“Panas-panas begini enaknya minum apa, ya?” Tanya Ardi dalam hati ketika pulang dari sekolah
sendirian. Eh, es buahnya mang Otoy kayaknya enak tuh!
”Mang, bikinkan segelas, ya!”
Teriak Ardi seraya menghempaskan badan gendutnya di kursi kayu. Mang Otoy menggangguk dan segera meracik
esnya.
Ardi meminum es buahnya dengan
lahap. Hmm... segar sekali! Wah,
kalau Ibu tahu pasti ia akan dimarahi karena jajan lagi sebelum makan siang. Padahal
tadi ia sudah membeli kembang gula kesukaannya, siomay, juga es limun
disekolah.
Ardi melap mulutnya yang
basah, lalu memberikan uang seribuan pada Mang Otoy.
”Makasih ya, Mang. Esnya
enak!” kata Ardi. Mang Otoy menggangguk senang. Ardi melanjutkan perjalanan
pulang. sebentar-sebentar ia menyeka keringat di keningnya.







