukmu.”
Pemain : “Bismillah. Gluk..gluk.. Alhamdulillah. Thanks, sit. Sekarang dahaga gue udah hilang.Gue akan bermain lebih semangat lagi.”

Jika ustadz jadi wasit, maka ketika dua orang pemain bersitegang dan terlibat adu mulut,
Wasit                      : “Tenang, tenang. Janganlah berkelahi. Bukankah mukmin itu bersaudara? Sudah selayaknya bagi seorang muslim jika melakukan suatu kesalahan kepada saudaranya untuk meminta maaf. Dan hendaknya seorang muslim memaafkan kesalahan saudaranya.”
Pemain A             : “Maafkan saya, kawan. Saya tadi tidak sengaja menyikutmu.”
Pemain B             : “Ia, maafkan saya juga. Saya terbawa emosi sehingga saya menghardikmu.”
*Bejabat tangan lalu berpelukan
Wasit                      : “Indah, bukan? Jika suatu ikatan dilandasi syari’at Islam yang begitu mulia.”

Jika ustadz jadi wasit, maka ketika seorang pemain ketahuan melakukan diving dengan sengaja,
Wasit    : “Saudara, janganlah Anda berpura-pura terjatuh untuk mendapatkan keuntungan bagi tim Anda dan merugikan tim lawan. Hal itu tidak lain adalah dusta dan itu tercela. Bermainlah secara sportif, karena itu lebih dekat kepada takwa. Kejujuran adalah jalan menuju surga sedangkan dusta adalah jalan menuju neraka.”
Pemain : “Maafkan saya, sit. Saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali.”

Jika ustadz jadi wasit, maka ketika pertandingan telah usai,
Wasit    : “Terima kasih kepada kedua tim yang telah menunjukkan performa terbaik sebagai seorang muslim dalam permainannya hari ini. Semoga dengan olahraga ini, fisik kita semua semakin bugar. Sehingga kita semakin kuat menjalankan perintah-perintah Allah. Kepada tim yang kalah, diharapkan pekan depan menyetor 5 buah hapalan hadis dari kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar. Dan agar dosa dan kesalahan yang terjadi di dalam pertemuan kita kali ini dihapuskan oleh Allah, maka hendaknya kita membaca doa Kaffaratul Majlis: Subhaanakallaahumma Wabihamdika Asyhadu allaa Ilaaha illa Anta Astaghfiruka wa Atuubu Ilaika.”


28 Dzulhijjah 1432 H / 24 November 2011 M

Sebuah pagi menjelang bermain bola

Di penghujung akhir tahun hijriyah

Penulis : Roni Nuryusmansyah

Artikel   : kristalilmu.com

Kamis, 21 Agustus 2014

Posted by ashidqy hayun on 11.03 in | No comments
SubhanaLLAH… Inilah akhlak seseorang yang menjunjung nilai-nilai mulia. Nilai-nilai itu bernama ISLAM.
Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang pedagang yang sangat jujur, ia memiliki seorang penjaga toko. pada penjaga toko tersebut ia senantiasa berpesan agar berlaku jujur, diantaranya adalah dengan menjelaskan cacat barang yang hendak dijual.
Pada suatu hari, datang seorang Yahudi berbelanja pada pedagang tersebut. Si pedagang sedang pergi, yang ada hanya penjaga toko. Si penjaga toko ketika melihat yahudi ini tidak menjelaskan cacat barang dagangan dan lupa pada pesan si pedagang.
Maka Yahudi ini membeli sepotong baju seharga 3000 dirham, kemudian segera pergi. Ketika pedagang itu pulang dan didapati baju yang cacat telah laku terjual maka ia bertanya pada penjaga toko, “Apakah kau jelaskan padanya, bahwa baju itu ada cacatnya ?”
Dijawab oleh penjaga toko, “Aku tidak menjelaskan padanya”
Ditanya lagi, “Siapa yang membeli baju itu?”.
Dijawab, “seorang yahudi yang sedang dalam perjalanan”.
Saat itu juga pedagang tadi mengambil uang dan pergi menyusul rombongan musafir itu, dan setelah 3 hari baru berhasil ditemukan.
Setelah berhasil bertemu dengan si Yahudi tadi, pedagang itu berkata, “Serahkan baju yang kau beli itu, sesungguhnya baju itu ada cacatnya, Pesuruhku lupa menjelaskannya padamu, dan aku akan kembalikan semua uangmu”
Si Yahudi berkata, “Kenapa Kamu jadi begini ?” (maksudnya terlalu jujur-red)
Pedagang itu menjawab, “Islam !”
Kemudian pedagang itu berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda “Bukan golongan kami orang yang menipu”
Si Yahudi itu tertegun, dan berkata, “Ketahuilah bahwa uang 3000 dirham itu juga palsu, sekarang aku akan menggantinya dengan yang asli, dan aku bersumpah akan menambahkan dengan beberapa dirham lagi… dan saksikanlah bahwa aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah”..
***
Dari Haditsul Tsulasa’ Syeikh Syahid Hasan AlBanna
Posted by ashidqy hayun on 10.58 in | No comments

