Utsman bin Affan radhiallahu anhu (RA) adalah sahabat Nabi yang
menjadi Khalifah ketiga setelah Abu Bakar dan Umar Bin Khattab RA. Pada
masa Islam beliau dijuluki Abu ‘Abdillah. Beliau juga digelari ‘Dzun Nuraini’ (pemilik dua cahaya) karena menikah dengan dua puteri Rasulullah SAW yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
Kemuliaan
lain yang dimiliki Utsman bin Affan adalah kedermawanannya dalam
bersedekah. Utsman juga merupakan sosok sahabat yang pertama merangkum
mushaf-mushaf yang tersebar menjadi sebuah kitab yang sekarang kita baca
yaitu Alquran.
Dalam satu hadis riwayat Imam Muslim dikisahkan,
dari ‘Aisyah RA, beliau berkata, pada suatu hari Rasulullah SAW sedang
duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada
beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau
tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian Umar bin Khattab minta
izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau
tetap dalam keadaan semula (terbuka).
Ketika
Utsman meminta izin kepada beliau, maka beliau melepaskan pakaiannya
(untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka Aisyah
bertanya, ”Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar telah meminta izin
kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya. Tetapi
engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka).
Sedangkan ketika Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan
pakainanmu (dipakai untuk menutupinya).
Maka Rasulullah SAW
menjawab, ”Wahai Aisyah, bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang
yang Malaikat saja merasa malu kepadanya”.Ibnu ‘Asakir menjelaskan dalam
kitab “Fadhail ash Shahabah”, bahwa Ali bin Abi Thalib pernah ditanya
tentang Utsman, maka beliau menjawab, ”Utsman itu seorang yang memiliki
kedudukan terhormat yang dipanggil dengan Dzun Nuraini, dimana Rasulullah menikahkannya dengan kedua putrinya.”
Selain
itu, diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal bahwa ketika Al-Hasan
ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di
masjid? maka ia menjawab, ”Aku melihat Utsman bin Affan beristirahat di
masjid, padahal beliau sebagai Khalifah, dan ketika ia berdiri nampak
sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata, Ini
amirul mukminin, Ini amirul mukminin,”
Ibnu Abi Hatim telah
meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman
Allah”. “Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah
orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia
takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran.” (QS.Az-Zumar:9). Yang dimaksud itu adalah Utsman
bin Affan.
Utsman bin Affan wafat pada tahun 35 Hijriyah pada
pertengahan tasyriq tanggal 12 Dzulhijjah, dalam usia 80 tahun lebih.
Khalifah Utsman bin Affan dibunuh oleh kaum pemberontak (Khawarij) di
dalam rumahnya. Ketika Utsman terbunuh, isteri beliau berkata, ”Mereka
telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam
dengan Alquran”.Utsman bin Affan termasuk di antara sepuluh sahabat yang
dijamin masuk surga lewat lisan Nabi. Meskipun telah wafat,
kedermawanannya selalu dikenang oleh umat Islam. Mulai dari membeli
sumur Yahudi, menyumbang 300 ekor unta pada perang Tabuk dan masih
banyak lainnya. Utsman dikenal sebagai sahabat Nabi yang banyak
menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Source : ramadan.sindonews.com
Read More