puasa syawal

Fidyah berarti penebus [kesalahan]. Yang dimaksud ialah suatu kewajiban memberi makan seorang miskin untuk orang-orang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.
Firman Alloh :
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya [jika mereka tidak berpuasa] membayar fidyah [yaitu] memberi makan seorang miskin. [QS. Al-Baqarah, 2 : 184].


SEBAB-SEBAB YANG MENGHARUSKAN MEMBAYAR FIDYAH
  1. Tidak mampu melakukan ibadah puasa, seperti para orang tua yang sudah kesulitan melaksanakannya, maka dibolehkan untuk berbuka dan wajib membayar fidyah sebanyak hari yang ditinggalkannya. Dan jika mereka pun tidak mampu membayar fidyah maka gugurlah seluruh kewajiban darinya karena Alloh tidak membebani suatu jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya.
Ibnu Abbas berkata, bahwa hukum fidyah tersebut berlaku bagi laki-laki dan perempuan yang sudah sangat tua, yang keduanya tidak kuat untuk puasa, sehingga sebagai keduanya wajib memberi makan : tiap-tiap satu hari satu orang miskin [Tafsir Ibnu Katsir].
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas berkata :
“Telah diberi kelonggaran [rukhsah] bagi orang yang sangat tua apabila ia berbuka, memberi makan [fidyah], dan tidak ada kewajiban meng-qhada atasnya.” [HR. Daruquthni dan Al-Hakim].
  1. Wanita hamil dan menyusui karena khawatir akan keselamatan anaknya, wajib baginya untuk membayar fidyah dan meng-qhada shaum yang ditinggalkannya. Demikian ini menurut pendapat jumhur ulama, sedang menurut Abu Hanifah cukup dengan meng-qhada puasa saja.
Sesungguhnya Rasululloh SAW bersabda :
“Sesungguhnya Alloh Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia telah menggugurkan kewajiban puasa musafir, dan juga menggugurkan separuh dari shalatnya. [Alloh menggugurkan juga kewajibannya] puasa dari perempuan yang menyusui.” [HR. Tirmidzi].
  1. Dan wajib atas orang yang mengakhirkan qadha puasa hingga masuk Ramadhan berikutnya karena kelalaiannya. Sedangkan bagi orang yang mengakhirkan qadha puasa karena sakit, atau bepergian, atau haidh, nifas, hamil dan menyusui, maka tidak ada kewajiban atas mereka untuk membayar fidyah.
  2. Juga termasuk kepada orang-orang yang harus membayar fidyah bagi yang tidak sanggup menjalankan ibadah puasanya itu adalh orang-orang yang bekerja keras untuk penghidupannya [misalnya menarik becak, kuli angkut pelabuhan dan pekerjaan-pekerjaan berat yang menuntut kekuatan fisik lainnya], orang yang jika berpuasa akan sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh. Orang yang membayar fidyah ini tentu saja tidak wajib lagi melakukan qadha puasa.
Fidyah menurut Abu Hanifah adalah 1/2 sha’ dari tepung gandum atau ± 3,125 gr gandum atau kurma [makanan pokok] atau yang seharga dengannya, sedang menurut jumhur adalah 1 ‘mud sekitar 5/6 liter [= ukuran zakat fitrah] dari makanan menurut kebiasaan yang berlaku pada suatu wilayah, dikalikan dengan berapa hari seseorang meninggalkan puasa.
***
Reference:
  • Al-Qur’an Al-Karim.
  • Kitab Hadits Shahih Bukhari.
  • Fisqhus Sunnah, Sayyid Sabiq.
  • Tamamul Minnah, Syekh Muhammad Nashirudin al-Albani.
  • Syarah Ihya ulumuddin, Al-Ghazali, Said Hawwa.
  • Fiqh Zakat Dr. Yusuf Al Qaradhawi.
  • Makalah-makalah & artikel-artikel.

Sumber : https://ervakurniawan.wordpress.com/category/kumpulan-artikel-islam/

Search Our Site